Permainan Ular Naga Warnai Silaturahmi Irjen Pol Paulus Waterpauw di Sibolangit
TRIBUN-VIDEO.COM - Puluhan orang usia rata-rata di atas 50 tahun, melakoni permainan tradisional lawas, yakni main ular naga.
Dua orang berpasangan-pasangan, masing-masing menjulurkan kedua tangan ke depan, lalu saling berpengangan, sehingga di bawahnya terbentuk semacam kolong.
Pasangan-psangan membentuk menyerupai jembatan, lalu orang lain melintas di bawah, sambil membungkukkan badan.
Sambil berdansa mengikuti lantunan lagu Jawa "Gethuk" dibawakan trio pria, mereka bersukaria, tertawa dan bersenang-senang.
Satu dari antara mereka adalah Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw, bertindak sebagai tuan rumah.
Sebagian tamu berasal dari Surabaya, Jakarta bahkan dari Papua. Sesekali mereka menggunakan logat Suraboyoan yang medhok. Kok bisa?
"Mereka ini teman-teman saya waktu SD dan SMP. Satu orang teman SMA," ujar Irjen Paulus Waterpauw saat memberi sambutan.
Teman-temannya perempuan maupun laki-laki berbaur pada acara yang diisi antara lain memberi kesaksian mengenang masa sekolah, kemudian hiburan berupa menyanyi dan berdansa serta permainan ular naga.
Bahasa Jawa Timuran Paulus lancar dan medhok.
Baca: Pengibaran Bendera Raksasa di Masjid Al-Akbar Diwarnai Insiden Nyangkut dan Terlilit Tali
Acara berlangsung pada satu hotel di Sibolangit, Deliserang, Rabu (15/8) malam.
Paulus yang memiliki karakter suara mirip Broery Pesulima, menyanyikan beberapa lagu malam itu.
Jauh hari sebelumnya, kata Paulus, teman-temannya mengadakan acara reuni di Medan.
Ternyata hampir bersamaan dengan acara tersebut, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengakhiri tugas Paulus sebagai Kapolda, dan segera pindah ke Mabes Polri untuk penugasan di Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas).
"Malam ini, teman-teman mestinya reunian. Tapi karena saya juga segera pindah tugas, ya sekalian saya undang kawan-kawan pimpinan media, pemimpin redaksi dan wartawan, karena hari Senin saya sudah sertijab (serah terima jabatan)," kata Paulus.
Pada kesempatan itu, Paulus yang lahir di Fakfak, Papua Barat 25 Oktober 1964, menceritakan sejak usia 13 tahun, ia dan orangtua pindah ke Surabaya.
Sejak kelas 6 SD, ia menempuh pendidikan di sekolah Yayasan Pendidikan Kristen Surabaya.
Ia lulus tahun 1977 lalu melanjut ke SMP Negeri 6 Surabaya (lulus 1980) dan selanjutnya SMA Negeri 5 Surabaya (1983).
"Jadi kami sudah terbiasa rame dan akrab kayak anak SD begini. Semua masih akrab dan sering reuni," tutur Paulus.
Selain reuni dengan teman-teman sekolah dulu, ia mengundang waratan dan pemimpin redaksi media massa arus utama untuk perpisahan.
Paulus telah menunaikan tugas selama 13 bulan 20 hari sebagai Kapolda. Ia tugas sejak 2 Juni 2017 menggantikan Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.
Kemudian segera serah-terima jabatan kepada Brigjen Agus Andrianto, saat ini sebagai wakil Kapolda Sumut. Surat telegram Kapolri mengenai pergantian itu turun pada 13 Agustus 2018.
Baca: Jadi Inspektur Upacara Hari Kemerdekaan, Sri Mulyani Kenakan Kebaya Rancangan Desainer Didet Maulana
Paulus mengatakan bersyukur melewati masa tugas setahun lebih di Sumut.
"Puji Tuhan saya telah melewati masa pengabdian di Sumut sebagai Kapolda Sumut dengan baik, aman dan lancar. Waktu yang diberikan Tuhan bagi saya 13 bulan 20 hari," katanya.
Ia mengaku sangat bahagia karena waktu kali pertama dinobatkan sebagai Kapolda Sumut, hanya diberi kesempatan enam bulan.
Hal itu, dikarenakan untuk mempersiapkan diri sebagai satu kandidat peserta Pilkada Gubernur Papua 2018.
"Namun Tuhan izinkan saya untuk terus mengabdi di 'Tanah Berbilang Kaum' (Istilah populer Sumatra Utara) sembari tebarkan pelayanan kasih sebagai anak Papua mewakili Torang Samua," ujar pria dengan bintang dua dipundaknya ini.
