Terkini Daerah
Pria Asal Semarang Ini Tarikan Tarian Rewo-Rewo di Jalan Kabupaten Batang
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto
TRIBUN-VIDEO.COM, PEKALONGAN - Bedak berwarna warni menghiasi wajah seorang pria yang berdiri di pinggir Jalan Raya Pantura Subah, Kabupaten Batang.
Menggunakan cotton bud yang biasanya digunakan untuk membersihkan telinga, pria tersebut merias wajahnya bak penari yang akan tampil di atas panggung.
Panasnya terik matahari, seolah tak dirasakan oleh pria yang memiliki nama Eko Sutanto (36) warga Semarang.
Walaupun tanpa alas kaki, namun Eko lincah menari di tegah padatnya lalu lintas Jalan Pantura.
Eko merupakan seorang penari jalanan yang sudah lebih dari dua tahun mengadu nasib sebagai seorang penari.
Pria 36 itu selalu beraksi saat lampu merah di traffic light depan Mapolsek Subah menyala, dengan penghasilan rata-rata Rp 100 ribu setiap hari, Eko mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarganya di Semarang.
"Setiap hari saya menari di jalanan, sebelumnya saya di Semarang, karena acap kali dilarang dan ditangkap Satpol PP jadi saya pindah ke Batang," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (18/10/2018).
Baca: Lahir di Generasi Millenials, Anak Ronal Supradja Justru Jadi Pencinta Musik Jadul
Tak mengenal lelah, Eko mulai menari dari pukul 08.00 WIB dan mengakhirinya setelah lebih dari pukul 16.00 WIB.
"Sebelum ke Batang, saya juga menari pernah mencari rejeki di Kendal, dan Pekalongan, namun, tetap dilarang dan saya sudah di Batang hampir empat bulan," jelasnya.
Sembari melepas lelah, Eko menceritakan perjalanannya yang awalnya menjadi penari di sanggar daerah Kaligawe Semarang, kemudian banting stir menjadi kernet truk.
"Dulu sempat menari di sanggar, namun karena sepi dan pemasukan semakin sedikit, saya beralih menjadi kernet truk, namun usai kecelakaan beberapa tahun lalu keluarga tidak memperbolehkan saya menjadi kernet lagi. Dan saya memutuskan untuk menari di jalanan melanjutkan hobi saya," paparnya.
Tarian yang dibawakan Eko saat menari di jalanan merupakan tarian yang berasal dari Temanggung, yaitu tarian rewo-rewo.
"Kostum dan peralatan saya beli sendiri dari biaya menari di jalanan, tidak hanya tari rewo-rewo, kadang saya juga menarikan tarian dari daerah lain," tambahnya.
Ayah satu anak tersebut mengatakan, akan terus menari walaupun tidak ada wadah untuk tempat ia menuangkan hobinya tersebut.
"Selain untuk mencukupi kebutuhan keluarga, bisa menghibur orang di jalan membuat saya bahagia, ya beginilah nasib seniman tari, yang semakin tergerus oleh jaman," tutur Eko. (*)
TONTON JUGA:
Sumber: Tribun Jateng
tribunnews update
Detik-detik Rekaman CCTV Begal Sadis di Semarang, Korban Dibacok Pelaku saat Tolong Teman
3 hari lalu
tribunnews update
Wanita di Semarang Dibacok Begal saat Hendak Tolong Teman, Alami 17 Jahitan di Wajah
3 hari lalu
LIVE UPDATE
Polisi Buru Begal Perempuan di Semarang yang Viral di Medsos, CCTV di TKP Diperiksa
3 hari lalu
Local Experience
Menelusuri Jejak Sejarah di Benteng Pendem Ambarawa yang Kini jadi Destinasi Wisata
4 hari lalu
LIVE UPDATE
Diduga Korsleting Listrik, Api Membakar 2 Laboratorium SMKN 5 Semarang, Puluhan Komputer Hangus
6 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.