Tribunnews Update
AS Beri Sinyal Kirim Bom Cluster ke Ukraina, Senjata Mengerikan yang Dilarang 120 Negara
TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat (AS) dikabarkan akan mengirim bom cluster atau bom tandan ke Ukraina.
Penggunaan bom ini sangat kontroversial dalam konflik bersenjata.
Bahkan, Rusia telah melarang keras negara-negara Barat untuk mengirimkannya ke Ukraina.
Kabar terkait pengiriman bom cluster disampaikan oleh pejabat AS yang enggan disebutkan identitasnya.
Baca: AS Marahi Pilot Rusia, Dianggap Sembrono dan Tak Profesional saat Terbangkan Jet di Suriah
Menurutnya, pemerintahan Joe Biden segera membuat keputusan yang kontroversial tersebut dalam waktu dekat.
Meski kabar ini belum diverifikasi oleh Pentagon, sejumlah ahli sudah ramai berkomentar.
Salah satunya Sidharth Kaushal, seorang peneliti di think tank Royal United Services Institute yang berbasis di London.
Menurutnya, kehadiran bom cluster di Ukraina akan berdampak besar pada perang.
Baca: Grebek Rumah Yevgeny Prigozhin, Rusia Temukan Gudang Senjata Besar hingga Wig Berbagai Gaya
Pasalnya, senjata tersebut diyakini akan membuat pasukan Rusia melemah, khususnya divisi infanteri.
"Ini akan menjadi nilai yang cukup besar bagi Ukraina," kata Kaushal, dikutip dari Newsweek, Kamis (6/7).
Bom cluster bekerja dengan melepaskan sejumlah bom yang lebih kecil atau dikenal dengan istilah submunisi.
Percikan bom ini dapat memicu ledakan yang lebih besar saat menyentuh target.
Baca: Tak Peduli Ancaman Rusia, AS Nekat Kirim Munisi Tandan ke Ukraina, Senjata Penghancur Bunuh Warga
Kondisi tersebut dapat merusak segala benda yang ada di medan perang.
Penggunaan bom cluster telah dilarang oleh lebih dari 120 negara.
Pasalnya, dampak yang ditimbulkan dapat membahayakan warga sipil.
Namun, AS, Ukraina, dan Rusia tidak menandatangi perjanjian soal produksi dan penggunaan bom cluster.
(Tribun-Video.com)
Artikel telah tayang dengan judul Why Russia Should Be Terrified of U.S. Cluster Bombs
Host: Agung Laksono
VP: Ulung
# Amerika Serikat (AS) # Bom Cluster # Ukraina # senjata # dilarang
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Sumber Lain
Berita Terkini
Jelang Gencatan Senjata Berakhir, Trump Ancam Serang Iran jika Kesepakatan Damai Gagal
11 menit lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Siaga Tinggi Lawan AS, Gunakan 'Kartu Baru' di Medan Perang Jika Gencatan Senjata Berakhir
45 menit lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Trump Ancam Serang Habis-habisan Iran jika Gencatan Senjata Berakhir Tanpa Kesepakatan Damai
1 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Gencatan Senjata Berakhir Besok, Iran Ajukan Syarat untuk Lanjutkan Negosiasi dengan AS di Pakistan
1 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Nasib Gencatan Senjata Usai Iran Tolak Hadiri Negosiasi Damai, Trump Tunggu Kesepakatan Tercapai
4 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.