Senin, 18 Mei 2026

Mancanegara

Zelensky dan Marcon Janjian Buat 'KTT Perdamaian', Rusia Tak akan Diundang dalam Pertemuan

Jumat, 2 Juni 2023 15:03 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Ukraina Vladimir Zelensky dan para pendukungnya dari Eropa Barat mengadakan pertemuan puncak untuk membangun dukungan bagi rencana perdamaian Kiev.

Rencana tersebut dianggap tidak dapat diterima oleh Rusia.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menawarkan untuk menjadi tuan rumah KTT di Paris, sementara Denmark dan Swedia juga mengajukan diri sebagai tuan rumah.

Meskipun tidak ada daftar tamu yang muncul, para pejabat Eropa dilaporkan telah menjangkau Brasil, India, China, dan negara-negara non-Barat lainnya.

Seorang seorang diplomat anonim menyatakan bahwa Rusia tidak akan diundang dalam agenda tersebut.

“Kami membutuhkan rencana terpadu dari dunia beradab yang bertanggung jawab yang benar-benar ingin hidup dalam damai,” kata kepala staf Zelensky, Andrey Yermak, kepada Wall Street Journal.

Sebelumnya, Rusia juga telah dengan tegas menolak apa yang disebut rencana kecepatan Ukraina.

Diterbitkan akhir tahun lalu, rencana tersebut menuntut agar Rusia menyerahkan kembali wilayah Donetsk, Lugansk, Kherson, dan Zaporozhye ke Kiev, sementara juga melepaskan kendali Krimea, yang memilih untuk bergabung dengan Federasi Rusia pada tahun 2014.

Rencana tersebut juga menuntut Rusia membayar ganti rugi ke Ukraina dan menyerahkan pejabatnya untuk menghadapi pengadilan internasional.

Sangat tidak mungkin bahwa pertemuan puncak yang tidak diundang Rusia, yang diselenggarakan oleh negara-negara yang saat ini membiayai militer Ukraina, akan mengubah pikiran di Kremlin.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan pekan lalu bahwa rencana Ukraina pada dasarnya melibatkan "kapitulasi Rusia."

Proses perdamaian diakui tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan seluruh dunia, termasuk para pemimpin Global South.

Zelensky juga baru-baru ini membuat tawaran ke dunia non-Barat, berpidato di Liga Arab di Arab Saudi bulan ini dan berbicara dengan bahasa China.

Namun, penjangkauan ini kadang-kadang terkesan kaku, dengan Zelensky menuduh anggota Liga Arab mengalah pada “pengaruh Rusia,” sebelum melewatkan pertemuan dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di KTT G7 di Jepang.

Bulan lalu, penasihat utama Zelensky, Mikhail Podoliak, menuntut China "membuat pilihan" untuk mendukung Ukraina dan Barat atau "kehilangan pengaruhnya" dalam urusan dunia.

Padahal China telah merilis rencana perdamaian 12 poinnya sendiri, yang meskipun ditolak oleh AS dan sekutu NATO-nya, telah mendapat dukungan di banyak dunia, termasuk Rusia. (*)


Artikel ini telah tayang di https://www.rt.com/news/577217-zelensky-macron-peace-summit/

#beritaterbaru #beritaterkini #beritaviral #live #breakingnews #zelensky #volodymyrzelenskyy #emmanuelmacron #putin #vladimirputin #ukraina #perangrusiavsukraina

Editor: Restu Riyawan
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved