Rabu, 22 April 2026

Live Update

Terungkap Alasan Tanggal Idul Adha Pemerintah Beda Muhammadiyah, Ini Rincian Metode Penetapannya

Senin, 19 Juni 2023 13:21 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah secara resmi telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 2023 jatuh pada Kamis (29/6/2023).

Tanggal tersebut berbeda dengan penetapan Idul Adha tahun ini dari Muhammadiyah yang jatuh pada Rabu (28/6/2023).

Dikutip dari Tribunnews.com pada Senin (19/6/2023), pemerintah sudah melaksanakan Sidang Isbat untuk menentukan 1 Zulhijah 1444 H.

1 Dzulhijjah 1444 H ditetapkan pada Selasa, 20 Juni 2023.

Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi menerangkan, Hari Raya Idul Adha jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023.

Hal tersebut disampaikannya dalam Konferensi Pers Penetapan Awal Zulhijah 1444 H di kanal YouTube Kementerian Agama, Minggu (18/6/2023).

"Hari Raya Idul Adha jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023," kata Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi.

Kementerian Agama menggelar sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1444 Hijriyah, di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jakarta, Minggu (18/6/2023).

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag Ahmad Izzudin mengatakan, di seluruh wilayah Indonesia, posisi hilal pada 29 Zulqaidah 1444H sudah berada di atas ufuk.

Namun, secara astronomis, posisi hilal di Indonesia pada saat Maghrib masih berada di bawah kriteria baru MABIMS yang ditetapkan pada 2021.

Sehingga kemungkinan tidak dapat teramati.

"Di seluruh wilayah Indonesia, posisi hilal pada 29 Zulqaidah 1444H sudah berada di atas ufuk. Namun demikian, masih berada di bawah kriteria imkanur rukyat MABIMS," ungkap Izzudin, Minggu (18/6/2023), dikutip dari laman Kemenag.

Diketahui, Kriteria baru MABIMS menetapkan bahwa secara astronomis, hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat.

Menurutnya, pada saat Magrib 18 Juni 2023, posisi bulan di Indonesia tingginya 0 derajat 20 menit sampai 2 derajat 36 menit.

Sedangkan, sudut elongasi antara 4 derajat 40 menit sampai dengan 4 derajat 94 menit.

"Melihat data tersebut, maka pada hari Ahad, 18 Juni 2023 di seluruh wilayah Indonesia, menurut kriteria Imkan Rukyat Baru MABIMS secara teori diprediksi tidak dapat teramati," tutur Izzudin.

Ahmad berujar, jika data tersebut dikaitkan dengan potensi rukyatul hilal, secara astronomis atau hisab, dimungkinkan awal bulan Zulhijjah jatuh pada Selasa, 20 Juni 2023.

Sementara itu, dilansir dari Tribunnewswiki.com, penetapan Idul Adha Pemerintah berbeda dengan Muhammadiyah.

Muhammadiyah telah menetapkan tanggal Hari Raya Idul Adha 1444 H berdasarkan metode hisab, yaitu pada hari Rabu, 28 Juni 2023.

Berikut adalah hasil metode hisab terkait penentuan tanggal Hari Raya Idul Adha 1444 H menurut Muhammadiyah.

Pada hari Minggu Kliwon, 29 Zulkaidah 1444 H, ijtimak jelang Zulhijah 1444 H terjadi pada pukul 11:39:47 WIB.

Tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta menunjukkan bahwa hilal sudah wujud, dan di seluruh wilayah Indonesia saat Matahari terbenam, Bulan berada di atas ufuk.

Tanggal 1 Zulhijah 1444 H jatuh pada hari Senin Legi, 19 Juni 2023.

Hari Arafah (9 Zulhijah 1444 H) jatuh pada hari Selasa Wage, 27 Juni 2023.

Idul Adha (10 Zulhijah 1444 H) jatuh pada hari Rabu Kliwon, 28 Juni 2023.

Dengan perbedaan ini, Pemerintah berharap masyarakat memiliki sikap toleransi dan saling menghargai.

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi berharap tidak ada yang menonjolkan perbedaan.

"Kita harus memiliki sikap toleransi, tasamuh, kita harus saling menghargai perbedaan yang terjadi," terangnya.

Ia menekankan, hendaknya masyarakat harus mencari titik temu dari persamaan-persamaan yang dimiliki.

"Kami berharap tidak ada yang menonjolkan perbedaan. Akan tetapi harus mencari titik temu dari persamaan-persamaan yang dimiliki," ujarnya.

Senada dengan Kementerian Agama, Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, KH Abdullah Jaidi, menyarankan umat Islam mengutamakan ibadah kurban daripada menonjolkan perbedaan dalam penetapan Idul Adha 1444 Hijriah atau 2023.

"Di bulan Zulhijah ini ada kurban. Kurban adalah bentuk kesalehan sosial kita," kata Abdullah.

Menurut Abdullah, ibadah kurban pada Idul Adha adalah wujud kesalehan sosial umat Islam dan peduli akan sesama umat manusia sebagai anggota masyarakat.

"Mudah-mudahan perbedaan ini bisa tersingkirkan dengan pemahaman kita tentang Idul Adha sehingga kita saling bersama-sama saling membantu," ujar Abdullah.

(Tribun-Video.com/ Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Alasan Pemerintah Tetapkan Idul Adha Jatuh pada 29 Juni 2023

HOST: BIMA MAULANA
VP: Erwin Joko P

Editor: Sigit Ariyanto
Videografer: Restu Riyawan
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #LIVE UPDATE   #Idul Adha   #Pemerintah   #Muhammadiyah

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved