LIVE UPDATE MANCANEGARA
Bentrokan di Sudan Tewaskan 25 Orang, Kedubes Rusia Berharap Pihak-pihak Berkonflik Segera Negosiasi
TRIBUN-VIDEO.COM - Bentrokan berlangsung antara Pasukan Dukungan Cepat (RSF) Sudan dan Angkatan Darat di ibu kota Khartoum sejak Sabtu (15/4) pagi.
Di tengah konflik yang juga terjadi antara Rusia dan Ukraina, Duta Besar Rusia untuk Sudan Andrey Chernovol mengatakan Moskow berharap pihak yang berkonflik akan segera meluncurkan negosiasi.
Dilansir Sputnik, Kedutaan besar di Sudan telah menyarankan warga negara Rusia untuk tinggal di rumah dan menjauh dari jendela di tengah bentrokan.
Suara tembakan terdengar di luar kamp militer Pasukan Dukungan Cepat (RSF) Sudan di ibu kota Khartoum pada Sabtu pagi.
RSF mengatakan bahwa tentara reguler negara itu telah menyerang pangkalan paramiliter di Khartoum.
Kelompok paramiliter menambahkan bahwa pihaknya telah menghubungi mediator internasional mengenai situasi di Sudan, serta anggota parlemen Sudan.
Hari ini, Minggu (16/4) Angkatan Bersenjata Sudan dilaporkan telah menguasai seluruh markas Pasukan Dukungan Cepat (RSF) di kota Omdurman.
pasukan RSF telah meninggalkan posisinya di Omdurman, meninggalkan semua peralatan dan senjatanya.
Baca: 3 Pria di Sudan Divonis Amputasi Tangan, 3 Tahun Penjara dan Denda akibat Terbukti Curi Tabung Gas
Direktur sebuah rumah sakit di Omdurman mengatakan kepada Sputnik pada hari Sabtu bahwa pertempuran antara RSF dan tentara nasional menyebabkan enam warga sipil tewas.
Menurut laporan media, jumlah korban tewas akibat kekerasan di Sudan setidaknya bisa mencapai 25 orang.
Sementara jumlah korban luka dilaporkan mencapai lebih dari 180 orang.
Sejumlah negara telah bereaksi dan mengutuk bentrokan di Sudan.
Liga Negara Arab (LAS) mengatakan bahwa Sekretaris Jenderal Ahmed Aboul Gheit mengutuk penggunaan senjata di Sudan dan menyerukan gencatan senjata segera.
Uni Eropa juga mengimbau pihak-pihak yang berkonflik di Sudan untuk segera menghentikan kekerasan.
Negara tetangga Mesir pada hari sebelumnya juga meminta semua pihak untuk menahan diri.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengungkapkan keprihatinan dengan situasi yang terjadi di Sudan.
Ia menyerukan semua pihak untuk segera menghentikan kekerasan dan menghindari eskalasi lebih lanjut. (Tribun-video.com/Sputinik/TASS)
Artikel ini telah tayang di TASS.com dengan judul Russia expects conflicting sides in Sudan to start negotiations soon – ambassador
# bentrokan # Sudan # Kedubes Rusia # negosiasi
Sumber: Sumber Lain
Tribun Video Update
70 Delegasi Senior Iran Datang ke Pakistan Demi Negosiasi dengan AS soal Gencatan Senjata & Hormuz
Sabtu, 11 April 2026
Mancanegara
Negosiasi Panas! Iran Pasang Harga Tinggi, Trump Minta Netanyahu Tetap Kalem
Sabtu, 11 April 2026
Mancanegara
Ultimatum AS! Wapres Peringatkan Iran agar Tak Main-main saat Negosiasi dengan Washington
Sabtu, 11 April 2026
Mancanegara
Upaya Terakhir? Iran dan AS Temui Titik Tengah di Pakistan untuk Lanjutkan Negosiasi
Sabtu, 11 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Militer Iran Siaga Tinggi jika Negosiasi dengan AS Gagal, Beri Ancaman: Jari di Pelatuk, Siap Tempur
Sabtu, 11 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.