Malimpa UMS Akan Teliti Sejarah Muslim Suku Kazakh di Mongolia
Laporan wartawan Tribun-Video.com, Eleonora Padmasta EW
TRIBUN-VIDEO.COM, SUKOHARJO - Ekspedisi internasional bertajuk "Malimpa UMS International Expedition (MUIE) 2018" tinggal menghitung hari.
Empat anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Muslim Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UKM Malimpa UMS) Solo akan berangkat dari Indonesia menuju Mongolia pada 11 September 2018.
Setelah lolos seleksi, Iqbal Nurii Anam, Dwi Puja Purnama, Ibnu Syarifuddin, dan Ajeng Nurtri Hidayanti melakukan berbagai persiapan untuk menaklukkan Khuiten Peak, puncak tertinggi Mongolia.
Jika berhasil berpetualang di gunung es Tavan Bogd sampai puncaknya itu, mereka akan menjadi pionir dari Indonesia yang menundukkannya.
Namun tak hanya kegiatan fisik, Iqbal dkk rupanya juga akan melakukan penelitian terhadap Suku Kazakh.
"Suku Kazakh adalah kelompok penutur bahasa Turkik yang mendiami bagian utara Asia Tengah (sebagian besar di wilayah Kazakhstan, namun dapat dijumpai di wilayah Tiongkok bagian barat (tepatnya di provinsi Xinjiang), Uzbekistan, Rusia, dan Mongolia)," tulis akun Instagram @muie.2018 sebagai keterangan untuk unggahan pada Jumat (20/7/2018).
Untuk melancarkan penelitian itu, Iqbal, Puja, Ibnu, dan Ajeng akan dibantu oleh tour guide dari Mongolia.
"Kami ada rencana pakai guide yang mendampingi," ungkap Iqbal, yang juga merupakan Ketum Malimpa UMS, saat ditemui Tribun Video di ruang sekretariat Malimpa UMS, Jalan Ahmad Yani Tromol Pos 1, Pabelan, Kartasura, Surakarta, Sabtu (4/8/2018).
"Nanti kami berkomunikasi pakai bahasa Inggris. Bahasa Mongolia mungkin belajar sedikit," kata dia.
Menurut penuturan Iqbal, timnya ingin menelusuri sejarah suku dengan mayoritas pemeluk agama Islam itu.
"Kami ingin menelusuri sejarah kebudayaan Islam Suku Kazakh Nomads," kata dia.
"Jadi nanti kami pakai translator, sudah dari tour agent-nya," terang Iqbal.
Diberitakan sebelumnya, ekpedisi ke Mongolia yang dilakukan Malimpa UMS ini akan menjadi kado ulang tahun kampus mereka, pada 24 Oktober 2018.
Yang membuat kado untuk UMS ini spesial adalah, tim Malimpa akan menjadi tim pertama dari Indonesia yang menapakkan kaki di Khuiten Peak.
"Sebelum menentukan tujuan, kami sudah mencari tahu, dan tim dari Indonesia belum pernah ada yang mencapai Khuiten Peak," kata Iqbal.
"Jadi di saat berhasil, kami dari UMS menjadi tim pertama dari Indonesia yang mencapai titik tersebut," lanjutnya.
Tak hanya ulang tahun kampus, Hari Sumpah Pemuda, yang diperingati setiap 28 Oktober, rupanya menjadi pendorong terbesar mereka untuk menaklukkan gunung es di Mongolia.
"Ekspedisi ini kami lakukan dalam rangka ulang tahun UMS dan Sumpah Pemuda," terang Iqbal.
"Semangat kami yang paling mendasar ya semangat Sumpah Pemuda itu."
"Nanti kami juga akan membacakan ikrar Sumpah Pemuda di puncak," katanya. (*)
Tonton juga:
Reporter: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Video Production: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Tribun Video
To The Point
Perdana Menteri Mongolia Didemo Warga Usai Putranya Pamer Kemewahan di Tengah Krisis Ekonomi Negara
Rabu, 4 Juni 2025
To The Point
Deretan Negara Terunik di Dunia, dari Pemilik Warisan Viking hingga Gerbang Neraka
Jumat, 15 November 2024
Mancanegara
Alasan Mongolia Ogah Tangkap Putin Padahal Anggota ICC, Lebih Pilih Kepentingan Ekonomi
Jumat, 6 September 2024
To The Point
Mongolia Bela Putin, Tolak ICC yang Minta Tangkap Sang Presiden Rusia, Disambut dengan Karpet Merah
Rabu, 4 September 2024
Sport
India Pecundangi Mongolia di Asian Games 2022, Upadhyaya Tuntaskan Laga Tanpa Ampun dengan Skor 21-0
Jumat, 29 September 2023
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.