TRIBUNNEWS UPDATE
Rusia 'Kebanjiran' Senjata, Terima 2.000 Perangkat Keras Militer dan 2.500 Ton Amunisi dari Wagner
TRIBUN-VIDEO.COM - Militer Rusia baru saja mendapat transfer senjata dari kelompok tentara bayaran Wagner.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, jumlah perangkat keras militer yang diterima mencapai 2.000 unit.
Perangkat keras militer yang diserahkan Grup Wagner mencakup tank tempur dan sistem peluncuran roket ganda.
Kemudian artileri, sistem anti-pesawat, serta kendaraan tempur lainnya.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, sebagian besar kendaraan tempur itu belum pernah digunakan dalam perang.
Sehingga kondisinya dipastikan masih bagus dan berfungsi dengan baik.
"Proses transfer berjalan sesuai rencana dan hampir selesai," kata kementerian, dikutip dari RT, Kamis (13/7).
Selain menyerahkan senjata berat, Wagner juga memberikan lebih dari 2.500 ton amunisi dan 20.000 senjata api kepada Rusia.
Seluruh peralatan tempur itu telah dipindahkan dari lapangan untuk pemeliharaan.
Selanjutnya baru disebar ke unit militer Rusia sesuai kebutuhan perang.
Sebagai informasi, Wagner merupakan perusahaan militer swasta yang dipimpin Yevgeny Prigozhin.
Rusia telah menyewa tentara Wagner dalam perang di Ukraina sejak awal konflik.
Namun setelah berjalan lebih dari setahun, terjadi pergolakan dengan Rusia.
Prigozhin menuduh Kementerian Pertahanan menahan amunisi hingga membuat pasukannya kesulitan.
Ketegangan ini meningkat hingga akhirnya Wagner menyerbu Ibu Kota Rusia Moskow.
Namun pada akhirnya, persoalan ini selesai dan Prigozhin bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin secara baik-baik.
(Tribun-Video.com)
#beritaterbaru #beritaterkini #beritaviral #live #breakingnews #politik
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: valencia frida varendy
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Prabowo Berangkat ke Rusia Minggu Ini, Dijadwalkan Bertemu Putin Bahas Energi hingga Geopolitik
17 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Ukraina Klaim Jatuhkan Drone Iran di Timur Tengah, Kirim Ahli Pertahanan Udara ke Sejumlah Negara
1 hari lalu
Tribunnews Update
Menlu Rusia Lavrov Kecam Serangan Israel: Gencatan Senjata AS-Iran Wajib Berlaku untuk Lebanon
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.