TRIBUNNEWS UPDATE
Sempat Rival dengan Jokowi, Prabowo Singgung Keputusannya Mau Jadi Menhan: Ada yang Tak Dukung
TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyinggung soal keputusannya bergabung dengan pemerintahan Jokowi di Kabinet Indonesia Maju saat acara ulang tahun Gerindra pada Senin (6/2).
Dalam kesempatan itu, ia menyebut bahwa sebagian dari kadernya tak mendukung jika dirinya bergabung dengan menjadi Menteri Pertahanan.
Mengingat, Prabowo dan Presiden Joko Widodo sempat memperebutkan kursi menjadi presiden pada Pemilu 2019.
Meski begitu, diakui Prabowo bahwa dirinya gembira bisa menjadi bagian dari pemerintahan Kabinet Indonesia Maju.
Hal itu diungkap Prabowo saat berpidato dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai Gerindra di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2023).
Ia menyebut bahwa keputusannya bersedia menjadi Menteri Pertahanan demi kepentingan Tanah Air.
Prabowo menegaskan bahwa dirinya menerima tawaran menjadi Menteri Pertahanan tanpa ragu.
Meski sebagian dari kadernya tidak mendukung dirinya untuk bergabung dalam pemerintahan Jokowi.
Mendengar ucapan Prabowo, kader Gerindra yang hadir mayoritas diam dan sebagian kecil kader dengan berteriak "tidak".
Baca: Prabowo Subianto Singgung Kursi Kosong di HUT ke-15 Partai Gerindra: Ini Sudah Tradisi, Selalu Ada
Namun, Prabowo mengaku tak menyoal jika memang ada perbedaan di internal partai.
Ia menegaskan bahwa di Partai Gerindra boleh berbeda pendapat dan memberikan kritikan.
Meski begitu, ketika keputusan sudah diambil maka seluruh anggota harus patuh dan kompak.
"Tidak apa-apa, itulah partai kita, boleh berbeda pendapat, boleh mengkritik, tidak ada masalah. Tapi begitu keputusan sudah diambil, semua patuh, semua kompak," ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo pun mengatakan, keputusannya bergabung dengan pemerintahan Jokowi merupakan langkah tepat.
Menurutnya, sejak menjadi bagian dari pembantu Jokowi, ia menjadi saksi betapa presiden bekerja keras untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Ia menyebut bahwa Jokowi kerap mengambil banyak keputusan berani bahkan melawan tekanan darimana pun.
"Saya jenderal, saya ikut berkali-kali dalam aksi-aksi pertempuran. Saya melihat pemimpin yang bisa ambil keputusan dan pemimpin yang tidak bisa ambil keputusan. Beliau (Jokowi) adalah pemimpin yang bisa ambil keputusan dan keputusannya berani, kadang-kadang melawan tekanan dari mana-mana," kata Prabowo.
Prabowo pun membantah puja-pujinya ini hanya sekadar menjilat Jokowi.
Ia menegaskan, sesuatu yang baik memang harus diakui, termasuk keberhasilan pemerintah.
"Ini harus kita akui dan saya minta kader partai Gerindra mengerti itu, bukan saya bukan menjilat," tutur mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu.(Tribun-Video.com/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Singgung Keputusannya Gabung dengan Pemerintahan Jokowi, Prabowo: Saat Itu Ada yang Tak Dukung
# TRIBUNNEWS UPDATE # Jokowi # Prabowo # Menhan # Partai Gerindra
Reporter: Dhea Andika Rizqi
Video Production: Dwi Adam Sukmana
Sumber: Kompas.com
Tribunnews Update
Seusai Persija Tak Menorehkan Kemenangan dalam 3 Laga Terakhir, Bonek Optimis Persebaya Raih 3 Poin
14 menit lalu
Tribunnews Update
Terbang ke Pakistan, Delegasi Iran Bawa Foto hingga Tas Sekolah Para Siswa Korban Serangan AS-Israel
17 menit lalu
Tribunnews Update
AS-Iran Saling Tuduh Tak Hormati Gencatan Senjata, Kapal-kapal Tanker di Selat Hormuz Terhenti
28 menit lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Ribut Gegara Warisan Rp1 Miliar, Warga Muratara Tewas Ditusuk di Hadapan Istri dan Anaknya
1 jam lalu
Tribunnews Update
Prabowo Subianto Minta Maaf & Mundur dari Ketua Umum PB IPSI: Tugas Kebangsaan Menyita Waktu
2 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.