LIVE UPDATE
Gunung Merapi Masih Luncurkan Awan Panas Guguran hingga Senin Pagi, Warga Belum Diminta Mengungsi
TRIBUN-VIDEO.COM - Aktivitas Gunung Merapi pada Senin (13/3/2023) pagi, masih tinggi.
Pantauan magma.esdm.go.id, hari ini terjadi gempa yang membawa awan panas guguran Gunung Merapi.
Gempa beramplitudo 60 mm ini berdurasi sekira 104,5 detik.
Selain itu, terjadi pula 32 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-39 mm dengan durasi gempa sekira 26,7-143,8 detik.
Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak.
Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang berhembus ke arah barat.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.
Meliputi Sungai Bedog, Sungai Krasak, Sungai Bebeng sejauh maksimal 7 km, Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km.
Sementara itu, pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Dengan aktivitas ini, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Terutama mewaspadai bahaya lahar apabila terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Adapun status Gunung Merapi saat ini adalah Level 3 atau Siaga.
Sementara itu, Gunung Merapi masih mengeluarkan guguran awan panas, Minggu (12/3/2023) malam.
Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) guguran awan panas masih terjadi di malam hari.
BPPTKG menyebut terjadi guguran awan panas pada pukul 20.40 WIB, diumumkan lewat akun Twitternya.
Baca: Ramalan Sri Sultan HB X soal Erupsi Merapi: Menutup yang Dirusak karena Tambang, Tidak akan Besar
Baca: Gunung Merapi Erupsi Para Wisatawan Ketep Pass Malah Asik Abadikan Momen Tanpa Rasa Takut
Guguran awan panas Gunung Merapi dengan jarak luncur 2.000 meter dan mengarah ke Barat Daya atau hulu Kali Bebeng.
Seperti diketahui Gunung Merapi di Jawa Tengah mengalami erupsi kemarin siang, Sabtu (11/3/2023).
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso mengimbau pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya-upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini.
BPPTKG juga memprediksi Gunung Merapi masih akan erupsi atau memuntahkan awan panas guguran (APG) di beberapa waktu ke depan.
Data pemantauan (kegempaan) saat ini masih tinggi. Gempa vulkanik dalam masih terjadi 60-70 kali per hari.
Sedangkan, gempa vulkanik dangkal tiga kejadian per hari dan multifase ada 17 kejadian per hari.
Dia menjelaskan, angka tersebut masih masuk dalam kategori tinggi, bahkan ketika gunung itu tidak erupsi sekalipun.
Dari situ, pihaknya memprediksi, apabila rentetan awan panas guguran selesai hari ini, kemungkinan ke depan, Gunung Merapi juga masih akan erupsi. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Update Erupsi Gunung Merapi: Guguran Awan Panas Masih Terjadi pada Malam Hari Minggu 12 Maret 2023
# Gunung Merapi # awan panas guguran # BPPTKG # erupsi
Videografer: Sigit Ariyanto
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Tribunnews.com
Local Experience
Misteri Kampung Siluman, Hutan Pinus yang Menyimpan Sejarah Erupsi Merapi Tahun 1930
2 hari lalu
Local Experience
Gunung Anak Krakatau Seluas 320 Hektar Jadi Destinasi Penelitian dan Wisata Alam Meski Tetap Aktif
4 hari lalu
Local Experience
Gunung Anak Krakatau, Gunung Berapi Aktif di Selat Sunda yang Memicu Tsunami Banten Lampung
4 hari lalu
Local Experience
Sago Park di Lima Puluh Kota Hadirkan Rumah Etnika dari Beton dan Kayu, dipenuhi Perabot Antik
Jumat, 27 Maret 2026
LIVE UPDATE
Gunung Marapi Sumbar Erupsi Jelang Sahur, Muntahkan Abu Vulkanik dan Material Berwarna Merah Terang
Selasa, 3 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.