LIVE UPDATE MANCANEGARA
Tanda-tanda Rusia Siap Perang Panjang di Ukraina, Rekrut Tentara Secara Online & Cegah Wamil Kabur
TRIBUN-VIDEO.COM – Rusia menunjukan sinyal akan meladeni perang panjang di Ukraina.
Mereka gencar melakukan perekrutan tentara militer bahkan memperkenalkan cara yang lebih modern.
Moskow telah bergerak untuk menindak warganya yang berusaha menghindari dinas militer.
Presiden Rusia Vladimir Putin tampaknya bersiap untuk invasi jangka panjang ke Ukraina.
Duma Negara Rusia mengadopsi undang-undang yang menetapkan pendaftaran terpadu dari individu yang memenuhi syarat untuk dinas militer yang akan memungkinkan pihak berwenang di masa depan untuk melayani surat panggilan secara elektronik, bukan melalui surat.
Menteri Pertahanan Inggris menilai, ini salah satu langkah Rusia makin menjerat para pria Moskow untuk ikut wajib militer.
Sekaligus menghilangkan "satu kendala yang sebelumnya memungkinkan beberapa orang untuk menghindari rancangan tersebut.
Baca: Eks Tentara NATO: Generasi Ukraina Terancam Lenyap Karena Perang dengan Rusia, Angka Kematian Tinggi
Langkah tersebut dilakukan menjelang serangan balasan yang diantisipasi oleh Kyiv, dan karena jumlah korban di kedua belah pihak terus meningkat.
Putin pada September 2022 memerintahkan mobilisasi 300.000 cadangan untuk berperang di Ukraina.
Ini merupakan sebuah langkah yang memicu beberapa protes di seluruh negara dan eksodus orang Rusia yang melarikan diri melintasi perbatasan ke negara tetangga seperti Georgia, Finlandia, Kazakhstan, dan Mongolia untuk menghindari wajib militer.
Putin juga menandatangani undang-undang pada tahun 2022 yang menghukum mereka yang menolak untuk melayani atau menghindari layanan hingga 10 tahun penjara.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pihak berwenang Rusia sekarang kemungkinan akan menghukum penghindar wajib militer.
Moskow akan secara otomatis membatasi hak kerja dan membatasi perjalanan ke luar negeri para penolak wamil ini.
Hal tersebut mengingat data panggilan warga negara sekarang akan ditautkan secara digital ke layanan online lain yang disediakan negara.
Baca: Dugaan Pasukan Ukraina Tembaki Warga yang Sedang Ibadah di Gereja di Donetsk, 4 Tewas 10 Terluka
Langkahnya adalah mengizinkan kantor pendaftaran dan pendaftaran militer di Rusia untuk mengirim panggilan dari pengadilan melalui surat tercatat atau secara elektronik.
Setelah dikeluarkan, orang yang menyerahkan panggilan tersebut akan dilarang meninggalkan negara itu sampai mereka pergi ke kantor pendaftaran dan pendaftaran militer.
"Draft dodger" akan dicabut haknya untuk mengendarai mobil, mendaftarkan real estat dan mengambil pinjaman, menurut laporan media lokal.
Kebijakan ini dikabarkan mulai berlathu tahun 2023.
Tetapi Rusia tidak khusus menunjukkan gelombang bari mobilisasi paksa, tapi fokus untuk merekrut sukarelawan tambahan.
Namun Inggris yakin, langkah itu kemungkinan besar merupakan bagian dari pendekatan jangka panjang untuk menyediakan personel karena Rusia mengantisipasi konflik panjang di Ukraina.
Putin telah mengambil banyak langkah untuk memperluas upaya perekrutan untuk perangnya di Ukraina.
Termasuk menandatangani dekrit pada 27 Maret yang menghapus batas usia atas bagi anggota Garda Nasional Rusia yang bertugas di bagian Ukraina yang berada di bawah kendali pasukan Rusia.(*)
Artikel ini telah tayang di Newsweek.com dengan judul Russia Preparing for Lengthy War as It Cracks Down on Draft Dodging: U.K
# Rusia # Perang Panjang # Ukraina # Tentara # wamil
Reporter: sara dita
Videografer: Dyah Ayu Ambarwati
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Sumber Lain
Tribunnews Update
Araghchi Klaim Rusia Sekutu Kuat Dampingi Iran Hadapi Konflik Timur Tengah, Hubungan Kian Strategis
Rabu, 29 April 2026
Tribun Video Update
Rusia Sebut Indonesia sebagai Pemain Kunci di Asia Tenggara, Adopsi Deklarasi Kemitraan Segala Aspek
Rabu, 29 April 2026
Tribunnews Update
Vladimir Putin Bereaksi atas Konflik AS-Iran, Bakal 'All Out' Bantu Teheran Bentengi Timur Tengah
Rabu, 29 April 2026
Mancanegara
Nekat! Kapal Rusia Dobrak Blokade AS di Selat Hormuz, Padahal Armada Laut Kena Sanksi Barat
Selasa, 28 April 2026
Mancanegara
Menlu Iran Blak-blakan, Ini Alasan Temui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow
Selasa, 28 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.