Tribunnews Update
Polemik Jalan Non-Tol Era Jokowi & SBY, Pengamat: Anies Baswedan tak Salah Interpretasikan Data
TRIBUN-VIDEO.COM - Polemik perbandingan jalan tol dan non tol era kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono belum berakhir.
Seperti diketahui polemik tersebut berawal dari pidato Anies Baswedan dalam gelaran acara Milad ke-21 PKS di Istora Senayan Jakarta pada Sabtu (20/5).
Merespons polemik yang kian memanas, Direktur Eksekutif lembaga Development Technology Strategy (DTS), Ainul Huda membuka suara.
Dilansir dari Tribunnews.com, menurut Ainul Huda tak ada kesalahan interpretasi terhadap data panjang jalan yang disampaikan Anies.
Baca: Berseberangan! Gen Z Cenderung Milih Prabowo-Ganjar Dipilih Baby Boomers, Anies Generasi Matang
Ainul Huda menyatakan, Anies kala itu membeberkan data panjang jalan dari Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan tingkat kewenangan sejak 2004-2021.
Menurutnya, penambahan jalan periode 2004-2014 era SBY mencapai 14.483 kilometer per tahun.
Sedangkan penambahan panjang jalan era Jokowi mencapai 28.363 km, atau 3.545 km per tahun.
“Jika melihat data BPS tersebut, perubahan panjang jalan di suatu tahun dapat diterjemahkan sebagai kemunculan atau penambahan jalan baru, karena adanya pembangunan jalan, dari tidak ada menjadi ada,” tutur Ainul.
Baca: Masih Tirakat? Anies Baswedan Kunjungi Ponpes Darul Muttaqin di Turen Kabupaten Malang Miliki Tujuan
Jadi pendapat bahwa data BPS mencerminkan pembangunan atau penyediaan jalan secara umum pada periode 2004-2014 lebih masif daripada periode 2014-2021, tidak salah”, jelas Ainul.
Lanjut Ainul menyatakan, jalan umum atau jalan non-tol merupakan fasilitas publik.
Atas hal tersebut menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan demi mendukung serta memperlancar kegiatan masyarakat.
Lantas, peningkatan panjang jalan berdasar data BPS merupakan campur tangan pemerintah dalam upaya meningkatkan penyediaan barang publik.
“Orang mungkin bisa bilang bahwa penambahan tersebut tidak serta merta adalah pembangunan jalan baru, tetapi karena perubahan status atau kewenangan dari jalan tersebut. Namun demikian, akan lebih sulit mendukung pendapat ini. Data BPS tidak mengatakan demikian,” jelasnya. (Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polemik Panjang Jalan Non-Tol, Pengamat: Anies Baswedan Tak Salah Interpretasikan Data BPS
Host: Adilla Risna
Vp: Dedhi Ajib
# polemik # jalan nasional # Jokowi # Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) # Anies Baswedan
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Dedhi Ajib Ramadhani
Sumber: Tribunnews.com
tribunnews update
Isi Pertemuan Dubes Iran dengan Jokowi di Solo, Bahas Dampak Perang AS-Israel hingga
Rabu, 1 April 2026
Terkini Nasional
RJ Rismon Ditandatangani Lechumanan hingga Ade Darmawan, Pengacara Dokter Tifa: Harusnya Jokowi
Rabu, 1 April 2026
Terkini Nasional
Ada Apa? Dubes Iran Tiba-tiba Temui Jokowi di Solo hingga Respons Jokowi soal Selat Hormuz
Rabu, 1 April 2026
Terkini Nasional
TIBA-TIBA DUBES IRAN TEMUI JOKOWI DI SOLO, Lapor Perang AS-Israel, Begini Kata Presiden ke-7 RI
Rabu, 1 April 2026
Terkini Nasional
UPDATE Kasus Rismon: Restorative Justice Hampir Rampung, SP3 Tinggal Menunggu Tanda Tangan 3 Pelapor
Rabu, 1 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.