Selama bertugas, kata Paulus, dia kerap kunjungan ke daerah.
"Saya sering bepergian ke daerah bukan jalan-jalan saja, tetapi kunjungan kerja yang saya sebut blusukan. Kalau saya hanya di belakang meja, pasti laporan dari bawah yang bagus-bagus saja. Sip semua. Tetapi dengan sering ke daerah, turun ke lapangan, banyak informasi yang saya dapat dan lihat sendiri," katanya.
Bukti sering keunjungan ke daerah, Paulus menyebut selama tugas di Sumut, memberi perhatian pada objek sejarah bernilai tinggi.
Dia sudah tiga kali mengunjungi dan mempelajari seksama pesanggarahan Presiden Pertama Indonesia Soekarno di tepi Danau Toba, Parapat, lalu enam kali ke Geopark, Pusukbuhit di Kabupaten Samosir.
Dia pun peduli, dengan menyumbangkan almari di pusat Geopark.
Kepedulian lainnya yang diperlihatkan Paulus adalah seperti dicanangkan mantan Gubernur Sumut, mendiang Raja Inal Siregar, yakni marsipature hutana be (inisiatif membangun kampung masing- masing).
Wujudnya, Paulus mengajak Pemkab Tapanuli Utara membangun jalan ke Desa Sioma-oma, Kecamatan Pangaribuan, sepnjang kurang-lebih 3 kilometer.
Desa ini adalah tempat ompung dari Roma Megawati boru Pasaribu, istrinya.
"Dulu, saat kami bersama ompung doli dan ompung boru pulang, bawa mobil dari Riau, tidak bisa masuk ke kampung karena jalan tidak ada. Puji Tuhan, sekarang sudah bisa karena saya minta bantuan Pemda membangun. Lalu sinyal telepon pun sudah bsia sekarang," ujar Paulus, sambil bangga mengucap syukur dapat berperan membangun daerah Sumut.
Paulus kemudian mengaku senang, dan layak syukur karena dapat menangani beberapa agenda penting seperti pernikahan putri Presiden Joko Widodo yakni Kahiyang Ayu dengan lelaki Medan Boby Nasution di Medan, kemudian mengamankan perayaan Lebaran, Natal dan Tahun Baru 2017 hingga menghadapi bencana alam.
Baca: Ikut Lomba Makan Kerupuk, Wiro Sableng Kalah dengan Ibu-ibu
Terakhir mengamankan Pilkada dan Pilgub Sumut yang begitu tinggi polemik dan politiknya.
"Semua bisa terlaksana dengan aman dan lancar terkendali. Semua senang, semua bersyukur atas kelancaran dan keamanan ketertiban wilayah Sumut selama diberi amanah pimpin wilayah ini," ujar Irjen Pol Paulus Waterpauw.
Apalagi, fenomena pemberantasan narkoba internasional, terorisme dan aksi begal bisa diatasi dengan sangat tegas selama menjadi orang nomor satu di Polda Sumut.
"Masyarakat suka tindakan tegas terukur yang kami lakukan untuk membentengi tanah air tercinta dari upaya pelemahan negara dan bangsa lain lewat narkoba serta paham radikal," ujarnya.
Ia mengaku itu semua sudah dilaksanakannya dengan kerja keras bersama seluruh anggota dan perwira yang ada di jajaran Polda Sumut. Artinya, waktunya sudah selesai mengabdi di Sumut. Sekarang dia diberi amanah untuk tugas lain.
"Dan sebagai seorang abdi masyarakat, siap melaksanakan tugas baru di Markas besar Polri (Lemhannas). Saya yakin Tuhan akan pimpin dan terus menuntun saya di mana saja bertugas dan berkarya demi bangsa dan negara ini, Amin," katanya.
Ia mengaku, rencana Senin (20/8/2018) Sertijab di Mabes Polri dan selanjutnya pihaknya melakukan pisah sambut di Medan. (Tribun Medan)
TONTON JUGA:
Sumber: Tribun Medan
Chord Kunci Gitar Lagu Anak Lanang - Yeni Inka : Kulo Nyuwun Pangestu
Selasa, 23 Januari 2024
Chord Kunci Gitar Babar Pisan Shinta Arsinta, Trending di Youtube
Selasa, 23 Januari 2024
Lirik Lagu Pupusing Nelongso - Happy Asmara Feat Hasan Toys : Wes Kadung Mati Rosoku
Selasa, 23 Januari 2024
Chord Kunci Gitar Wirang Denny Caknan, Namung Masalah Tresno Tapi Kok Yo Loro
Minggu, 21 Januari 2024
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.