Senin, 20 April 2026

Hari Bakti ke -71 TNI AU Lakukan Napak Tilas Pengeboman Semarang, Salatiga, dan Ambarawa

Minggu, 29 Juli 2018 13:06 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Firmansyah

TRIBUN-VIDEO.COM - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) melakukan napak tilas pengeboman tiga kota oleh para kadet Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Serangan udara yang dilakukan oleh Kadet Udara I Suharnoko Harbani, Kadet Udara I Mulyono dan Kadet Udara I Sutardjo Sigit terjadi pada tanggal 29 Juli 1947.

Serangan udara ini dilakukan untuk membalas Agresi Militer Belanda pada tanggal 21 Juli 1947 yang menghancurkan pangkalan udara di Jawa dan Sumatera.

Salah satu pangkalan udara yang selamat adalah Pangkalan Udara Maguwo karena pada saat itu tengah diselimuti kabut.

Operasi penyerangan dimulai sekitar pukul 05.00 pagi menggunakan satu pesawat Guntei dan dua pesawat Cureng yang terbang secara berurutan dari Lapangan Udara Maguwo.

Pesawat yang dipiloti oleh Mulyono menuju Semarang terlebih dahulu, disusul dengan dua pesawat Cureng yang dipiloti oleh Sutardjo Sigit dan Suharnoko Harbani.

Selesai melaksanakan pengeboman, mereka segera kembali ke Pangkalan Udara Maguwo dengan terbang rendah dan sampai pada pukul 06.00 pagi.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan serangan udara yang dilancarkan oleh kadet menjadi awal operasi udara yang dilakukan TNI AU.

Baca: Peringati Hari Bakti ke-71 TNI AU, KSAU Ziarah ke Monumen Ngoto Yogyakarta

"Serangan udara yang dilancarkan kadet penerbang itu merupakan operasi udara pertama dan menjadi cikal bakal operasi udara yang terus dikembangkan Angkatan Udara," ujar Yuyu di Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Sleman, Yogyakarta, Minggu (29/7/2018).

Menurut Yuyu dengan mengikuti napak tilas serangan udara di tiga kota dapat merasakan beratnya perjuangan AURI pada saat itu.

"Meskipun tugas itu berat para pendahulu dengan semangat pantang menyerah motivasi tinggi dan kecerdasan berjuang mampu melaksanakan dengan baik dan sukses sehingga menorehkan sejarah dalam dinamika TNI Angkatan Udara," katanya.

Nilai-nilai perjuangan para pendahulu harus ditanamkan dari generasi ke generasi sehingga personel TNI AU tidak lupa jati dirinya yang mengabdi kepada Ibu Pertiwi. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved