LIVE UPDATE
Buka Topeng AS, Patrushev Sebut Washington Tak Mau Rusia Jadi Negara Kuat & Cuma Manfaatkan Ukraina
TRIBUN-VIDEO.COM - Kepala Dewan Keamanan Rusia Nikolay Patrushev membeberkan, sebenarnya Amerika Serikat (AS) tidak ingin Rusia menjadi kuat.
Dikutip dari RT.com pada Kamis (8/6/2023), AS berupaya memecah Rusia.
Hal ini agar memiliki kekuasaan penuh atas wilayah Eurasia dan memompa sumber daya.
Baca: Perang Makin Kacau! Rusia Tembak Jatuh Drone Sendiri yang Dikira Milik Ukraina di Krimea
“Agar memiliki kekuasaan penuh atas wilayah Eurasia dan memompa sumber daya," ujarnya.
Oleh karenanya, AS memanfaatkan Ukraina sebagai alat untuk mengobarkan perang melawan Rusia.
Bahkan, Patrushev mengungkapkan AS telah membuat seluruh Eropa bertekuk lutut.
Hal ini untuk memaksimalkan keuntungan ekonomi AS dengan melemahkan Uni Eropa.
Dengan kata lain Uni Eropa dan NATO dimanfaatkan untuk tunduk pada kepentingan AS.
Patrushev menegaskan, Ukraina harus menjadi negara netral.
Baca: Rusia Babat 3 Tim Tentara Rahasia Ukraina di Kupyansk, Puluhan Alat dan Kendaraan Tempur Diratakan
Diungkapkan tidak ada perang antara rakyat Ukraina dan Rusia.
Rusia berupaya mengganti rezim Nazi Kyiv bentukan Barat.
Ia menekankan, Ukraina harus dibuat menjadi negara netral. (Tribun-Video.com/ rt.com)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di RT.com dengan judul Russia seeks to replace ‘Nazi regime’ in Ukraine – security chief
# LIVE UPDATE # Rusia # Rusia # Ukraina # Amerika Serikat
Video Production: Anggraini Puspasari
Sumber: Tribun Video
Konflik Timur Tengah
Negosiasi 21 Jam Berakhir Nihil, Iran Mengadu ke Putin, Sebut AS Terlalu Paksakan Kehendak
4 jam lalu
Mancanegara
Nekat! Kapal Rusia Dobrak Blokade AS di Selat Hormuz, Padahal Armada Laut Kena Sanksi Barat
4 jam lalu
Mancanegara
Menlu Iran Blak-blakan, Ini Alasan Temui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow
4 jam lalu
Konflik Timur Tengah
Strategi Negosiasi Iran Dianggap Cemerlang, Kanselir Jerman: AS Dipermalukan Teheran
4 jam lalu
Konflik Timur Tengah
Sebut Iran Terampil dalam Strategi Negosiasi, Kanselir Jerman: AS Dipermalukan Teheran
5 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.