Minggu, 12 April 2026

Terkini Nasional

Pendukung Prabowo Mengaku Jadi Korban Kebohongan Ratna Sarumpaet, Minta Maaf ke Netizen

Rabu, 3 Oktober 2018 21:53 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Sejumlah tokoh pendukung Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto meminta maaf terkait penyebaran berita bohong aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet.

Beberapa di antaranya yakni Fadli Zon, Rachel Maryam, Ferdinand Hutahaean, dan Hanum Rais.

Permintaan maaf itu disampaikan melalui akun Twitter masing-masing politisi, Rabu (3/10/2018).

Mereka mengaku tak percaya Ratna telah membohongi banyak orang, termasuk rekan-rekannya sendiri.

Baca: Ratna Sarumpaet Akui Berbohong Dianiaya, Ridwan Kamil: Sebaiknya Minta Maaf Juga pada Warga Bandung

Ferdinand Hutahaean

Ferdinand Hutahaean menyampaikan permintaan maaf dengan menghapus cuitan-cuitan sebelumnya ketika membela Ratna.

Ia bahkan mengusulkan agar Ratna dikeluarkan dari tim pemenangan paslon Pilpres 2019 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Secara pribadi, saya merasa malu dan merasa menjadi korban atas kebohongan @RatnaSpaet , sungguh ini tidak bisa ditolerir. Ratna harus menerima ganjaran atas kebohongannya.

SAYA MENGUTUK RATNA SARUMPAET ATAS KEBOHONGAN INI.

Saya mengecam keras @RatnaSpaet yang berbohong, Saya minta agar @prabowo dan @sandiuno serta pak Djoko Santoso mengeluarkan Ratna Sarumpaet dari Tim Pemenangan.

Ini sudah diluar kewajaran, kita semua dibohongi dan jadi korban seperti orang bodoh. Tidak bisa diterima.

Saya minta maaf kepada semua. Saya kaget, tidak menduga Ratna Sarumpaet berani berbohong seperti itu.

Maafkan saya..!!

Sebagai permohonan maaf, saya menghapus semua twit saya yang membela Ratna Sarumpaet.

Baca: Ratna Sarumpaet Akan Diperiksa Terkait Hoaks di Medsos

Terimakasih," cuit pengguna akun @LawanPoLitikJW itu.

Fadli Zon

Kekecewaan yang mendalam juga dirasakan Fadli Zon dan diungkapkan di Twitter.

"1. Setlh baca ktrngn Bu RS pd konferensi pers sore, sy menyesalkan n mengecam sikap RS yg tlh berbohong kpd sy, kpd P @prabowo, @sandiuno .

2. Sy minta maaf pd publik tlh ikut mnyampaikan pengakuan Bu RS bhw ia dianiaya org yg tak jelas. Hal ini krn menjawab pertanyaan media.

3. Krn tlh ada berita yg bersumber dr seorg netizen, mk pers bertanya. Sy minta konfirmasi Bu RS yg sebelumnya cerita bhw ia mmg dianiaya.

4. Respon spontan atas cerita Bu RS ini menggugah sy n kemudian P Prabowo n tokoh2 lain utk bersimpati atas "kebiadaban" itu.

5. Ternyata sikap pembelaan ini dimanfaatkan utk kebohongan yg sama sekali tak terduga datang dr seorg aktivis RS. Sy sangat kecewa.

6. Mudah2an Bu RS menyadari apa yg dilakukannya sbg sebuah pengkhianatan atas kepercayaan sy n byk org yg selama ini bersimpati.

7. Hari Minggu, 30 Sep sy ke rmh Bu RS mendengar ceritanya langsung n kondisinya. Ia msh menyampaikan sgt terpukul dg "kejadian" yg ia alami

Baca: Prabowo Dilaporkan ke Polisi, Dianggap Terlibat dalam Hoaks Ratna Sarumpaet

8. Sy spontan waktu itu sampaikan agar lapor polisi, tp ia blm mau. Lalu waktu ketemu P Prabowo disarankan visum, ia jwb akan memikirkan.

9. Sy selama ini di DPR berkali2 menerima pengaduan dr Bu RS n organisasinya ttg masalah rakyt, penggusuran, TKA dll. Tak sangka soal ini.

10. Respon P Prabowo P Amien dll semata2 kemanusiaan. Tak bisa dibayangkan ada "penganiayaan" pd seorg Ibu 70 thn. Ternyata Bu RS hoaks," tulis Fadli Zon, menceritakan kronologi ia dibohongi Ratna.

