Kamis, 15 Mei 2025

LIVE UPDATE MANCANEGARA

Kapal Mata-mata Rusia Seliweran di Laut Utara, Rencanakan Sabotase Jika Terjadi Konflik Rusia-Barat?

Sabtu, 22 April 2023 14:28 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kapal Rusia diduga tengah memetakan turbin angin lepas pantai, kabel data bawah laut, dan infrastruktur lainnya di Laut Utara.

Aktivitas itu, dinilai sebagai persiapan untuk sabotase jika terjadi konflik antara Rusia dengan Barat, menurut penyelidikan terbaru oleh lembaga penyiaran publik di Denmark, Norwegia, Swedia, dan Finlandia.

Hingga 50 kapal yang diduga kapal mata-mata Rusia telah diidentifikasi berlayar melalui perairan di sekitar empat negara tersebut dan Inggris.

Penyelidikan menunjukkan bahwa kapal-kapal itu sering mematikan transponder sistem identifikasi otomatis (AIS) mereka agar tidak terlihat oleh sistem pelacakan konvensional.

Keberadaan kapal tersebut, harus dipantau melalui teknik lain seperti sonar, citra satelit atau kapal patroli.

Kepala kontra intelijen Denmark Anders Henriksen mengatakan, Jika terjadi konflik dengan Barat, mereka akan siap dan tahu ke mana harus menyabotase jika mereka ingin melumpuhkan masyarakat Denmark.

Sementara Nils Andreas Stensones, Kepala Intelijen Norwegia, mengatakan bahwa program tersebut dianggap "sangat penting" bagi Rusia dan kemungkinan dikendalikan langsung dari Moskow.

Laporan itu, berfokus pada kapal Rusia yang dinamai Admiral Vladimirsky, yang secara resmi merupakan kapal ekspedisi oseanografi, atau kapal penelitian bawah air.

Baca: Memanas! Rusia Ancam Tawarkan Senjata ke Korea Utara Jika Korea Selatan Kirim Artileri ke Ukraina


Tapi laporan negara Nordik itu menyebut kapal Admiral Vladimirsky digunakan sebagai kapal mata-mata Rusia.

Mantan ahli Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang tidak disebutkan namanya ditugaskan melacak pergerakan kapal di sekitar tujuh ladang angin di lepas pantai Inggris dan Belanda dalam satu misi.

Admiral Vladimirsky terlihat berlayar di sekitar Laut Baltik dan Laut Utara selama sebulan dengan pemancar yang dimatikan.

Rekaman menunjukkan, bahwa ketika wartawan dari DR mendekati kapal penelitian di dekat kota Grenaa, Denmark timur, mereka melihat seorang pria bersenjata berseragam dengan senapan militer Rusia di dalamnya.

Duta Besar Rusia untuk Norwegia, Teymuraz Ramishvili, menanggapi laporan tersebut, dengan mengatakan bahwa Pekerjaan kapal penelitian sangat dibutuhkan dan dilakukan sesuai dengan hukum internasional.

Pekerjaan itu dikoordinasikan melalui saluran diplomatik. (*)

# Rusia # Ukraina # sabotase

Reporter: Rima Anggi Pratiwi
Video Production: Yogi Putra Anggitatama
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Rusia   #Ukraina   #sabotase

Video TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved