Minggu, 19 April 2026

Terkini Daerah

Mitos 2 Bulus Penghuni Sendang Bulus Jimbung Klaten, Jelmaan Abdi Dalem yang Dikutuk Raden Patohan

Senin, 1 Mei 2023 13:29 WIB
TribunSolo.com

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUN-VIDEO.COM - Sebuah wisata air bernama Sendang Bulus Jimbung atau Taman Bulusan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menyimpan cerita misteri yang masih dipercaya oleh masyarakat setempat.

Konon, di sendang tersebut terdapat dua hewan bulus yang sangat ikonik yang dikenal dengan nama Kiai Poleng dan Nyai Remeng.

Salah satu penanggung jawab Taman Bulusan Sendang Bulus Jimbung, Mashuri (55) menceritakan mitos tersebut.

Ia mengatakan jika kisah dua bulus yang hidup di sendang tersebut merupakan kisah yang dipercaya warga sekitar.

Diceritakan olehnya, dahulu ada seorang raja bernama Raden Patohan yang tinggal di lokasi tersebut.

Kemudian raja itu didatangi oleh dua abdi dalem bernama Kiai Poleng dan Nyai Remeng itu.

"Dahulu ada seorang raja bernama Raden Patohan yang tinggal disini, didatangi dua abdi dalem bernama Kiai Poleng dan Nyai Remeng," ujar Mashuri saat ditemui TribunSolo.com di lokasi, Minggu (30/4/2023).

Raden Patohan sendiri sebelumnya diceritakan merupakan keturunan Ratu Wiroto asal Jepara.

Dijelaskan olehnya, konon ia dihukum oleh orang tuanya, dimana salah satu kakinya dipotong.

Baca: Masyarakat Serbu Wisata Pacet & Air Terjun Dlundung Majokerto: Pemandian Air Panas hingga Waterpark

Baca: Buat Sandiaga Uno Menitikkan Air Mata, Mari Menilik Kawasan Wisata Religi Desa Bongo

Kemudian, Raden Patohan juga diusir dari kerajaan, hingga pergi bersama  salah satu abdi setia untuk mencari obat hingga ke wilayah Gunung Botak yang berada di sisi selatan Jawa.

Setelah kakinya sembuh, Raden Patohan mendirikan kerajaan di wilayah Jimbung.

Raden Patohan yang memiliki ketampanan dan kewibawaan ternyata membuat seorang putri jatuh cinta.

Putri tersebut berasal dari kerajaan Keling, dikenal sebagai Ratu Keling.

Ratu Keling sebelumnya menyatakan niat melamar Raden Patohan, tapi ditolak langsung oleh Raden Patohan.

Meski ditolak, Ratu Keling tetap berusaha menyatakan perasaan kembali melalui kedua abdi dalemnya yakni Kiai Poleng dan Nyai Remeng.

Raden Patohan yang terdesak dengan permintaan tersebut lalu mengutuk kedua abdi dalem tersebut menjadi bulus.

Setelah mengutuk kedua abdi dalem itu, Raden Patohan lantas meminta mereka tinggal di sendang tersebut.

Kemudian setiap bulan Syawal, sendang tersebut akan didatangi orang-orang.

"Setelah kedua abdi tersebut menjadi bulus, Raden Patohan meminta mereka tinggal di sendang ini, dan nanti setiap bulan Syawal akan didatangi orang," jelas Mashuri.

Kedua bulus tersebut memiliki ukuran yang besar seperti punggung manusia dan dan satunya poleng atau belang.

"Ukurannya kurang lebih 1 meter ada, kalau ciri khusus di punggung ada lekukan seperti punggung manusia dan satunya poleng (belang)," kata Mashuri.

Sayangnya, dua bulus ikonik tersebut sudah lama mati, kini hanya ada keturunannya saja.

(Tribun-Video.com/TribunSolo.com)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Mitos Sendang Bulus Jimbung Klaten, Dihuni 2 Bulus Jelmaan Abdi Dalem yang Dikutuk Raden Patohan

# Wisata Air # Cerita Misteri # Klaten # bulus

Editor: Restu Riyawan
Sumber: TribunSolo.com

Tags
   #Wisata Air   #Cerita Misteri   #Klaten   #bulus

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved