Minggu, 10 Mei 2026

LIVE UPDATE TRAVEL

Gibran Bakal Kenakan Pakaian Adat Payas Agung dalam Peringatan Nyepi di Solo, Pakaian Adat Bangsawan

Sabtu, 18 Maret 2023 16:10 WIB
TribunSolo.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka akan turut serta memeriahkan peringatan Hari Raya Nyepi di Kota Solo, Sabtu (18/3/2023).

Menurut Ketua Panitia Nyepi Solo, I Dewa Putu Sudharta, dalam kesempatan ini Gibran akan tampil berbeda.

Di mana Gibran Rakabuming Raka akan mengenakan baju adat khas Bali, atau Payas Agung.

"Kalau mas wali (Gibran), itu sepertinya utama (pakaian adat Payas Agung) tingkatannya utama," terang dia, kepada TribunSolo.com, Jumat (17/3/2023).

Dilansir dari TribunSolo.com, di era lampau pakaian adat Payas Agung hanya boleh dikenakan oleh para bangsawan.

Baca: Kota Solo Pertama Kali Gelar Peringatan Nyepi, Ada Ogoh-ogoh dan Berbagai Acara Meriah

Namun, seiring perjalanan zaman, terdapat sebuah penyesuaian nilai kebudayaan.

Hingga akhirnya Payas Agung kini boleh dikenakan oleh siapapun.

Payas Agung sendiri biasanya memiliki perpaduan warna emas, merah, dan putih.

Baik di pakaian pria ataupun wanita.

Pakaian Payas Agung mampu memberi kesan mewah, anggun, cantik, dan elegan kepada sosok yang memakainya.

Baca: Parade Ogoh-ogoh Meriahkan Hari Raya Nyepi di Denpasar, Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkir

Diketahui sebelumnya Gibran bakal turut serta memeriahkan event menjelang peringatan hari raya keagamaan Hindu tersebut.

Peringatan Hari Raya Nyepi ini akan dimulai di Balai Kota Solo dengan kirab seni budaya dan pawai ogoh-ogoh sekira pukul 16.00 WIB.

Sebelum akhirnya dilanjutkan dengan pentas seni budaya sekira pukul 19.00 WIB.

Menurut Putu, Gibran dijadwalkan membuka event menjelang peringatan hari raya Nyepi.

"Mas Wali (Gibran) yang rencana mengibarkan bendera start," tutur Putu.

Sementara para panitia Nyepi Solo dan umat Bali yang ada di Kota Solo nantinya akan memakai Payas Madya saat event berlangsung.

"Kita yang dari panitia sama yang orang Bali tinggal di Solo nanti pakaiannya Payas Madya," ujar dia.

Putu juga menjelaskan melalui event budaya menjelang peringatan Nyepi ini, diharapkan bisa semakin mempererat nilai-nilai kebhinekaan.

"Menjunjung Kebhinekaan, keberagaman beragama, Solo Kota Toleransi," ucapnya.

Sebagai informasi, dalam peringatan Hari Raya Nyepi di Kota Solo juga akan dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh.

Ada sekira 6 ogoh-ogoh yang dipawai, mulai dari Balai Kota Solo ke Jalan Jenderal Sudirman sampai Bundaran Gladak.

Dari lokasi tersebut kemudian ogoh-ogoh akan berputar ke area bundaran Gladak untuk kembali ke area Plaza Balai Kota Solo.

Menurut Putu, ogoh-ogoh yang akan dipawai ini masih konvensional dan belum tersentuh secara mekanik.

Nantinya ogoh-ogoh yang menampilkan karakter jahat atau Bhuta Kala ini akan diusung mulai dari 9 hingga 15 orang.

Sementara untuk pembakarannya, ogoh-ogoh akan dibawa ke Candi Prambanan dan ikut dalam acara Tawur Agung terlebih dahulu.(Tribun-Video.com/TribunSolo.com)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Peringatan Nyepi di Solo : Gibran Kenakan Pakaian Adat Payas Agung, Dulu Cuma Bangsawan yang Boleh

# Gibran Rakabuming Raka # Hari Raya Nyepi # Payas Agung

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Reporter: Ariska Nur Choirina
Videografer: Dyah Ayu Ambarwati
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: TribunSolo.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved