Internasional
TERLAMBAT! Ukraina Disebut Gagal Manfaatkan Situasi saat Wagner Lakukan Pemberontakan ke Putin
TRIBUN-VIDEO.COM - Ukraina tidak dapat memanfaatkan pemberontakan Wagner di medan perang, peristiwa ini tidak berdampak negatif pada situasi di medan perang untuk Rusia.
Mengutip dari pejabat AS, surat kabar itu menunjukkan bahwa "tampaknya tidak ada celah pertahanan langsung untuk dieksploitasi"
Diketahui tidak ada unit Rusia yang meninggalkan posisi mereka pada hari Jumat atau Sabtu, dan "tidak ada jeda dalam perang".
Di Waktu yang sama, surat kabar tersebut mengatakan bahwa Ukraina akan "memanfaatkan kekacauan" yang diduga disebabkan oleh tindakan Kepala Wagner, Yevgeny Prigozhin dan para pendukungnya.
Pada Jumat (23/6) malam, beberapa rekaman audio diunggah di saluran Telegram pendiri Wagner, Yevgeny Prigozhin.
Dia secara khusus mengklaim bahwa unitnya telah diserang, yang dia salahkan pada otoritas militer negara itu.
Baca: Iseng Buat Animasi Ultraman Ayunan di Jembatan Ampera, Kiki Viral hingga Dijuluki Animator
Layanan Keamanan Federal (FSB) meluncurkan penyelidikan kriminal atas seruan untuk pemberontakan bersenjata.
Kementerian Pertahanan Rusia mengecam tuduhan serangan terhadap "kamp belakang" PMC Wagner sebagai berita palsu. Unit PMC yang mendukung Prigozhin menuju ke Rostov-on-Don dan menuju Moskow.
Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Sabtu, menggambarkan tindakan kelompok Wagner sebagai pemberontakan dan pengkhianatan bersenjata, bersumpah untuk mengambil tindakan keras terhadap para pemberontak.
Baca: Murka Panji Gumilang hingga Gebrak Meja: MUI Sebut Saya Komunis dan Haramkan Al Zaytun Gegara TikTok
Kemudian pada hari Sabtu, pemimpin Belarusia Alexander Lukashenko, berkoordinasi dengan Putin, mengadakan pembicaraan dengan Prigozhin yang mengakibatkan PMC mengubah unitnya dan kembali ke kamp lapangan.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa kasus pidana terhadap kepala suku Wagner akan dibatalkan, sementara Prigozhin sendiri akan pergi ke Belarusia.
Selain itu, pihak berwenang Rusia berjanji untuk tidak menuntut orang-orang di PMC Wagner yang mengambil bagian dalam pemberontakan karena "jasa garis depan" mereka.
(Tribun-Video.com/Tass)
# Ukraina # Wagner # Pemberontakan # Rusia
Video Production: Yogi Putra Anggitatama
Sumber: Tribun Video
Tribunnews Update
Araghchi Klaim Rusia Sekutu Kuat Dampingi Iran Hadapi Konflik Timur Tengah, Hubungan Kian Strategis
Rabu, 29 April 2026
Tribun Video Update
Rusia Sebut Indonesia sebagai Pemain Kunci di Asia Tenggara, Adopsi Deklarasi Kemitraan Segala Aspek
Rabu, 29 April 2026
Tribunnews Update
Vladimir Putin Bereaksi atas Konflik AS-Iran, Bakal 'All Out' Bantu Teheran Bentengi Timur Tengah
Rabu, 29 April 2026
Mancanegara
Nekat! Kapal Rusia Dobrak Blokade AS di Selat Hormuz, Padahal Armada Laut Kena Sanksi Barat
Selasa, 28 April 2026
Mancanegara
Menlu Iran Blak-blakan, Ini Alasan Temui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow
Selasa, 28 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.