Tribunnews Update
Penampakan Terkini Kota Bakhmut dari Udara, Hancur Lebur Diserang Rusia selama Berbulan-bulan
TRIBUN-VIDEO.COM - Kementerian Pertahanan Ukraina kembali merilis video penampakan terkini di Kota Bakhmut.
Diketahui kota ini menjadi wilayah di mana pertempuran sengit berlangsung antara pasukan Rusia dan Ukraina.
Dalam video yang dibagikan di Twitter pada Kamis (27/4), sejumlah bangunan tampak terbakar.
Sebagian besar bahkan sudah rata dengan tanah akibat dihantam rudal.
Baca: Rusia Selangkah Lagi Kuasai Total Bakhmut Tempat Tempur Berdarah, Ambil Alih 3 Distrik di Donetsk
Jika diamati lebih jauh, hampir tak ada lagi bangunan yang sempurna atau layak ditinggali.
Kota ini tak ubahnya seperti "kota mati" yang diselimuti kesunyian.
Ukraina bahkan menyebut Bakhmut seperti gurun karena ulah pasukan Rusia.
"Dunia Rusia mengubah segalanya menjadi gurun," tulis Kementerian Pertahanan Rusia di Twitter, Kamis (27/4).
Baca: Saat Tentara Ukraina Lengah, Pasukan Rusia Langsung Brutal Tingkatkan Serangan Udara di Bakhmut
Sebagai informasi, Bakhmut merupakan sebuah kota di Ukraina timur yang dihuni sekitar 75 ribu jiwa.
Kota ini telah hancur akibat perang sengit yang berlangsung selama berbulan-bulan.
Rusia berusaha menguasai Bakhmut karena kota itu menjadi benteng terdepan di sisi timur.
Jika Bahkmut jatuh ke tangan Rusia, maka upaya untuk menguasai Donbas menjadi semakin mudah.
(Tribun-Video.com/Agung Laksono)
# Kota Bakhmut # hancur lebur # Rusia # Ukraina
Reporter: Agung Tri Laksono
Sumber: Tribunnews.com
Tribun Video Update
Prabowo Klaim Indonesia Jadi Negara Aman jika Perang Dunia III Meletus: Orang Rusia-Ukraina di Bali
Kamis, 9 April 2026
Mancanegara
SEBUT RI JADI NEGARA AMAN JIKA PD III PECAH, Prabowo: Banyak WN Rusia di Bali
Kamis, 9 April 2026
Tribunnews Wiki Update
Prabowo Sebut RI Aman Jika Perang Dunia III Pecah, Soroti Warga Rusia Menetap di Bali
Kamis, 9 April 2026
Mancanegara
Israel Terancam Lumpuh! Rusia Bocorkan Data Rahasia Israel Kepada Iran untuk Serangan lanjutan
Rabu, 8 April 2026
Tribunnews Update
Rusia Tegas Tolak Resolusi Selat Hormuz, Sebut Preseden Berbahaya untuk Hukum Internasional
Rabu, 8 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.