Yandex

Model Majalah Dewasa Ungkap Cara ISIS Cuci Otak Anggota Baru, Wanita Galau Jadi Mangsa Favorit

Rabu, 20 Juni 2018 19:30 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kimberley Miners (29) mulai berkenalan dengan ISIS setelah hubungannya dengan sang tunangan, berantakan.

Melansir Tribunnews.com dari The Sun, Miners, yang saat itu berusia 18 tahun, bekerja sebagai model majalah pria dewasa.

Seorang pria kaya di Inggris jatuh hati pada Miners yang menjadi model majalah dewasa dan berusia 18 tahun

Mereka berpacaran hingga bertunangan. Miners kemudian hamil, tapi ia keguguran.

Gagal menikah, Miners mengaku kesepian dan berusaha cari eksistensi di media sosial,

Hingga akhirnya mendapat sejumlah teman Facebook baru dari Suriah.

Beberapa teman Miners ini lah, yang akhirnya menunjukkan jalan ke ISIS.

Caranya, lewat simpati dan propaganda terhadap para korban perang Suriah.

Miners kemudian mulai membagikan video-video perang Suriah itu lewat akun Facebooknya.

Naweed Hussain yang diketahui adalah anggota ISIS pun mulai mendekati dan bertugas mencuci otak Miners.

Ia mengatakan ingin menikahinya di Suriah dan itu membuat Miners jatuh hati dengan ISIS.

Bahkan, ia tergoda untuk mengganti namanya dengan Aisha Lauren al-Britaniya.

Baca: Suku Fore di Papua Nugini Doyan Makan Otak Manusia, Ini Akibatnya di Tubuh Mereka

Pada akhir 2015, kepolisian Inggris mulai mencium aktivitas Miners di media sosial.

Ia pun ditangkap setelah terbukti melakukan korespondensi serius dengan anggota ISIS.

Awalnya Miners hanya diwajibkan ikut terapi kegiatan antiterorisme, tapi Miners kabur.

Alih-alih tobat, ia malah berusaha berkomunikasi dengan Hussain, bagaimanapun caranya.

Miners sudah hampir berangkat ke Suriah, setelah berjanjian dengan Hussain untuk bertemu di Turki.

Tapi, polisi lebih dulu menangkap Miners dengan bukti berupa video cara merakit bom yang dikirimkan Hussain.

Miners sendiri sebetulnya diganjar hukuman 10 tahun penjara.

Tapi, ia masih diampuni setelah bebas dengan jaminan bersyarat.

Miners mengaku menceritakan kisahnya ini, agar paa wanita tak menjadi korban rayuan ISIS sepertinya.

"Aku tak mencari simpati, karena aku tidak berhak mendapatkan simpati dari apa yang sudah aku lakukan,"

"Tapi kalau aku bisa mencegah orang mengulangi kesalahanku, maka aku bisa mendapatkan hal positif dari mimpi burukku,"

"Orang-orang tak tahu, tapi ISIS sangat aktif mencari anggota baru, terutama dari orang-orang yang rapuh di media sosial. Orang-orang sepertiku," kata Miners. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Radifan Setiawan
Video Production: Radifan Setiawan
Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #Model majalah   #kelompok ISIS
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved