Selasa, 14 April 2026

JEJAK ISLAM

JEJAK ISLAM: Jejak Islam di Kabupaten Tasikmalaya

Senin, 10 April 2023 15:24 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM – Syekh Abdul Muhyi merupakan tokoh perintis penyebaran agama Islam di wilayah Jawa Barat Selatan. Ia juga pendiri pesantren pertama di wilayah Kabupaten Tasikmalaya sebelah selatan pada akhir abad ke-17 (tahun 1601-1699).
Lokasi pesantren pertama yang didirikan di Tasikmalaya itu berada di Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Uniknya, pesantren itu berada di dalam sebuah Goa yang disebut Goa Safarwadi. Nama Safarwadi berasal dari bahasa Arab, yaitu "safar" (jalan) dan "wadi" (lembah/jurang).

Jadi, Safarwadi adalah jalan yang berada di atas jurang, sesuai dengan letaknya di antara dua bukit di pinggir kali.

Di dalam Goa itulah, dilakukan pengajian dalam bentuk pengajian pesantren, seperti mengaji kitab-kitab kuning dengan sejumlah santri yang menjadi murid Syekh Abdul Muhyi.

Di dalam goa tersebut terdapat sebuah lokasi yang dinamai blok pesantren. Terdapat batu-batu yang membentuk seperti sebuah rak buku, tempat untuk menyimpan Al-Quran, kitab-kitab, dan (buku-buku) lainnya. Juga terdapat . Di goa itu terdapat petilasan Syekh Haji Abdul Muhyi, seperti pertapaan, masjid dan batu Peci Haji.

Salah satu bagian goa yang paling sering dikunjungi adalah hamparan cadas berukuran sekitar 12 meter x 8 meter yang disebut sebagai Lapangan Baitullah. Tempat itu dulu sering dipakai shalat Abdul Muhyi bersama para santrinya.

Di samping lapangan cadas itu terdapat sumber air Cikahuripan yang keluar dari sela-sela dinding batu cadas. Mata air itu terus mengalir sepanjang tahun. Oleh masyarakat sekitar, air itu dipopulerkan sebagai air "zamzam" Pamijahan

Syekh Haji Abdul Muhyi merupakan tokoh ulama yang lahir di Mataram tahun 1650. Abdul Muhyi tumbuh dan menghabiskan masa mudanya di Gresik dan Ampel, Jawa Timur.

Ia pernah menuntut ilmu di Pesantren Kuala Aceh selama delapan tahun. Ia kemudian memperdalam Islam di Baghdad pada usia 27 tahun dan menunaikan ibadah haji.

Setelah berhaji, ia kembali ke Jawa untuk membantu misi Sunan Gunung Jati menyebarkan agama Islam di Jawa Barat.

Awalnya Abdul Muhyi menyebarkan Islam di Darma, Kuningan, dan menetap di sana selama tujuh tahun. Selanjutnya, ia mengembara hingga ke Pameungpeuk, Garut selatan, selama setahun.

Abdul Muhyi melanjutkan pengembaraannya hingga ke daerah Batuwangi dan Lebaksiuh. Setelah empat tahun menetap di Lebaksiuh, ia bermukim di dalam goa (dikenal sebagai Goa Safarwadi) untuk mendalami ilmu agama dan mendidik para santrinya.

Bersama para santrinya, Abdul Muhyi menyebarkan Islam di Kampung Bojong, sekitar 6 km dari goa. Sekarang tempat itu lebih dikenal sebagai Kampung Bengkok.

Sekitar 2 kilometer dari Bojong, ia mendirikan perkampungan baru yang disebut Kampung Safarwadi. Kampung itu kemudian berganti nama menjadi Pamijahan, yang artinya tempat ikan bertelur (memijah).

Di Kampung Pamijahan ia mendirikan rumah tinggal dan masjid -sekarang menjadi kompleks Masjid Agung Pamijahan-sebagai tempat beribadah dan pusat pendidikan Islam.

Tahun 1730 Syekh Haji Abdul Muhyi meninggal dunia karena sakit. Ia dimakamkan di dekat Goa Safarwadi. Karena dipandang sebagai wali, makam dan goa itu dikeramatkan dan banyak dikunjungi peziarah. (*)

Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved