Kisahnya Viral, Orangtua Bayi di Demak yang Tunggak Biaya RS Rp79 Juta Didatangi Pemerintah

Kamis, 26 Juli 2018 21:08 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kisah bayi berusia tiga bulan, Muhammad Agung Hidayat, yang lahir pada 20 April 2018 di Semarang, viral di media sosial.

Dilansir Tribun-Video.com dari Kompas.com, Kamis (26/7/2018), Agung merupakan buah hati pasangan Muhlasin dan Haryanti, warga Dukuh Sampit, Siderejo, Sayung, Demak, Jawa Tengah.

Ayah Agung, yang merupakan seorang buruh proyek, harus menanggung tunggakan biaya kelahiran dan pengobatan putranya sebesar Rp79 juta.

Ia pun menceritakan kisah kelahiran anaknya kepada Kompas.com.

"Awalnya pas mau lahiran saya bawa istri saya ke bidan, dan pas bukaan terakhir air ketubannya pecah, disusul tali pusar menumbung atau keluar (bayi belum keluar). Terus dirujuk ke Rumah Sakit Kariadi oleh bidannya, dan begini lah akhirnya," kata Muhlasin kepada Kompas.com, Kamis (26/7/2018).

Saat dilahirkan melalui operasi sesar, Agung sempat menangis selama lima detik.

Namun, kemudian ia tak sadarkan diri hingga denyut jantung dan napasnya berhenti.

Baca: Video Menengangkan Detik-detik Kapal Tenggelam Diterjang Ombak Tinggi di Pantai Nias

"Pertama keluar bisa nangis lima detik, habis itu mungkin air ketubannya kayak ketelan, terus enggak sadar diri (hilang denyut jantung dan napas). Kemudian dokter memberikan tindakan medis, ada lagi detak jantung dan napasnya. Terus dirawat di ICU selama satu bulan. Pas sadar, napasnya sudah berat kayak gitu," Muhlasin menceritakan.

Selama tiga bulan sejak lahir, Agung bergantung pada selang oksigen di hidungnya.

Ayah dan ibunya pun harus bergantian membersihkan lendir dengan alat bantu agar napas Agung tidak terganggu.

Tak hanya itu, sejak berusia dua minggu setelah lahir hingga kini, Agung tidur dengan mata terbuka.

"Kondisi selama tiga bulan ini masih sama. Belum ada respons. Kalau tidur matanya gitu (melek). Pas bayinya ya tiga-empat hari saya jenguk di ruang ICU enggak kayak gitu, kayak bayi normal biasanya (tidur dengan kondisi mata tertutup). Pas udah dua minggu sampai saat ini kok malah keadaannya kayak gini, semakin menurun," kata dia.

Menurut keterangan Muhlasin, Agung sudah empat kali keluar-masuk rumah sakit.

Ia didiagnosa mengalami pengecilan otak, kelainan jantung, dan infeksi paru-paru.

"Terakhir pas dipindah ke RS Ketileng sini, ada diagnosa baru, ada otak yang mengecil, ada kelainan jantung juga, infeksi paru-paru," kata Muhlasin.

Baca: Pesisir Pantai di Bali Selatan Porak Poranda, Gelombang 5 Meter Terjang Sejumlah Rumah hingga Ambruk

Orangtua Agung pun tak bisa bekerja karena harus saling mendampingi berfokus pada perawatan Agung.

Padahal, perawatan itu sendiri membutuhkan banyak biaya.

Muhlasin menyatakan telah mengajukan permohonan bantuan ke Dinas Sosial, tetapi belum ada tanggapan.

Namun, sejak kisah perjuangan orangtuanya, pemerintah menunjukkan perhatian dengan mendatanginya, Kamis (26/7/2018).

"Dulu sudah diajuin sama kakak saya di Dinas Sosial, tapi gak ada respon. Karena teman-teman di-upload ke mana-mana, ini tadi jam 9-an dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Semarang dan Demak ke sini, katanya diutus Pak Gubernur," kata Muhlasin.

"Kami orangtua mengharapkan, dedek Agung bisa sembuh dan sehat. Walaupun kata dokter si adek gak normal," harap dia.

Simak video di atas. (Tribun-Video.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perjuangan Orangtua Bayi Agung Lunasi Tunggakan Rumah Sakit Rp 79 Juta"

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Video Production: fajri digit sholikhawan
Sumber: Kompas.com
Tags
   #kisah viral   #Semarang
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved