Sabtu, 25 April 2026

Terkini Daerah

Bahan Kimia Sebabkan Api Susah Padam Setelah Berjam-jam pada Kebakaran Pabrik Cat di Jakarta Utara

Senin, 8 Mei 2023 21:40 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM, PENJARINGAN - Kebakaran yang melanda pabrik cat di Jalan Bandengan Terusan, Penjaringan, Jakarta Utara belum juga padam setelah 4 jam, Senin (8/5/2023) petang.

Keberadaan bahan kimia mudah terbakar di dalam pabrik menjadi penyebab sulitnya proses pemadaman.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan, bahan kimia di dalam pabrik merupakan material cat dan tiner.

"Jadi bahan materialnya yang terbakar ini sulit dipadamkan, karena kan kita ketahui bahwa kalau material cat itu kan banyak bahan kimia," kata Satriadi di lokasi.

"Seperti thinner dan bahan-bahan cat yang siap dijual dan itu tumpukan-tumpukan," sambungnya.

Satriadi menjelaskan, area pabrik yang terbakar luasnya sekitar 2.100 meter persegi.

Baca: Pedagang Berduka, 13 Ruko & 4 Gudang Pasar Ludes Dilalap Api saat Kebakaran Pasar Pagi Nunukan

Untuk memadamkan api yang berkobar sejak sekitar pukul 14.00 WIB, sebanyak 35 unit mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan.

Hingga pukul 18.00 WIB petang ini, petugas masih menyisir separuh bagian pabrik untuk melakukan penyemprotan.

"Jadi sekarang pola penyerangannya sudah karena sudah kami lokalisir, hanya tinggal sebelah Sisi setengah dari bangunan yang kita coba padamkan," tandasnya.

Kaleng-kaleng Cat Meleleh

Adapun sejumlah kaleng cat meleleh dalam kebakaran pabrik cat Trico Paint Indonesia - Kuda Terbang siang ini.

Kaleng-kaleng cat itu terdampak kobaran api yang merembet dari ruang kantor sampai ke gudang di dalam area pabrik.

Pantauan TribunJakarta.com, keberadaan kaleng-kaleng cat yang meleleh ini di bagian belakang gudang.

Sebagian meleleh, sementara kaleng-kaleng lainnya tampak gosong atau bahkan ada yang hangus.

Di sisi lain, pada bagian gudang paling belakang, karyawan berupaya menyelamatkan kaleng-kaleng cat yang masih utuh supaya tidak terbakar.

Ratusan kaleng yang masih berada dalam kardus maupun sudah berserakan di gudang diangkut menggunakan troli.

Baca: Fakta-Fakta Kebakaran di Kapal Ferry KMP Royce 1, Penumpang Sempat Keluhkan Sesak Napas

Suhadi (47), karyawan pabrik mengatakan, sebagian kaleng-kaleng cat yang terbakar itu memang sudah tak sempat diselamatkan karena api sudah begitu cepat merembet dari ruangan yang satu ke ruangan yang lainnya.

"Itu sudah cepat banget api menggulung dan sebagian cat ini terbakar," kata Suhadi di lokasi, Senin sore.

Suhadi mengungkapkan, pada saat kejadian, dirinya hendak berbelanja keperluan kantor.

Suhadi yang sudah mempersiapkan sepeda motornya untuk keluar pabrik tiba-tiba ditelpon atasan untuk segera datang ke ruangan kantor di lantai 2.

Pada saat itu, Suhadi sudah melihat api yang membumbung dari plafon lantai 2 pabrik cat tersebut.

"Awalnya api dari dalam plafon di atas, terus kita bawa APAR naik ke atas, nggak mempan," katanya.

Bersama salah seorang rekan kerjanya, Suhadi pun naik ke lantai 2 ruangan kantor serta berupaya memadamkan api yang semakin hebat berkobar.

Suhadi bersama rekannya itu hanya membawa alat pemadam api ringan (APAR) sehingga upaya pemadaman pun sia-sia.

Apalagi, asap hitam mulai membumbung dan membuat perih mata.

"Sudah gitu namanya asap tebal kita kan nggak kuat, mata sudah perih, akhirnya pada turun semua," kata Suhadi.

Dijelaskan Suhadi, dari ruangan kantor, api terus merembet sampai ke area lainnya di dalam pabrik cat tersebut.

Kobaran api merembet sampai ruang produksi dan gudang tempat penyimpanan kaleng-kaleng cat.

Bahkan, api juga sudah merembet ke tempat usaha lainnya yang ada persis di sebelah pabrik.

"Ini pabrik cat, sebagian (cat) pada terbakar. Sampai ke ujung pinggir dekat SiCepat itu api," kata Suhadi.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Bahan Kimia Sulitkan Petugas, Kebakaran Pabrik Cat di Jakut Susah Padam Setelah Berjam-jam

# kebakaran # bahan kimia # Pabrik Cat # Penjaringan # Jakarta Utara

Baca berita terkait di sini.

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Video Production: Anggraini Puspasari
Sumber: TribunJakarta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved