Sabtu, 11 April 2026

Terkini Daerah

Pinjol Jadi Syarat Dapat Konsumsi saat Ospek Mahasiswa Baru di UIN Solo, DEMA UIN Terancam Drop Out

Selasa, 8 Agustus 2023 14:37 WIB
TribunSolo.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Masa Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Raden Mas Said Surakarta menuai kontroversi.

Sebab dalam rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa baru diwajibkan untuk mendaftar di aplikasi pinjaman online (pinjol).

Bahkan mengunduh dan mendaftar di aplikasi pinjol tersebut disebut-sebut sebagai syarat para mahasiswa baru mendapatkan konsumsi.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum HMI Cabang Sukoharjo, Fierdha Abdullah Ali dalam keterangan tertulis, pada Senin (7/8/2023).

"Data pribadi mahasiswa baru yang telah mendaftar juga dipertaruhkan keamanannya," kata dia.

Selain itu mahasiswa baru yang berjumlah sekira 4000 orang itu juga diminta membeli souvenir PBAK.

Di antaranya kaos, gantungan kunci, gelas, stiker, dan kertas asturo yang notabenenya merupakan bagian dari fasilitas dan hak bagi mahasiswa baru.

Sontak saja, praktik tersebut dinilai sebagai penyalahgunaan wewenang demi keuntungan pihak tertentu.

Pihaknya juga menemukan praktik penyalahgunaan wewenang.

Baca: Pilot Susi Air Masih Disandera KKB Papua, TNI Tetap Pakai Jalur Kemanusiaan Hindari Jatuhnya Korban

Baca: Muhammad Naufal Zidan, Mahasiswa Sastra Rusia UI yang Dibunuh Senior, Kebanggaan Ortu Semasa Hidup

Dalam hal ini Dewas Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UNI Raden Mas Said Surakarta selaku panitia pelaksana menjalin kerjasama dengan pihak ketiga dalam hal sponsorship PBAK.

"Padahal, dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 4962 Tahun 2016 Tentang Pedoman Umum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam telah disebutkan bahwa biaya pelaksanaan PBAK dibebankan kepada PNPB/BLU dan atau sumber lain yang besarnya ditentukan dengan Surat Keputusan Pimpinan PTKI bersangkutan," bunyi keterangan itu.

Atas kondisi itu, HMI Sukoharjo menuntut pihak-pihak terkait untuk menunda pelaksanaan PBAK untuk memastikan keamanan data pribadi mahasiswa baru yang telah melakukan registrasi dan/atau pendaftaran di aplikasi terkait.

Sementara itu, Rektor UIN RM Said Surakarta, Mudofir mengaku akan memastikan adanya sidang kode etik guna menentukan tingkat kesalahan mahasiswa terkait hal ini.

"Saat ini kami sudah koordinasi dengan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan akan menyelidiki permasalahan tersebut termasuk memanggil DEMA," ujarnya.

Ia menuturkan jika nanti ditemukan kesalahannya berat maka akan diberikan sanksi.

"Pasti ada sanksi kalau berat, salah satunya pemecatan atau drop out (DO)," terangnya.

(Tribun-Video.com/TribunSolo.com)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Kisruh Ospek di UIN Solo, Mahasiswa Baru Harus Daftar Pinjol agar Dapat Konsumsi

# Surakarta # UIN Raden Mas Said # mahasiswa # pinjol

Editor: Restu Riyawan
Reporter: Ariska Nur Choirina
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: TribunSolo.com

Tags
   #UIN Raden Mas Said   #mahasiswa   #pinjol   #Surakarta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved