Tribunnews Update
Prabowo Dianggap Blunder Susulkan Proposal Damai Rusia Ukraina, akankah Pengaruhi Elektabilitas?
TRIBUN-VIDEO.COM - Proposal damai yang disodorkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam penyelesaian konflik Rusia Ukraina dianggap blunder.
Bahkan, sejumlah pihak menganggap wawasan Prabowo Subianto kurang lewat usulan penyelesaikan konflik ini.
Lalu akankah statement Prabowo akan berdampak pada turunnya elektabilitas sang menhan pada gelaran Pilpres 2024 mendatang?
Dalam beberapa hasil survei, Prabowo Subianto memang menempati posisi pertama.
Baca: [FULL] Jawaban Menohok Prabowo Subianto Dicecar Perwakilan Eropa soal Proposal Damai Rusia Ukraina
Kemudian disusul oleh Ganjar Pranowo dengan paut angka yang cukup besar, dan dilanjutkan Anies Baswedan di posisi ketiga.
Dikutip dari Kompas.com, Ketua Badan Pengurus Centra Initiative Al Araf menilai, opsi yang disampaikan Prabowo dalam konflik Rusia Ukraina adalah gagasan buruk.
"Ini adalah bentuk invasi satu negara ke negara lain, bukan konflik internal," tegas Araf dalam siaran pers, Rabu (7/6/2023).
Selain buruk, Al Araf juga menilai gagasan referendum tersebut aneh.
Baca: Pilpres Makin Riuh! Ganjar-Anies Blak-blakan Saling Sindir, Prabowo Pilih Berdiri di Garis Tengah
Pasalnya, Ukraina merupakan bangsa yang merdeka dan berdaulat, sehingga gagasan referendum merupakan tawaran yang keliru.
Menurutnya, konsep ini tak sejalan dengan konstitusi yang menegaskan pentingnya Indonesia menghormati kedaulatan negara lain.
Menurutnya, usulan Prabowo sudah bertentangan dengan konstitusi.
"Dalam kebijakan luar negari yang sesuai konstitusi maka kebijakan luar negeri kita harus menghormati kedaulatan negara lain dan perdamaian dunia," tegas Araf.
Ia menambahkan, konsep referendum yang diusulkan Prabowo juga tidak mencerminkan penghormatan hak asasi manusia (HAM).
Baca: Gerindra Bakal Minta Pendapat Presiden Jokowi Sikapi Usulan Erick Thohir Jadi Cawapres Prabowo
Dengan tegas, Araf menyebut, adanya konsep referendum itu justru menunjukkan rendahnya wawasan internasipnal dan hukum internasional Prabowo Subianto.
"Proposal Pemerintah RI yang disampaikan oleh Menhan Prabowo terkait agresi Rusia atas Ukraina mencerminkan rendahnya wawasan internasional dan hukum internasional Pemerintah RI khususnya Menteri Pertahanan," terang dia.
Proposal perdamaian yang disodorkan Prabowo terkait perang Ukraina dan Rusia memantik perdebatan dari dalam dan luar negeri.
Sebab, Prabowo mengusulkan Ukraina dan Rusia melakukan gencatan senjata.
Tak hanya itu, Prabowo mendorong Ukraina dan Rusia mundur sejauh 15 kilometer dari titik gencatan senjata.
Prabowo bahkan meminta PBB membentuk pasukan perdamaian untuk ditempatkan di zona demiliterisasi. (Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Proposal Referendum Prabowo Terkait Perang Ukraina-Rusia Dinilai Gagasan Buruk"
Host: Nila Irda
Vp: Lutfi Tursilowati
# Prabowo # Blunder # Proposal Damai # rusia ukraina damai # elektabilitas
Reporter: Nila
Sumber: Kompas.com
Nasional
Prabowo Ungkap Jadi Presiden Bukan Pekerjaan yang Enak, Beri Peringatan untuk Capres
1 hari lalu
Tribunnews Update
Suasana Istana seusai Prabowo Pimpin Rapat Kerja Lebih dari 4 Jam, Bahas Agenda Strategis Nasional
1 hari lalu
tribunnews update
Prabowo Putuskan Turunkan Biaya Haji Rp 2 Juta Meski Harga Avtur Naik, Antrean Jadi 26 Tahun
1 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Taklimat Prabowo Singgung soal Impeachment, Pemerintah Bisa Diganti Sesuai Mekanisme yang Baik
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.