Minggu, 12 April 2026

Malimpa UMS Akan Teliti Sejarah Muslim Suku Kazakh di Mongolia

Sabtu, 8 September 2018 21:16 WIB
Tribun Video

Laporan wartawan Tribun-Video.com, Eleonora Padmasta EW

TRIBUN-VIDEO.COM, SUKOHARJO - Ekspedisi internasional bertajuk "Malimpa UMS International Expedition (MUIE) 2018" tinggal menghitung hari.

Empat anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Muslim Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UKM Malimpa UMS) Solo akan berangkat dari Indonesia menuju Mongolia pada 11 September 2018.

Setelah lolos seleksi, Iqbal Nurii Anam, Dwi Puja Purnama, Ibnu Syarifuddin, dan Ajeng Nurtri Hidayanti melakukan berbagai persiapan untuk menaklukkan Khuiten Peak, puncak tertinggi Mongolia.

Jika berhasil berpetualang di gunung es Tavan Bogd sampai puncaknya itu, mereka akan menjadi pionir dari Indonesia yang menundukkannya.

Namun tak hanya kegiatan fisik, Iqbal dkk rupanya juga akan melakukan penelitian terhadap Suku Kazakh.

"Suku Kazakh adalah kelompok penutur bahasa Turkik yang mendiami bagian utara Asia Tengah (sebagian besar di wilayah Kazakhstan, namun dapat dijumpai di wilayah Tiongkok bagian barat (tepatnya di provinsi Xinjiang), Uzbekistan, Rusia, dan Mongolia)," tulis akun Instagram @muie.2018 sebagai keterangan untuk unggahan pada Jumat (20/7/2018).

Untuk melancarkan penelitian itu, Iqbal, Puja, Ibnu, dan Ajeng akan dibantu oleh tour guide dari Mongolia.

"Kami ada rencana pakai guide yang mendampingi," ungkap Iqbal, yang juga merupakan Ketum Malimpa UMS, saat ditemui Tribun Video di ruang sekretariat Malimpa UMS, Jalan Ahmad Yani Tromol Pos 1, Pabelan, Kartasura, Surakarta, Sabtu (4/8/2018).

"Nanti kami berkomunikasi pakai bahasa Inggris. Bahasa Mongolia mungkin belajar sedikit," kata dia.

Menurut penuturan Iqbal, timnya ingin menelusuri sejarah suku dengan mayoritas pemeluk agama Islam itu.

"Kami ingin menelusuri sejarah kebudayaan Islam Suku Kazakh Nomads," kata dia.

"Jadi nanti kami pakai translator, sudah dari tour agent-nya," terang Iqbal.

Diberitakan sebelumnya, ekpedisi ke Mongolia yang dilakukan Malimpa UMS ini akan menjadi kado ulang tahun kampus mereka, pada 24 Oktober 2018.

Yang membuat kado untuk UMS ini spesial adalah, tim Malimpa akan menjadi tim pertama dari Indonesia yang menapakkan kaki di Khuiten Peak.

"Sebelum menentukan tujuan, kami sudah mencari tahu, dan tim dari Indonesia belum pernah ada yang mencapai Khuiten Peak," kata Iqbal.

"Jadi di saat berhasil, kami dari UMS menjadi tim pertama dari Indonesia yang mencapai titik tersebut," lanjutnya.

Tak hanya ulang tahun kampus, Hari Sumpah Pemuda, yang diperingati setiap 28 Oktober, rupanya menjadi pendorong terbesar mereka untuk menaklukkan gunung es di Mongolia.

"Ekspedisi ini kami lakukan dalam rangka ulang tahun UMS dan Sumpah Pemuda," terang Iqbal.

"Semangat kami yang paling mendasar ya semangat Sumpah Pemuda itu."

"Nanti kami juga akan membacakan ikrar Sumpah Pemuda di puncak," katanya. (*)

Tonton juga:

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Video Production: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved