Terkini Nasional
Pendiri Al Zaytun Buka-bukaan, Sebut NII Masih Aktif Lakukan Kaderisasi
TRIBUN-VIDEO.COM - Pendiri Pondok Pesantren Al Zaytun Imam Supriyanto mengungkapkan bahwa Negara Islam Indonesia (NII) masih aktif melakukan kaderisasi.
Ia menuturkan, ada 42 imam atau pimpinan NII yang melakukan kaderisasi, salah satunya adalah pimpinan Al Zaytun, Panji Gumilang.
"Masih ada perekrutan dan NII itu kan bukan hanya Pak Panji saja yang sekarang," kata Imam dalam program Gaspol! Kompas.com, Rabu (5/7/2023).
Imam menuturkan, Al Zaytun awalnya juga didirikan sebagai salah satu program dari NII Komandemen Wilayah (KW) 9.
Imam menjelaskan, keberadaan NII di Indonesia sejak zaman Kartosuwiryo, kemudian berlanjut ke Kahar Muzakar, lalu dilanjutkan oleh Agus Abdullah, Abu Daud dan Adah Jaelani.
Baca: Kerap Lolos dari Jerat Hukum! Terkuak Jurus Jitu Panji Gumilang saat Al Zaytun dalam Kondisi Bahaya
Saat masa kepemimpinan Adah Jaelani itulah, NII yang tadinya hanya memiliki 7 wilayah komandemen, bertambah menjadi 9 wilayah komandemen.
"Wilayah komandemen 9 itu meliputi, Bekasi, Jakarta, Tangerang, Banten pada waktu itu," tutur Imam. Adapun KW 0 di wilayah Jakarta memiliki tugas atau misi merekrut sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berbasis akademis hingga jenjang pendidikan S1, S2 dan S3.
Sehingga, perekrutannya dilakukan sendiri oleh organisasi. "Artinya lulus dari lembaga pendidikan yang dibuat oleh komandemen wilayah 9," tutur Imam.
Selain merekrut SDM yang berkualitas, misi dari wilayah Jakarta adalah menghimpun sejumlah dana.
Nantinya, dana dari Jakarta akan digunakan untuk menyubsidi kegiatan NII di wilayah-wilayah lainnya. "Karena tahu Jakarta ini kan sumber dana. Jadi wilayah 9 itu akan menyubsidi ke wilayah-wilayah yang lain, begitu," tutur Imam.
Imam lantas menyebutkan, sebagai lembaga pendidikan maka Al Zaytun berada di permukaan dan dikenal masyarakat.
Baca: Sosok MYR Agung Sedayu Anggota BIN yang Diduga Bekingi Al Zaytun, Ternyata Adik Panji Gumilang
Artinya, pergerakan ponpes tersebut berbeda dengan pergerakan NII yang bersifat 'bawah tanah' setelah organisasi tersebut dinyatakan terlarang sejak 1962.
Akhirnya, dirancang program di mana generasi yang menempuh pendidikan di ponpes tersebut bisa bergaul dengan publik nasional maupun internasional.
"Nah, ini kan pendidikan akan diciptakan generasi kita ini supaya bisa bergaul di pergaulan nasional, maupun internasional. Artinya dia harus tahu perangkat hukum, perangkat politik dan sebagainya, sistem yang ada di permukaan," tutur Imam.
Dengan kata lain, NII merancang agar alumni Al Zaytun bisa masuk di semua aspek kehidupan. Untuk memperkuat sistem pendidikan tersebut, disusunlah program "one pipe education system" yang berjenjang sejak pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.
"Semua aspek. Dan kita buat program yang namanya one pipe education system. Dari tingkat dasar sampai tingkat tinggi. Itu satu generasi itu (menempuh pendidikan) 20 tahun kalau enggak salah," ungkap Imam. "Itu Pak Panji yang buat. Karena dia yang memang bidangnya. Kira-kira seperti itu," tambahnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pendiri Al Zaytun Sebut NII Masih Lakukan Kaderisasi"
# Panji Gumilang # NII # Al Zaytun
Video Production: Khoerunnisak
Sumber: Kompas.com
Live Update
Live Update Siang: Rumah Amal Jariyah Umat Merangin Terafiliasi NII, Konflik Gajah-Manusia di Aceh
Minggu, 27 Juli 2025
Live Update
Yayasan di Merangin Jambi Dibekukan, Diduga Terafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII)
Minggu, 27 Juli 2025
Live Update
Live Update Sore: Pelatih Karate di Aceh Timur Lecehkan Murid, Petani Sukabumi Korban Peluru Nyasar
Kamis, 24 April 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
Kartosoewirjo Sang Pendiri Negara Islam Indonesia, Sahabat Soekarno yang Dieksekusi Mati
Kamis, 5 September 2024
Terkini Nasional
Diiringi Lagu, Panji Gumilang Tiba di Al-Zaytun seusai Bebas Imbas Kasus Penistaan Agama
Kamis, 18 Juli 2024
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.