LIVE UPDATE MANCANEGARA
AS Tantang China jika Jadi Juru Damai Perang maka Harus Desak Rusia Tarik Pasukan dari Ukraina
TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat menyoroti proposal perdamaian untuk penyelesaian perang di Ukraina yang diajukan China.
Washington meminta China menekan Rusia agar menarik pasukannya dari Ukraina jika memang menajdi juru damai.
Dikutip dari Kompas.com pada Kamis (23/3/2023), Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby memberikan penjelasan.
Ia mengkritik proposal yang diajukan China untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Kirby menilai tidak bisa melihat China bersikap tidak memihak dengan cara apa pun.
“Saya rasa Anda tidak bisa melihat China bersikap tidak memihak dengan cara apa pun,” kata Kirby.
Juru Bicara lantas menyindir Presiden China Xi Jinping yang rela berkunjung ke Rusia menemui Presiden Putin.
Namun, Xi Jinping tidak tergerak mengunjungi Ukraina menemui Presiden Zelensky untuk membantu tujuan Ukraina.
“Presiden Xi ingin terbang jauh-jauh ke Moskwa, belum pernah berbicara kepada Presiden Zelensky, belum mengunjungi Ukraina, tidak tergerak untuk membantu tujuan Ukraina,” sambungnya.
Ia lantas menantang China apabila ingin menjadi juru damai maka Beijing harus berani menekan Rusia untuk menarik pasukannya dari Ukraina.
Sebagaimana diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut hangat Presiden China Xi Jinping di Kremlin pekan ini dalam kunjungan resminya selama tiga hari.
Pertemuan antara kedua Kepala Negara itu mencakup pembahasan proposal China soal penyelesaian politik di Ukraina.
Terkait kunjungan ini, AS yang rupanya tak suka dan geram.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby merasa prihatin China menggunakan kunjungan Xi untuk mendorong gencatan senjata di Ukraina.
Hal ini memungkinkan Rusia untuk mengkonsolidasikan keuntungan teritorialnya.
Kirby mencatat bahwa China tidak mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.
Ia menyesalkan China tidak berpartisipasi dalam sanksi ekonomi terhadap Moskow seperti yang diberlakukan oleh AS dan sekutunya.
Kibry menerangkan, Rusia dan China semakin mesra.
Diungkapkan, kedua negara marah pada kepemimpina AS.
"Kedua negara ini semakin dekat, kata Kirby.
Kirby mewanti-wanti China telah mencoba untuk memperluas pengaruh mereka di seluruh dunia.
Baca: Wagner Rusia Endus Rencana Serangan Besar Ukraina Akhir Maret, Ingin Pecah Wagner-Pasukan Moskwa
"China telah mencoba untuk memperluas pengaruh mereka di seluruh dunia," tambah Kirby.
Kirby menyebut setiap inisiatif perdamaian "tidak dapat diterima" dalam situasi saat ini.
Kirby sebelumnya menyinggung rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Moskow.
Ia menegaskan tak akan menerima hasil kunjungan itu yang merujuk pada perdamaian gencatan senjata.
"Apa yang telah kami katakan sebelumnya, dan kami akan mengatakannya lagi hari ini, bahwa jika keluar dari pertemuan ini, ada semacam seruan untuk gencatan senjata, yah, itu tidak dapat diterima karena semua yang akan dilakukan… adalah meratifikasi Penaklukan Rusia hingga saat ini, ” kata Kirby.
Juru bicara menjelaskan, kedua negara telah bergabung untuk merusak aturan permainan secara global.
Diungkapkan, Rusia dan China adalah dua negara yang menentang tatanan berbasis aturan internasional yang telah dibangun oleh Amerika Serikat sejak akhir Perang Dunia II.
Juru bicara mengatakan, gencatan senjata di Ukraina saat ini sama dengan mengamankan keuntungan teritorial Rusia.
Juru bicara Gedung Putih menambahkan bahwa pengenalan gencatan senjata berarti pengakuan wilayah baru Rusia.
Sementara itu, Rusia mengungkapkan bahwa Barat dan Amerika Serikat telah membuka topengnya.
Disebutkan mereka tak mau Ukraina mengambil jalur negosiasi dengan Rusia untuk menyelesaian perang.
Dikutip dari rt.com pada Kamis (23/3/2023), juru bicara Istana Kepresidenan Kremlin Rusia, Dmitry Peskov memberikan penjelasan di sela-sela pembicaraan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari China, Xi Jinping, di Moskow pada hari Selasa kemarin.
Ia menandaskan, sekutu Barat dan AS telah membuka topeng.
Peskov menyebut mereka dengan penuh semangat menunjukkan "seringai binatang".
Juru Bicara menuturkan, Barat dan AS berupaya mencegah tejadinya negosiasi Ukraina dan Rusia.
Peskov mengomentari pernyataan baru-baru ini oleh Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby yang mengatakan inisiatif perdamaian di Ukraina tidak dapat diterima.
Peskev mengatakan AS dan Eropa tidak membiarkan Ukraina untuk berniat melakukan negosiasi dengan Rusia.
Juru Bicara menegaskan, Barat dan AS lebih menghasut Ukraina berperang daripada perdamaian melalui negosiasi.
(Tribun-Video.com/ Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AS Kritik Proposal Perdamaian di Ukraina yang Diajukan China".
# China # Rusia # Ukraina
Sumber: Kompas.com
LIVE UPDATE
Fenomena Langit Lampung Buat Panik Warga, Dosen Itera Luruskan Bukan Meteor atau Rudal Iran
Senin, 6 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
4 Kapal Kargo China Diam-diam Tiba di Pelabuhan Iran, Angkut Bahan Kimia saat Teheran-AS Memanas
Senin, 6 April 2026
Viral
Alasan Pelatih MMA Belda Hajar Bule Rusia di Bali, Diduga Mabuk dan Lecehkan Wanita
Senin, 6 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rusia Ultimatum AS Hentikan Serangan ke Iran seusai Menlu Moskow Telepon Delegasi Teheran Araghchi
Senin, 6 April 2026
Tribunnews Update
India Terancam Kehilangan Pengiriman Minyak Iran saat Ping Shun Alih Rute ke Dongying China
Minggu, 5 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.