Rachel Maryam

Rachel Maryam juga turur meminta maaf dan menyesalkan reaksi emosionalnya setelah mendengar cerita dari Ratna.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Sandiwara apa ini? Kenapa kau permainkan hati nurani kami? Kenapa harus berbohong? #ratnasarumpaet," cuit Rachel Maryam melalui akun Twitter-nya, @cumarachel.

"Saya secara pribadi menyatakan permohonan maaf yg sebesar-besarnya pd netizen. Saya terlalu reaktif&emosional mendengar pengakuan penganiayaan yg menimpa Bu Ratna. Mungkin karena sesama perempuan. Sama sekali saya tidak menyangka kalau semua ini adalah kebohongan," imbuhnya.

Hanum Rais

Pada waktu yang hampir bersamaan, putri Amien Rais, Hanum Rais, juga mengungkapkan permintaan maaf.

"Memohon maaf adalah ajaran besar dalam Islam ketika kita berbuat keliru. Saya secara pribadi mohon maaf atas kecerobohan dlm mengunggah berita meski telah bertabayyun pada ibu Ratna S langsung,hinggapada akhirnya yg bersangkutan telah mengaku berbohong. #KebohonganRatna

Baca: Pihak Rumah Sakit Bina Estetika Menteng Benarkan RS Berobat di Sana

Pertemanan dan hubungan baik selama ini membuat kami mudah tersentuh&iba, apalagi saat beliau dgn meyakinkan menceritakan adegan pengeroyokan dgn air mata serta menunjukkan bekas di wajah. Naas, beliau mencederai kepercayaan kami semua, seluruh masy indonesia.#kebohonganRatna," tulis @hanumrais.

Ratna Sarumpaet Mengakui Kebohongannya

Foto Ratna berwajah lebam viral di media sosial sejak Selasa (2/10/2018).

Sejumlah politisi mengatakan bahwa Ratna dikeroyok di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung pada Jumat (21/9/2018) lalu.

Ketika isu yang masih simpang siur itu semakin menyeruak di publik, Ratna akhirnya buka suara.

Ia melakukan konferensi pers di kediamannya di Jalan Kampung Melayu Kecil V No 24, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).

Ratna mengaku berbohong dan meminta maaf serta menjelaskan bahwa ia tidak mengalami penganiayaan, melainkan menjalani prosedur kecantikan di rumah sakit.

"Tanggal 21 saya mendatangi RS khusus bedah, menemui dr Sidiq ahli bedah plastik, kedatangan saya karena kami sepakat beliau akan menyedot lemak di pipi," ucap Ratna Sarumpaet.

"Jadi apa yang saya katakan ini akan menyanggah bahwa adanya penganiayaan," imbuhnya.

Alasannya berbohong yakni untuk menjawab pertanyaan anak-anaknya ketika melihat wajah sang ibu lebam.

Baca: Kasus Ratna Sarumpaet Terbukti Rekayasa, Mahfud MD: Kini FZ, RMy, dan SU Mempertanggungjawabkan

Ratna pun juga meminta maaf pada Prabowo Subianto.

"Saya minta maaf kepada Pak Prabowo yang telah membela saya kemarin," ujarnya.

Kebohongan Ratna Sarumpaet ini sebelumnya telah dicurigai dengan adanya sejumlah bukti dari Polda Jabar.

Meski tak ada laporan terkait penganiayaan tersebut, Polda Jabar telah melakukan penyelidikan untuk mencari kebenaran kasus tersebut.

Hasil dari penyelidikan Polda Jabar yakni, tak ada penganiayaan di sekitar bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Baca: Mengaku Berbohong, Ratna Sarumpaet: Kali Ini Saya Pencipta Hoaks Terbaik

Dari 23 rumah sakit di Bandung yang didatangi Polda Jabar, tak ditemukan juga adanya perawatan yang dilakukan atas nama Ratna Sarumpaet.

Polisi malah menemukan fakta dari data telepon bahwa Ratna berada di Jakarta sejak 20-24 September.

Fakta lain yang menjadi bukti kunci yakni rekaman CCTV saat Ratna berada di Rumah Sakit bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Fakta penguat juga dibeberkan oleh Polda Jabar, yakni bukti transfer dari rekening Ratna Sarumpaet ke rekening Bina Estetika.

Simak video di atas. (Tribun-Video.com/Eleonora Padmasta EW)

TONTON JUGA:

Editor: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Reporter: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Video Production: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved