TRIBUNNEWS UPDATE
AS Lebih Takut Rusia Menang daripada Warga Sipil Ukraina Tewas karena Penggunaan Bom Cluster
TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat (AS) telah sepakat untuk mengirim bom cluster yang kontroversial ke Ukraina.
Negara itu ternyata lebih takut Rusia menang daripada tewasnya warga sipil akibat bom cluster.
Pernyataan tegas ini disampaikan Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan AS, Colin Kahl, Jumat (7/7).
Ia mengaku sudah mengetahui risiko bom cluster bagi warga sipil di Ukraina.
Kahl juga prihatin jika seandainya ada warga sipil yang terdampak bom tersebut.
Baca: Menhan Rusia Turun Gunung Lihat Pasukan Berlatih, Mulai dari Menembak hingga Operasikan Tank Tempur
Namun di sisi lain, AS tak ingin jika Rusia memenangkan perang.
Oleh karena itu dengan segala pertimbangan, Washington akan mengirim bom cluster ke Ukraina.
"Saya sama prihatinnya dengan keadaan kemanusiaan seperti siapa pun, tetapi hal terburuk bagi warga sipil di Ukraina adalah Rusia memenangkan perang," kata Kahl, dikutip dari RT, Minggu (9/7).
Kahl menjelaskan, bom tersebut masuk dalam paket bantuan terbaru senilai $800 juta.
Hanya saja tidak disebutkan berapa jumlah bom cluster yang disediakan Pentagon.
Sebagai informasi, bom cluster atau bom tandan telah dilarang oleh lebih dari 100 negara.
Baca: Ukraina Kekurangan Senjata, Pungut Tank Rusak tapi Berujung Diberondong Artileri Pasukan Rusia
AS sendiri bukanlah negara yang ikut menandatangani perjanjian soal bom tersebut.
Namun keputusannya mengirim bom cluster ke Ukraina menuai polemik.
Negara sekutunya yakni Kanada dan Inggris bahkan tak setuju dengan keputusan AS.
Sementara Rusia telah mengutuk keras pengiriman bom cluster ke Ukraina.
Menurut Moskow, tindakan Washington sama saja membuat warga sipil semakin menderita.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di RT.com dengan judul ‘Russian victory’ worse than civilian cluster-bomb deaths – Pentagon
Host: Agung Laksono
VP: Ulung
# Rusia # Ukraina # Perang # Amerika Serikat # Bom Cluster
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Iran: Perundingan Gagal! Negara Nuklir Kirim Jet di Tengah Ancaman Senjata Kiamat IRGC
Minggu, 12 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Tak Ada Titik Temu! Perundingan AS-Iran Gagal Total, Delegasi Kedua Negara Tinggalkan Pakistan
Minggu, 12 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Negara Nuklir Kerahkan 3 Jet Tempur ke Arab Saudi saat Gencatan Senjata AS-Iran, Teheran Mengancam
Minggu, 12 April 2026
Berita Terkini
Jenderal Uganda Tantang Iran dan Siap Bela Israel, Ancam Kerahkan 600 Ribu Pasukan
Minggu, 12 April 2026
Berita Terkini
Iran Ancam Tindak Keras Kapal Perang AS yang Masuki Selat Hormuz di Tengah Negosiasi
Minggu, 12 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.