Minggu, 12 April 2026

Terkini Nasional

Pilot Susi Air Philips Mark Methrtens Tak Kunjung Ditemukan Selandia Baru Tawarkan Bantuan

Rabu, 15 Februari 2023 16:06 WIB
Tribun Papua

TRIBUN-VIDEO.COM – Keberadaan pilot Susi Air yang pesawatnya dibakar di Lapangan Terbang Paro, Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan hingga kini masih dilakukan pencarian oleh tim gabungan TNI-Polri.

Selain tim gabungan TNI-Polri, pihak Selandia Baru pun diketahui telah bertemu dengan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI I Nyoman Cantiasa di Rimba Papua Hotel Timika, Mimika, Papua, Senin (13/2/2023).

Selandia Baru diwakili oleh Deputi Misi Diplomatik untuk Asean, Brendan Andrew Stanbury, dan Sekretaris II Politik Kedutaan Besar, Patrick John Fitzgibbon.

Dalam pertemuan tersebut, membahas soal pencarian pilot Susi Air Philips Mark Methrtens (37) yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

"Diplomat Selandia Baru menawarkan bantuan apabila ada yang diperlukan saat melakukan pencarian dan evakuasi pilot Susi Air yang saat ini sedang dalam pencarian oleh aparat gabungan TNI-Polri," kata Nyoman Cantiasa dalam keterangannya, Senin petang.

Baca: KKB Sebar Video Penyanderaan Pilot Susi Air, Minta Aparat Tak Mengejar

Diplomat Selandia Baru juga menyampaikan harapannya agar Philips dapat segera ditemukan dalam keadaan aman dan selamat.

"Kita juga minta dukungan internasional untuk membicarakan kepada Komisioner Tinggi Dewan HAM Internasional terkait masalah tersebut," kata Nyoman.

Pencarian pilot Philips yang dilakukan TNI-Polri masih nihil hingga hari ketujuh, Senin (13/2/2023).

Philips yang merupakan warga negara Selandia Baru itu bersama lima penumpang lainnya hilang kontak sesaat setelah mereka mendarat di Bandara Udara Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Selasa (7/2/2023).

Pesawat dengan nomor registrasi PK-BVY itu diduga dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya sesaat setelah mendarat.

Pilot dan lima penumpang, kata Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, melarikan diri ke arah berbeda.

Lima penumpang merupakan orang asli Papua (OAP). Kelimanya telah dievakuasi dan kembali ke rumah masing-masing. Sementara itu, Philips belum ditemukan hingga saat ini.

Penyerangan itu rupanya ada kaitannya dengan KKB yang mencurigai 15 pekerja bangunan puskemas di Paro, pada awal Januari 2023.

Baca: Egianus Kogoya Pemimpin KKB akan Lepaskan Pilot Susi Air dengan Syarat Papua Sudah Merdeka

KKB menduga, sebagian pekerja tersebut merupakan anggota TNI atau Badan Intelijen Negara (BIN).

"Sehingga mereka melakukan pemeriksaan terhadap warga yang membangun puskesmas. Namun, setelah dibangun memang ada lima orang yang tidak ada identitasnya, tidak ada id card," kata Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Mathius D Fakhiri usai Rapim TNI-Polri di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (8/2/2023).

Setelah mendapatkan informasi itu, Mathius memerintahkan jajarannya untuk mengevakuasi ke-15 pekerja itu.

Kapolres Nduga langsung melakukan koordinasi dengan Bupati Kenyam untuk mengeluarkan ke-15 pekerja itu dari Distrik Paro.

"Karena kami tidak mau ada pembantaian. Lanjutan dari prakejadian, tanggal 4, 5, dan 6 (Januari 2023), kita sudah susun rencana rapat di Timika, apabila nanti pesawat masuk (Bandara Paro), kita akan bawa keluar para pekerja ini," ujar Mathius.

Mathius menyebutkan, ke-15 pekerja itu tidak pernah disandera oleh KKB. Hingga pada akhirnya datang pesawat yang dipiloti Philips tiba di Bandara Paro pada Selasa (7/2/2023).

Namun, KKB kemudian membakar pesawat itu. Pilot dan lima penumpang melarikan diri ke arah berbeda. Sementara itu, ke-15 pekerja itu telah dievakuasi ke Timika. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Keberadaan Pilot Susi Air Masih Misteri, Ini Tawaran Selandia Baru untuk Pangkogabwilhan III

# Pilot Susi Air # Pangkogabwilhan III # Selandia Baru # Philips Mark Methrtens

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Video Production: Fransisca Ellen Kumala Sari
Sumber: Tribun Papua

Tags
   #Susi Air   #KKB   #pilot   #Selandia Baru

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved