ON FOCUS
Momen Tentara Ukraina Minta Ampun ke Rusia hingga Putin Sebut Wagner Sebenarnya Tak Pernah Ada
TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang tentara Ukraina memilih menyerah dan berlutut di hadapan pasukan Rusia.
Upaya itu dilakukan agar dirinya tak dibunuh oleh pasukan Vladimir Putin.
Seusai menyerah, ia pun membocorkan kondisi tentara Ukraina di medan perang.
Inilah tampang tentara Ukraina yang menyerah seusai disergap pasukan Rusia di parit.
Adapun video itu beredar di media sosial pada Minggu (16/7/2023).
Dalam video itu terlihat seorang pria berseragam militer Ukraina berlutut di hadapan segerombol tentara Rusia.
Dinarasikan pria yang tak disebutkan namanya itu merupakan anggota parlemen Angkatan Bersenjata Ukraina yang dimobilisasi di Zaporizhzhia.
Ia memohon agar dirinya tak ditembak mati.
Permohonan tersebut disertai dengan suara tembakan yang diduga dilancarkan pasukan Rusia ke posisi Ukraina.
Lantas, pria itu justru membocorkan kondisi tentara Ukraina di medan perang.
Ia menyebut tentara Ukraina terlempar seperti kotoran.
Memang, ia dan rekan-rekannya dibekali dengan kendaraan lapis baja hingga senjata bantuan NATO.
Namun diakuinya, semua peralatan militer itu telah dihancurkan oleh Rusia.
Oleh sebab itu, ia menyebut banyak rekan-rekannya yang gugur di medan perang.
Termasuk dirinya yang terancam tewas namun berusaha tetap bertahan hidup dengan menyerah ke Moskow.
(Tribun-Video.com)
Video Production: Fransisca Ellen Kumala Sari
Sumber: Tribunnews.com
Mancanegara
PUTIN UMUMKAN GENCATAN SENJATA selama Paskah Ortodoks saat Perang Rusia Ukraina Masuk Hari ke-1.507
Jumat, 10 April 2026
LIVE UPDATE
Penampakan Kapal Perang dan Kapal Selam Rusia di Tanjung Priok, Bakal Latihan Bareng TNI AL
Rabu, 1 April 2026
Berita Terkini
Rusia Siapkan Serangan Besar Ke Ukraina Pada Musim Semi, Zelenskyy Antisipasi Potensi Ancaman
Rabu, 4 Maret 2026
Mancanegara
Momen Repatriasi Besar! Rusia dan Ukraina Tukar Ribuan Jenazah Tentara Usai Pertemuan Swiss
Jumat, 27 Februari 2026
Mancanegara
Zelenskyy Sebut Putin Sudah Mulai Perang Dunia III & Hanya Butuh Jeda 2 Tahun untuk Lanjut Perang
Selasa, 24 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.