Mancanegara
Bela Ukraina, Pasukan Anti-Putin akan Serang Rusia Lagi, Ingin Serang Perbatasan Rusia di Belgorod
TRIBUN-VIDEO.COM - Denis Kapustin, komandan milisi Rusia yang melakukan serangan di Belgorod (perbatasan Rusia-Ukraina), ingin meluncurkan lebih banyak serangan ke Rusia.
Ia menggambarkan dirinya sebagai komandan Korps Relawan Rusia (RVC) saat memberikan pernyataannya pada Rabu (24/5/2023).
Denis Kapustin alias White Rex muncul setelah Kementerian Pertahanan Rusia meluncurkan serangan balasan yang disebut 'Operasi Kontra-teroris' kepada milisi di Belgorod, Rusia, pada Selasa (23/5/2023).
Komandan itu mengklaim, dua orang pejuangnya tewas dan 10 lainnya terluka dalam serangan itu.
Selain itu, Denis Kapustin mengklaim pejuangnya telah mengambil kendaraan lapis baja Rusia dan senjata anti-drone sebagai piala atas serangan kelompoknya di Belgorod, dikutip dari Reuters.
"Saya pikir Anda akan melihat kami lagi di sisi itu," kata Denis Kapustin.
"Saya tidak bisa mengungkapkan hal-hal yang akan datang itu, saya bahkan tidak bisa mengungkapkan arahnya. Perbatasannya cukup panjang. Sekali lagi akan ada titik di mana hal-hal akan menjadi panas," lanjutnya.
Baca: Ampuh Libas Infrastruktur Ukraina, Iran Pasok Drone Shahed Mematikan Lagi ke Rusia, Zelensky Marah
Sumber Senjata Korps Relawan Rusia
Denis Kapustin berulang kali ditanya tentang laporan media Barat soal milisinya telah menggunakan peralatan militer AS untuk membantu Ukraina mempertahankan diri dari invasi Rusia, tapi menolak untuk menjawab secara langsung.
"Saya tahu persis dari mana saya mendapatkan senjata saya. Sayangnya bukan dari mitra Barat," katanya.
Dia juga mengatakan peralatan militer Barat telah direbut oleh Rusia dalam pertempuran untuk Bakhmut di Ukraina.
Denis Kapustin menyebut, peralatan semacam itu dapat dibeli di pasar gelap.
“Saya kira saya sudah menjelaskan, bantuan militer Barat sayangnya bolak-balik, digerebek. Di Bakhmut misalnya saya tahu banyak kendaraan lapis baja, kendaraan lapis baja Amerika, digerebek oleh pasukan Rusia,” katanya.
"Pihak berwenang Ukraina memang menyemangati kami, tapi tidak menyediakan senjata atau peralatan atau instruksi untuk misi ini," tambah Denis Kapustin.
Denis Kapustin mengatakan Ukraina hanya mendukung RVC dengan informasi, bensin, makanan, dan obat-obatan.
"Dan, tentu saja, militer Ukraina membawa kami yang terluka. Tapi lebih dari ini akan mempersulit keadaan," lanjutnya.
"Setiap keputusan yang kami buat ... di luar perbatasan negara adalah keputusan kami sendiri. Tentunya kami dapat meminta bantuan rekan-rekan (Ukraina) kami, teman-teman dalam perencanaan," katanya.
Baca: Jadi Andalan AS! Ini Kehebatan USS Gerald R. Ford Kapal Induk Terbesar di Dunia Mampu Gertak Rusia
RVC mengatakan kelompoknya terdiri dari orang-orang Rusia yang berjuang untuk Ukraina, dan melawan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Rencana masa depan kami adalah wilayah baru Federasi Rusia, yang pasti akan kami masuki... Anda harus bersabar sedikit, dan tunggu beberapa hari saja," kata Denis Kapustin.
“Saya ingin membuktikan kepada mereka (Rusia), Anda dapat melawan para tiran dan bahwa kekuatan Putin tidak terbatas,” katanya, dikutip dari Al Jazeera.
2 Kelompok Milisi di Ukraina Akui Serang Belgorod
Ukraina mengatakan, serangan di Belgorod itu dilakukan oleh warga Rusia menjadi oposisi Presiden Vladimir Putin.
Dua kelompok milisi yang beroperasi di Ukraina, Korps Relawan Rusia (RVC) dan Legiun Kebebasan Rusia, telah mengaku bertanggung jawab dalam serangan ke Belgorod yang diluncurkan pada Senin (22/5/2023), dikutip dari Reuters.
Militer Rusia mengatakan telah mengusir para militan dengan artileri dan jet.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim 70 militan tewas dalam serangan balasan Rusia yang disebut 'operasi kontra-teroris'.
Sementara militan yang selamat telah didorong kembali ke Ukraina.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bela Ukraina, Pasukan Anti-Putin Ingin Luncurkan Lebih Banyak Serangan di Perbatasan Rusia
# Rusia # Ukraina # Vladimir Putin # Perang
Video Production: Muhammad Taufiqurrohman
Sumber: Tribunnews.com
LIVE UPDATE
Ketegangan di Selat Hormuz! Detik-detik Kapal Perang AS Alihkan Kapal Iran
53 menit lalu
Tribun Video Update
Militer Israel Akui Pihaknya di Posisi Siaga Tinggi, Antisipasi Gencatan dengan Iran-Lebanon Runtuh
1 jam lalu
Tribun Video Update
Peringatan Kepala Komando Pusat AS: Kami Awasi Setiap Kapal di Setiap Pelabuhan, Tanpa Pengecualian
1 jam lalu
Tribunnews Update
Iran Ungkap 3 Syarat Kapal Bisa Lewati Selat Hormuz, IRGC Bakal Hancurkan Kapal AS dan Sekutunya
1 jam lalu
Tribun Video Update
Usulan AS soal Akses Penuh Pesawat Militer Lewati Indonesia Disebut Bisa Seret RI ke Pusaran Konflik
1 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.