TRIBUNNEWS UPDATE
AS 'Takluk' hingga Tak Bisa Lepas dari Rusia Gara-gara Ketergantungan Beli Uranium Nuklir
TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat salah satu negara yang mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.
Sehingga Washington gencar membantu Kiev hingga memberikan sanksi untuk Moskow.
Namun rupanya, Rusia memiliki taktik mencengkram Amerika Serikat.
Taktik tersebut mampu membuat Washington takluk dan tak bisa lepas dari Rusia.
Baca: HEBOH, Prabowo Subianto Disebut The New Soekarno seusai Tawarkan Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina
Hal itu dikarenakan negara yang dipimpin Presiden Joe Biden berlangganan membeli uranium nuklir ke Moskow.
Adapun uranium nuklir ini dibeli dari anak perusahaan Rosatom yang merupakan badan nuklir milik Rusia.
The New York Times melaporkan setidaknya AS mengeluarkan sekira 1 miliar US dollar per tahun.
Sehingga dana ini menjadi aliran uang tersisa yang paling signifikan dari Washington ke Rusia.
Baca: Serangan Rudal Rusia di Kota Pelabuhan Odessa, Tewaskan 3 Orang dan Melukai Tujuh Lainnya
Sementara aliran dana ini terus mengucur di tengah sanski ekonomi ke Moskow.
Dilaporkan ketergantungan terhadap tenaga nuklir ini lantaran AS tidak memiliki perusahaan yang memperkaya uranium.
Memang mulanya, negara tersebut pernah ada di posisi mendominasi pasar.
Namun serangkaian faktor sejarah membuat Washington menghentikan pengayaan uranium seluruhnya.
(Tribun-Video.com/New York Times)
Artikel ini telah tayang di NYtimes.com dengan judul The U.S. Is Paying Billions to Russia’s Nuclear Agency. Here’s Why.
Host: Maria Nanda
Vp: Mellinia Pranandari
# Rusia # Ukraina # Perang # Nuklir
Reporter: Maria Nanda Ayu Saputri
Video Production: Mellinia Pranandari Putri Kristianto
Sumber: Tribunnews.com
Tribun Video Update
Iran Lakukan Operasi Intelijen di Banyak Provinsi, Tangkap Ratusan Mata-mata yang terkait AS-Israel
Selasa, 31 Maret 2026
Tribun Video Update
Serangan Kombinasi Hizbullah Sasar Benteng Tentara Israel, Bersumpah Lakukan Konfrontasi Tanpa Henti
Selasa, 31 Maret 2026
Mancanegara
PERINGATAN KERAS IRAN Jika Nekat Memulai Perang Darat: Tentara AS akan Jadi Santapan Hiu
Senin, 30 Maret 2026
Mancanegara
PBB KECAM KERAS! Guterres: Serangan ke Penjaga Perdamaian di Lebanon Bisa Jadi Kejahatan Perang
Senin, 30 Maret 2026
Mancanegara
KAPAL RUSIA TIBA DI INDONESIA, Kolaborasi Maritim Penguatan Hubungan Militer Bilateral
Senin, 30 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.