Minggu, 19 April 2026

Gempa Bumi

Mendengar Anak Korban Gempa Donggala Nyanyikan Lagu Mengenang Gempa dan Tsunami

Minggu, 14 Oktober 2018 22:55 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUN-VIDEO.COM, DONGGALA - Tragedi bencana yang terjadi pada Jumat petang, (28/9/2018) ‎masih teringat jelas di ingatan anak-anak Desa Lompio, Kecamatan Sirenja, Donggala, Sulawesi Tengah.

Trauma tentu dirasakan para anak-anak ini, di mana mereka harus berhadapan dengan bencana yang begitu menakutkan.

Tak ada lagi pakaian, mainan kesayangan atau pun perlengkapan sekolah yang dapat diselamatkan.

Kini pun mereka harus tidur di tenda pengungsian karena tempat tinggal mereka sudah hancur pasca diguncang gempa.

Dua pekan lebih tidur di pengungsian, anak-anak di desa ini sekarang sudah mulai bisa tertawa dan bermain.

Setelah gempa terjadi dan tinggal di pengungsian, ada satu rutinitas baru yang anak-anak ini lakukan.

Mereka kerap menyanyikan ‎lagu yang dibuat untuk mengenang peristiwa bencana gempa dan tsunami yang mengguncang Palu, Donggala dan Sigi.

Lagu itu mereka nyanyikan dengan kompak dan penuh penghayatan sehingga membuat para korban pengungsian di sana meneteskan air mata.

"Saya setiap mendengar lagu ini mereka nyanyikan selalu menangis karena ingat kejadian itu. Kasihan mereka masih kecil sudah harus menghadapi bencana sebesar ini," ujar Ida, korban di pengungsian yang terharu mendengar lagu ini, Minggu (14/10/2018).

Baca: Video Detik-detik 180 Hektare Tanah Mencair, 2.000 Rumah Hancur Terseret saat Gempa di Palu

Azizah (10), satu di antara anak-anak yang menyanyikan lagu tersebut menyebut lagu itu berjudul Palu Menangis yang lihat dari ponsel milik orangtuanya.

"Aku tahunya ‎dari youtube di handphone. Memang suka kita nyanyikan selama di pengungsian," kata Azizah.

‎Adapun lirik lagu yang anak-anak korban gempa itu nyanyikan yakni sebagai berikut:

Sore itu surya hampi‎r tenggelam di Pantai Talise Donggala.

Dua delapan September dua ribu delapan belas di Sulawesi Tengah.

Tiba-tiba terasa bumi berguncang, meluluhlantakan tanah kaili.

Hiruk pikuk manusia berlari tanpa arah tak tahu harus ke mana.

Tanah terbelah rumah rata dengan tanah, air laut meluap seakan marah.

Jembatan Kuning terpisah dua, Masjid Apung hampir tenggelam akibat dahsyatnya bumi beronta.

Lebih seribu jiwa jadi korban bencana, banyak yang kehilangan saudara.

Pengungsi di mana-mana, mengharap bantuan kita semoga semua ini jadi pelajaran untuk kita manusia.(*)

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: TribunJakarta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved