Minggu, 12 April 2026

LIPUTAN KHUSUS

Sikap SBY saat Komentari Pengeboman JW Marriott dan Ritz-Carlton 2009, Terjadi Selang 9 Hari Pilpres

Senin, 17 Juli 2023 11:13 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Reaksi Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono terkait peristiwa ledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan sempat menjadi sorotan.

Ledakan bom bunuh diri pada 17 Juli 2009 itu terjadi 9 hari setelah penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009.

Kala itu pemungutan suara pilpres digelar di seluruh Indonesia pada 8 Juli 2009.

Terdapat tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berlaga.

Mereka adalah Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, lalu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono, serta Jusuf Kalla dan Wiranto.

Dalam pidato pascaledakan, Presiden SBY mengatakan bahwa bom Mega Kuningan justru memperkeruh suasana.

Sebab ledakan terjadi ketika rakyat merasa prihatin akan kegaduhan politik di tingkat elite.

Baca: Ledakan Bom Bunuh diri Ritz-Carlton Bikin Manchester United Batal ke Indonesia 17 Juli 2009

Di saat seperti ini, SBY menilai harusnya semua lapisan masyarakat harusnya bersatu.

SBY yang berdasarkan hitung cepat mengalahkan Megawati dan Jusuf Kalla pada pemilihan presiden 8 Juli tersebut mengatakan di Istana Negara bahwa ada pihak-pihak yang berencana melakukan kegiatan melawan hukum pascapemilu.

Purnawirawan TNI tersebut mengatakan, aksi teror ini dilakukan oleh kelompok teroris.

Meski waktu itu penyelidikan masih berlangsung.

SBY tidak menunjuk langsung siapa yang dimaksud.

Susilo Bambang Yudhoyono saat itu pun memerintahkan jajaran kepolisian dan pihak berwenang untuk mengusut tuntas, apakah insiden ini terkait persoalan politis atau tidak.

Berbeda dari SBY, Megawati justru menilai seharusnya pemerintah tidak pengaitkan pengeboman JW Marriott dan Ritz-Carlton dengan pemilihan presiden dan wakil presiden.

Megawati meminta pemerintah tidak memperkeruh suasana.

Sementara Prabowo Subianto yang menjadi calon wakil Megawati membantah anggapan terlibat dalam kasus terorisme itu.

Jusuf Kalla, yang berpasangan dengan Wiranto dalam pemilihan presiden, juga yakin insiden ledakan itu tidak terkait dengan pemilu.

Alasannya, peledakan hotel dengan pengamanan tinggi itu membutuhkan waktu perencanaan lama.

Sedangkan pemilu presiden, baru berlangsung awal bulan Juli 2009 tersebut.

Mengutip pemberitaan Kompas.com pada 21 Juli 2009, Pidato kenegaraan Presiden SBY dalam menanggapi peristiwa ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton menuai kritik.

Baca: Jejak Teror Bom Bunuh Diri JW Marriot dan Ritz-Carlton 2009 di Jakarta, Meledak hampir Bersamaan

Pengamat politik Andrinof Chaniago memandang isi pernyataan SBY tersebut menunjukkan fakta bahwa SBY tak mudah mengendalikan emosinya.

Bom Jakarta 2009 atau disebut juga Bom Mega Kuningan 2009 adalah peristiwa ledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, kota Jakarta Selatan.

Diketahui peristiwa bom bunuh diri pada Jumat, 17 Juli 2009 tersebut menewaskan 9 orang korban.

Tercatat 50 orang lebih terluka, baik warga Indonesia maupun warga asing.

Selain dua bom rakitan berdaya ledak rendah yang meledak tersebut, sebuah bom serupa yang tidak meledak ditemukan di kamar 1808 Hotel JW Marriott yang ditempati sejak dua hari sebelumnya oleh tamu hotel yang diduga sebagai pelaku pengeboman.

Setelah melalui serangkaian proses pengusutan, polisi menyimpulkan bahwa ledakan di Mega Kuningan merupakan aksi bom bunuh diri.

Pelaku bom di Hotel JW Marriott adalah pemuda berusia 18 tahun lulusan sebuah SMA di Jakarta bernama Dani Dwi Permana.

Sementara, pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz-Carlton ialah Nana Ikhwan Maulana, pemuda asal Pandeglang, Banten.

Teroris Ibrohim alias Boim menjadi dalang yang mengusulkan pengeboman di JW Marriott dan Ritz-Carlton.

Dia bekerja sama dengan komplotan teroris Noordin M Top cs.(*)

# bom bunuh diri # Noordin M Top # Ritz Carlton # JW Marriott # SBY  # Susilo Bambang Yudhoyono

Editor: Unzila AlifitriNabila
Reporter: sara dita
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved