Ramadhan 2023
Mengenal Asal-usul Nama Kolak, Kudapan Manis Khas saat Ramadhan, Jadi Alat Penyebar Agama Islam
TRIBUN-VIDEO.COM - Kolak merupakan kudapan manis bebuka puasa yang hadir di bulan Ramadhan.
Kolak menjuadi menu favorit berbuka puasa di bulan Ramadhan.
Tak hanya sekedar makanan berbuka puasa saja, kolak pun memiliki sejarah di balik kelezatannya itu.
Bahkan kolak juga memiliki makna dan filosifi dari namanya.
Untuk itu, di momen bulan Ramadhan 1440 H/2019 ini, jangan hanya sekedar makan kolak saja.
Sebagai umat Muslim yang menyukai menu kolak, perlu kamu tau sejarah dan maknanya.
Berikut sejarah dan makna kolak yang dirangkum Tribunjabar.id dari berbagai sumber.
Baca: 5 Inspirasi Takjil untuk Bisnis Selama Bulan Ramadhan
• Kolak Sehat untuk Buka Puasa
Sejarah Kolak
Dikutip Tribunjabar dari Bangkapos.com, kolak merupakan makanan yang digunakan untuk penyebaran agama Islam pada zaman dahulu.
Pada masa itu, masyarakat Jawa belum mengenal agama Islam dengan baik.
Sehingga para ulama mencoba berembuk dengan cara sederhana agar masyarakat dapat memahami agama Islam.
Cara mudah dan sederhana pada masa itu, akan lebih dipahami oleh masyarakat Indonesia yang berhubungan dengan makanan.
Oleh karena itu para ulama menggunakan Kolak sebagai media penyebaran Islam.
Nama "Kolak" tidak sembarangan dipilih. Nama tersebut memiliki makna.
Kolak berasal dari kata 'Khalik' yang artinya sang pencipta.
Baca: Cuma Muncul saat Ramadhan, Bongko Kopyor Jadi Takjil Favorit Masyarakat Gresik
• Bosan Takjil dengan Kolak Pisang atau Gorengan? Nih Coba 5 Menu Elegan Ini, Asalnya dari Luar Negeri
Hidangan yang berisikan pisang dan ubi tersebut, dinamakan Kolak karena bertujuan agar bisa mendekatkan pada sang pencipta.
Kolak awalnya hanya disajikan pada saat bulan Ruwah saja.
Kemudian sajian manis tersebut berlanjut hingga bulan Ramadhan.
Hingga saat ini, kolak menjadi menu takjil favorit masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat pulau Jawa.
Tak hanya namanya yang memiliki makna, namun bahan dasar pembuatan kolak ini memiliki makna.
Bahan dasar kolak terdiri dari pisang kapok dan ubi.
Pisang kapok dimaksudkan pada arti kata 'Kapok'. Hal tersebut bertujuan agar umat Muslim kapok atau bertaubat atas dosa yang pernah dilakukan.
Sedangkan ketela atau telo pendem diartikan sebagai mengubur segala kesalahan yang telah lalu.
Berbuka puasa dengan kolak diharapkan umat Muslim menjadi semakin dekat dengan sang Khalik.
Umat Muslim juga diharapkan memendam segala dosa serta kesalahan yang pernah diperbuat.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Sejarah Kolak, Kudapan Khas Ramadhan yang Punya Makna bagi Umat Muslim
# kolak # Ramadhan # puasa
Video Production: Tia Kristiena
Sumber: Tribun Jabar
LIVE UPDATE
308.646 Kendaraan Melintas di Ruas Tol Kayuagung-Palembang Selama Momen Libur Panjang Lebaran
Selasa, 31 Maret 2026
HEALTHY TALK
HEALTHY TALK: Puasa Ramadhan bagi Pasien Penyakit Kronis: Apa yang Perlu Dipersiapkan?
Senin, 30 Maret 2026
LIVE UPDATE
Pantauan Arus Balik Mudik di Terminal Tipe A Malalayang Manado, Terminal Lengang
Senin, 30 Maret 2026
Nasional
Kini Tulis Buku Baru, Dokter Tifa akan Tetap Kritik Ijazah Jokowi meski Sempat Absen Selama Ramadhan
Jumat, 27 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.