Jumat, 10 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Klaim Kuasai Bakhmut, Rusia Segera Dirikan Pemerintah Wilayah dan Hapus Ranjau

Kamis, 25 Mei 2023 11:50 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Rusia mulai bekerja di Kota Bakhmut, Ukraina, setelah mengklaim merebut seluruh kota itu.

Rusia juga mulai menyebar polisi untuk memeriksa seluruh Kota Bakhmut.

“Mulai hari ini, kami telah membawa Kementerian Dalam Negeri Federasi Rusia ke Artemovsk (Bakhmut),” kata Denis Pushilin, kepala wilayah Donetsk yang ditunjuk Rusia, Rabu (24/5/2023).

Ia mengatakan, polisi akan ditugaskan untuk mencari dan mengevakuasi warga sipil yang mungkin masih berada di kota.

Dia mencatat, Kementerian Situasi Darurat dan badan Rusia lainnya juga akan mulai beroperasi di Bakhmut setelah pekerjaan dasar diselesaikan.

"Setelah itu, pekerjaan penghapusan ranjau kota akan dimulai," katanya, dikutip dari RT.

Rusia Klaim Kuasai Bakhmut

Pada Sabtu (20/5/2023), bos perusahaan militer swasta Wagner, Yevgeny Prigozhin mengumumkan operasi untuk mengambil alih Bakhmut telah berakhir dan kota itu telah direbut sepenuhnya oleh Rusia.

"Hari ini, jam 12 siang, Bakhmut diambil habis-habisan," ujarnya, Sabtu (20/5/2023).

"Kami benar-benar mengambil seluruh kota, dari rumah ke rumah," katanya, dikutip dari Reuters.

Dia juga mengatakan, Grup Wagner akan tetap berada di Bakhmut hingga Kamis (25/5/2023).

Setelah itu, mereka akan menyerahkan kendali kota kepada Kementerian Pertahanan Rusia dan mengambil cuti untuk beristirahat dan berkumpul kembali.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi operasi untuk merebut kota tersebut telah berhasil dilakukan oleh PMC Wagner dengan dukungan artileri dan udara dari pasukan reguler Rusia.

Presiden Vladimir Putin telah mengucapkan selamat kepada prajurit Wagner dan pasukan militer Rusia atas keberhasilan mereka.

Ukraina sejauh ini menolak untuk mengakui kehilangan kota Bakhmut.

Kementerian Pertahanan Ukraina bersikeras dengan mengatakan pertempuran untuk kota Bakhmut masih berlangsung.

Namun, pada saat yang sama, penasihat senior Presiden Vladimir Zelensky, Mikhail Podoliak, pada Minggu (21/5/2023) bersumpah angkatan bersenjata Ukraina pasti akan merebut kembali kota Bakhmut.

Baca: Wagner Ungkap Kerugian Mengerikan di Bakhmut 20 Ribu Tentara Tewas, Tapi Masih Lebih Banyak Ukraina

Baca: Kibarkan Bendera PMC Tanda Kemenangan Rusia, Wagner Klaim Kuasai Bakhmut: Ukraina Bantah Keras!

Ukraina Pantang Menyerah

Wakil Menteri Pertahanan, Hanna Maliar mengatakan pasukan Rusia berusaha untuk memperkuat posisi mereka di sisi pinggiran Bakhmut.

"Rusia mengandalkan penembakan terus-menerus untuk mencapai tujuan ini," kata Hanna Maliar, Rabu (24/5/2023), dikutip dari Kyiv Independent.

Menurutnya, jumlah keseluruhan serangan Rusia telah menurun saat unit diganti.

Sementara itu, ia mengklaim pasukan Ukraina membuat kemajuan bertahap.

Pasukan Ukraina masih menguasai sebagian wilayah barat daya kota Bakhmut.

Kyiv Independent melaporkan pada 22 Mei 2023, Bakhmut secara efektif telah diduduki oleh pasukan Rusia, meski belum dikonfirmasi oleh pemerintah Ukraina.

Hal itu terbukti berdasarkan pernyataan resmi dan yang dibuat oleh tentara di lapangan kepada Kyiv Independent.

Namun, pasukan Ukraina masih terlibat dalam pertempuran di sekitar Bakhmut.

Kota Bakhmut

Bakhmut adalah sebuah kota pertambangan garam dengan populasi pra-perang mencapai 72.000.

Kota ini telah menjadi panggung pertempuran berdarah selama berbulan-bulan karena Bakhmut dipandang sebagai benteng strategis utama di wilayah Donetsk.

Pasukan Rusia hampir mengepungnya dan secara metodis mendorong Tentara Ukraina dari pinggiran barat.

Kota ini sebagian besar telah hancur selama pertempuran. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Klaim Kuasai Bakhmut, Rusia Segera Dirikan Pemerintah Wilayah dan Hapus Ranjau

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Dandi Bahtiar
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Rusia   #Ukraina   #Bakhmut   #ranjau

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved