Rabu, 22 April 2026

LIVE UPDATE TRAVEL

PHDI Respons Aksi Bule Buka Celana di Kawah Gunung Agung: Harus Ditindak Tegas, Deportasi

Selasa, 21 Maret 2023 17:28 WIB
Tribun Bali

TRIBUN-VIDEO.COM - Aksi tak senonoh yang dilakukan turis asing kembali terjadi di Bali.

Kali ini, diduga turis dari Rusia melepas celana di depan kawah Gunung Agung Bali.

Dalam foto yang beredar di media sosial bule tersebut menghadap ke arah kawah Gunung Agung Bali dan merentangkan tangan.

Fotonya yang melakukan aksi tak senonoh di Gunung Agung Bali viral di media sosial dan mendapat tanggapan negatif.

Terlebih, Gunung Agung Bali merupakan gunung yang amat disucikan umat Hindu.

Dilansir dari TribunBali.com, aksi tak terpuji ini pun mendapat respons dari Ketua PHDI Provinsi Bali Nyoman Kenak.

Menurut Nyoman, aksi tersebut bukan lagi soal kurangnya edukasi terhadap wisatawan, namun memang perilaku bule yang tak bisa menghargai kesucian Bali.

"Bule-bule, atau siapa pun yang tak bisa menghargai Bali, harusnya ditindak tegas. Kalau bule, ya deportasi," ungkapnya, Senin (20/3).

Dirinya mendukung upaya pihak berwenang seperti Polisi, Kemenkumham, Imigrasi serta Pemerintah Provinsi Bali untuk menindak tegas bule- bule nakal, maupun pihak lainnya yang melecehkan Bali.

Pasalnya, hal ini ia lakukan untuk mendukung pariwisata Bali yang berkualitas.

"Penindakan dilakukan untuk mendukung pariwisata Bali yang berkualitas. Tentu dampaknya ada, misalnya kunjungan wisman menurun, tapi kita tidak lagi ingin wisata yang menentukan kuantitas, tapi kualitas," tegasnya.

Menurutnya sanksi tersebut juga tidak sebanding dengan kerugian masyarakat setempat untuk menggelar upacara dan menjaga kesucian kawasan Gunung Agung selama ini.

Baca: Bule Foto Telanjang di Gunung Agung Bali Diduga Pakai Pemandu Ilegal Demi Hindari Biaya Administrasi


Selain penegakan hukum, dia menilai masyarakat di kawasan suci juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik.

Dari informasi yang dia dapat, Kenak menyebutkan bule tersebut mendaki ke Gunung Agung tanpa didampingi pemandu.

Rombongan bule yang diperkirakan berjumlah tujuh orang itu diduga mendaki pada dini hari, saat tidak ada petugas.

Oleh karena itu, dengan adanya peristiwa ini, pihaknya berupaya untuk meningkatkan pengawasan.

"Ini jadi renungan bersama. Kami menilai tidak ada pihak yang disalahkan, namun kini kita perlu melakukan pengawasan yang lebih ketat. Kami meyakini masyarakat setempat telah memikirkan hal ini," katanya.

Sementara itu, Koordinator Pendaki Gunung Agung Jalur Pura Pasar Agung Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, I Wayan Widiyasa, juga mengatakan hal yang sama, bule itu naik ke atas tanpa adanya pengetahuan pemandu.

Berdasarkan koordinasi dengan perkumpulan pemandu di sekitar Gunung Agung, bule itu diperkirakan naik pukul 07.00 Wita.

"Bule naik ke atas Gunung Agung berkelompok. Mereka naik tanpa melibatkan pemandu lokal, naik secara sembunyi-sembunyi. Kemungkinan mereka naik sekitar pukul 07.00 Wita, saat sepi. Yang bersangkutan naik lewat Jalur Pengubengan, Desa Besakih," kata Wayan Widiyasa, Senin.

Setelah dicek di buku register, bule tersebut juga tidak terdaftar.

Sedangkan menurut pengakuan pedagang di Jalur Pengubengan, bule yang mendaki diperkirakan sekitar 7 orang, Sabtu (18/3) pagi.

Rombongan tersebut diperkirakan sudah paham dengan kondisi dan medan Gunung Agung.

"Kita merasa kecolongan. Kayaknya bule nakal sudah pengalaman mendaki ke Gunung Agung. Coba bayangkan, yang bersangkutan ( bule) berani camp di puncak II Gunung Agung. Saya yang sering mengantar tamu ke atas tak berani camp di puncak II. Soalnya anginnya lumayan keras," tambah Widayasa.

Pihaknya menduga bule yang berfoto di pinggir kawah Gunung Agung sudah mengetahui medan serta suasana di sekitar gunung.

"Kemungkinan tamu dari Eropa. Harapannya petugas segera menindak tamu nakal. Kejadian ini hanya rusak citra pariwisata di Karangadem dan Bali pada umumnya," kata Widiyasa.

Sementara itu, Ketua PHRI Kabupaten Karangasem, I Wayan Kariasa, menyayangkan, perilaku bule di atas Gunung Agung.

Pihaknya meminta Pemkab Karangasem maupun Provinsi Bali segera menindak bule tersebut karena dianggap sudah keluar dari norma dan peraturan yang ditetapkan.

"Kelakuan wisatawan seperti ini sudah keluar dari norma dan etika. Apalagi perilaku itu dilakukan di tempat yang disucikan."

"Pemerintah harus segera bertindak. Perilaku seperti ini merusak citra pariwisata di Karangasem dan Bali. Bila perlu turunkan petugas dari Imigrasi," tambah Kariasa.

Kariasa mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Karangasem membahas pariwisata dan wisatawan nakal yang mencoreng citra pariwisata.

(Tribun-Video.com/TribunBali.com)

Artikel ini telah tayang di TribunBali.com dengan judul Bule Buka Celana di Kawah Gunung Agung, PHDI: Tak Bisa Hargai Bali, Deportasi!

# Respons # Bule Bentak-bentak polisi di Bali # Gunung Agung

Reporter: Ariska Nur Choirina
Video Production: Yogi Putra Anggitatama
Sumber: Tribun Bali

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved