LIVE UPDATE
Sosok Bagus Robyanto, Warga Ponorogo yang Tembok Akses Jalan Gegara Sakit Hati Dikucilkan
TRIBUN-VIDEO.COM - Sosok Bagus Robyanto menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu belakangan.
Sebab, warga di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur tersebut nekat membangun tembok di atas tanah milik keluarganya yang kerap dilalui warga.
Imbasnya, sebanyak 13 keluarga terjebak dan terisolasi tak bisa keluar dari rumah mereka.
Dilansir dari Tribunnews.com, Bagus Robyanto sendiri merupakan anak dari Sudoko Harijanto yang menjadi pemilik tanah setapak (gang) tersebut.
Ia nekat menembok akses jalan warga tersebut karena merasa dikucilkan oleh warga selama bertahun-tahun.
Roby juga merasa bahwa warga tidak memperlakukan dirinya dan keluarganya dengan baik.
Bahkan menurut pengakuannya, warga tidak melibatkannya dan keluarga dalam beberapa acara di desa.
Seperti acara kenduren, pernikahan, dan kegiatan warga lainnya.
Baca: Alasan Warga Ponorogo Bangun Tembok di Jalan Gang, Ternyata Tanah Hak Miliknya Diklaim Jalan Umum
"Padahal mereka bila berkegiatan melewati pekarangan milik orangtua saya," ucap Bagus Robyanto.
Hal serupa juga dirasakan oleh sang istri, di mana menurutnya istrinya itu mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari warga.
Yakni ditolak arisan PKK dan dasawisma.
Kendaraan pengambil sampah yang melewati pekarangannya juga tidak pernah mengambil sampah dari rumahnya.
Kondisi itu mengakibatkan keluarganya membuang sampah sendiri ke tempat pembuangan sampah.
"Warga juga seperti itu bahkan lewat depan rumah meludah kemudian naik sepeda motor kencang dan blayer-blayer."
"Seperti memancing saya untuk melakukan tindak pidana seperti memukul," lanjut Roby, dikutip dari Kompas.com.
Roby mengatakan, keluarganya sebenarnya bisa mempidanakan setiap warga yang masuk ke tanah miliknya dengan membuat laporan masuk pekarangan orang tanpa izin.
Baca: Warga Ponorogo Bangun Tembok di Tanah yang Dilewati Warga, Enggan Mediasi meski Ditelepon Jokowi
Terlebih sejak dua tahun terakhir, dirinya sudah memasang tulisan jalan itu merupakan pekarangan miliknya bukan jalan umum.
Ia pun mengaku tidak langsung menutup ruas jalan tersebut.
Dua minggu lalu, Roby pun mengaku baru mempersiapkan material.
Namun proses pembangunan tembok sempat dihentikan lantaran memberikan toleransi bagi warga yang sementara memiliki hajatan.
"Tukang saya suruh berhenti dulu. Nanti ditutup kalau sudah selesai acara hajatannya. Sekitar Sabtu (24/6/2023) saya tutup," kata Roby.
Diketahui sebelumnya, polemik ini rupanya sudah terjadi sejak lama.
Bahkan roby dan warga sudah beberapa kali melakukan mediasi.
Kini, Roby menyatakan menolak untuk hadir bila dilakukan upaya mediasi sebab kasusnya sudah masuk ranah eksekusi.
Dengan demikian bila kembali ke ranah mediasi, maka dia akan melemahkan putusan yang inkrah.
"Saya minta maaf. Saya hanya menjalankan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap."
"Selanjutnya untuk toleransi kemanusiaan dan lain-lain, kami juga melekat sanksi sosial dan tidak ada suatu cara yang baik untuk dibicarakan. Maka saya tutup (jalan tersebut)," kata Roby.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sosok Bagus Robyanto, Warga Ponorogo Tutup Akses Jalan Warga dengan Tembok, Ngaku Sering Dikucilkan
# akses jalan # Ponorogo # Bagus Robyanto
Reporter: Ariska Nur Choirina
Videografer: Dyah Ayu Ambarwati
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Misteri Penemuan Janin di Bawah Ranjang di Ponorogo, Terbungkus Pampers dan Kantong Plastik
Kamis, 16 April 2026
LIVE UPDATE
Warga Akui Lelah 56 Hari Buka Tutup Jalan, Alternatif Segene Balik Telan Korban sesuai Sinkhole
Rabu, 15 April 2026
Tribunnews Update
Diguyur Hujan Deras & Angin, 20 Rumah Warga Rusak hingga Longsor Lumpuhkan Jalan di Wonosobo
Jumat, 10 April 2026
Live Breaking News
BREAKING NEWS: Sidang Perdana Dakwaan Eks Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Kasus Suap & Gratifikasi
Jumat, 10 April 2026
Tribunnews Update
Diguyur Hujan Deras, Longsor & Banjir Terjang Wilayah Sumedang hingga Akses Jalan Utama Lumpuh
Kamis, 9 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.