Senin, 13 April 2026

Desanya Hancur Diguncang Gempa, Farhan dan Keluarga Tidur di Ketinggian 500 Meter, 1 Tenda 60 Orang

Rabu, 8 Agustus 2018 13:57 WIB
Tribun Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans Dari Lombok

TRIBUN-VIDEO.COM, LOMBOK - Sekitar 1600 orang asal Desa Kecinan dan Mentigi, Pemenang Lombok Utara mengungsi ke atas bukit yang tingginya 500 meter dari desa mereka.

Sekitar 1600 orang asal Desa Kecinan dan Mentigi, Pemenang Lombok Utara mengungsi ke atas bukit yang tingginya 500 meter dari desa mereka.

Mereka terpaksa menuju bukit karena Desa mereka hancur dan rata dengan tanah.

Selain itu juga ada ketakutan dengan isu tsunami yang membuat mereka harus mencari tempat yang lebih tinggi.

Farhan (33) warga desa Kecinan saat diwawancarai tribun-bali.com mengakui dia dan keluarganya mendaki gunung yang berada tepat di sebelah desa mereka karena ketakutan saat malam gempa.

"Iya sudah hancur rumah mas. Takut di bawah. Apalagi ada isu tsunami. Ini kira-kira ada 500 meter jadi kami warga Kecinan pilih berada di bukit saja biar aman." akunya, Rabu (8/8/2018).

Dari tenda yang berjejer di pinggir bukit curam itu ada sekitar ratusan warga yang tidur bertendakan terpal, beralaskan tikar.

Baca: Sakit Hati pada Mantan, Pria Batam Tendang Perempuan dari Belakang, Ternyata Aksinya Salah Sasaran

Farhan dan keluarga mengaku harus tidur bersempit-sempitan dengan keluarganya yang berjumlah sekitar 60 orang.

"Ini tenda kami, satu tenda ini ada 60 orang. Itu ada anak saya, bapak, dan keluarga dekat semua di sini, asli dari Kecinan." akuinya.

Dirinya pun belum bisa memastikan sampai kapan berada di atas bukit curam tersebut.

Apalagi tiap hari mereka harus berjalan kaki puluhan sampai ratusan meter untuk membersihkan diri.

"Ini kalau mau mandi, buang air kita ke sumur masing-masing. Jalan kaki tiap hari pulang pergi. Sudah mandi segar sampai ke bukit berkeringat." ujarnya tersenyum.

Ditanya mengenai akan rayakan Kemerdekaan RI dan Idul Adha apakah masih di atas bukit dijawabnya jelas, iya.

"Iya, mungkin sampai sebulan-dua bulan di sini mas. Kalau Idul Adha shalat di bawah lapangan. Kemungkinan kalau pas hari kemerdekaan masih di sini juga." jawabnya.

Kini warga di sana membutuhkan terpal, minuman, makanan, susu dan perlengkapan lain.(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Desanya Rata Dengan Tanah, Farhan Dan Keluarga Tidur di Bukit Curam Karena Takut Tsunami di Lombok

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Bali

Tags
   #Gempa Lombok

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved