TRIBUNNEWS UPDATE
Putin Ngaku Terpaksa Gempur Ukraina Gegara Ini, Ungkap Target-target Serangan yang Disasar
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin membocorkan target-target yang disasar militernya di Ukraina.
Ia mengaku terpaksa meluncurkan operasi militer khusus ke Ukraina karena ulah rezim Kyiv sendiri,
Hal ini disampaikan Kepala Negara dalam wawancara dengan Direktur Jenderal Badan Inisiatif Strategis Svetlana Chupsheva di ruang kreatif Zotov Center, Moskow pada Selasa (30/5/2023).
Rilis wawancara ini termuat dalam laman resmi Istana Kremlin, Rusia.
Topik dari wawancara itu terkait dengan pendapat Putin soal serangan drone Ukraina ke Ibu Kota Rusia, Moskow.
Ia mengaku Rusia ditipu NATO yang pada akhirnya melakukan ekspansi ke Eropa timur.
Hingga mencapai Ukraina yang berbatasan langsung dengan Rusia.
Baca: Putin Akui Rusia Ditipu NATO-Ukraina: Nekat Ekspansi Dekati Wilayah Moskwa, Diam-diam Bangun Militer
"Kami tidak hanya ditipu dan diberitahu bahwa tidak akan ada ekspansi NATO ke timur, tetapi kemudian, mereka juga mencapai Ukraina," terangnya.
Pada 2014, mereka melakukan kudeta dan mulai menghancurkan semua orang yang ingin membangun hubungan normal dengan Rusia.
Diungkapkan, mereka juga melancarkan perang dan operasi militer di Donbass.
Menurut Putin mereka secara terbuka mengakui menipu Rusia hanya untuk membangun kemampuan militer mereka dan melancarkan permusuhan.
Termasuk terhadap Krimea.
Baca: Negara Tetangga Rusia Tolak Tawaran Senjata Nuklir dari Sekutu Putin: Saya Menghargai Lelucon Dia
Putin mengungkapkan Ukraina yang dibekingi Barat berani menyerang wilayah itu dengan drone.
Menurutnya, Angkatan Bersenjata Rusia pun harus merespons.
Rusia terpaksa merespons perang yang dilancarkan rezim Ukraina di Donbass.
Putin mengambil kebijakan menyerang wilayah Ukraina.
Target-target yang disasar bukanlah waga sipil Ukraina.
Namun menyasar hanya pada fasilitas infrastruktur militer.
Termasuk gudang amunisi, bahan bakar, pelumas yang digunakan untuk operasi tempur.
Selain itu, pasukannya menyerang pusat-pusat pengambilan keputusan salah satunya markas besar intelijen militer Ukraina.
"Angkatan Bersenjata Rusia, yang harus merespons - Rusia terpaksa merespons perang yang dilancarkan rezim Ukraina di Donbass. Kami semua harus merespons dengan meluncurkan operasi militer khusus. Kami menyerang wilayah Ukraina, tetapi dengan senjata presisi jarak jauh, hanya pada fasilitas infrastruktur militer, baik di gudang amunisi atau bahan bakar dan pelumas yang digunakan untuk operasi tempur," ujarnya.
"Kami telah berbicara tentang kemungkinan menyerang pusat-pusat pengambilan keputusan. Tentu saja, markas besar intelijen militer Ukraina adalah salah satunya, dan serangan terhadap target ini telah dilakukan dua atau tiga hari yang lalu," terangnya.
(Tribun-Video.com/ Bima Maulana)
#beritaterbaru #beritaterkini #beritaviral #live #breakingnews
#kremlin #vladimirputin #ukrainewar #russiaukrainewar #donbass
Video Production: Okwida Kris Imawan Indra Cahaya
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Penyelamatan Pilot di Iran Dinilai Kedok, Mantan Analis CIA Bongkar Tujuan AS Curi 400 Kg Uranium
3 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Iran: Alarm Perang Besar ! AS Ambil Alih Teheran, IRGC Bersiap Pakai Senjata Pamungkas
3 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Jepang Turun Tangan! PM Takaichi Tawarkan Siap Buka Dialog dengan Iran di Tengah Krisis Hormuz
3 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Mentan Amran Pastikan Stok Beras RI Aman, Capai 4,6 Juta Ton di Tengah Ancaman Godzilla El Nino
3 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Siapkan Jawaban soal Proposal 15 Poin Damai AS, Sebut Usulan dari Washington Berlebihan
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.