Kamis, 15 Mei 2025

Nasional

Perubahan Warna Mobil Penabrak Hasya Jadi Sorotan, Pakar Minta Tak Sepelekan karena Alasan Ini

Jumat, 3 Februari 2023 16:10 WIB
Warta Kota

TRIBUN-VIDEO.COM - Warna mobil milik Purnawirawan AKBP Eko Setia Budi Wahono berubah saat rekonstruksi kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI dilakukan pada Kamis (2/2).

Atas hal ini Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel mempertanyakan alasan perubahan warna mobil tersebut.

Ia pun tak bisa menganggap sepele perubahan warna tersebut karena dicurigai menjadi bagian dari code of silence di mana kecenderungan polisi menutupi kesalahan rekan sejawat.

Baca: Nasib Purnawirawan AKBP Eko Setia Budi Wahono Pelaku Tabrak Hasya Mahasiswa UI, Ditolak Jadi Caleg

Diketahui, berdasarkan CCTV di lokasi kejadian, mobil Pajero yang dikendarai AKBP Eko berwarna hitam.

Namun saat rekonstruksi ulang berubah menjadi warna putih.

Reza Indragiri bahkan mempertanyakan apakah perubahan cat itu dilakukan agar jejak tabrakan lenyap.

"Pergantian cat mobil ini akan disikapi seperti apa oleh polisi? Sebagai upaya merekayasa barang bukti agar jejak-jejak tabrakan lenyap? Jadi, jangan sepelekan itu dengan serta-merta menganggapnya sebagai ganti cat mobil belaka," kata Reza kepada Wartakotalive.com, Jumat (3/2/2023).

Ia menyebut, publik bisa mengendus bahwa dalam kasus ini terjadi kode senyap alias code of silence.

Di mana hal itu ditandai dengan adanya kecenderungan personel polisi menutup-nutupi kesalahan sejawat mereka.

Meski begitu, Reza menyebut kecurigaan hal itu bisa saja keliru.

Baca: Pengemudi Ojol Penolong Hasya Mahasiswa UI Bersaksi, Langsung Telepon Ambulans hingga Urus Berkas RS

"Wajar kalau publik mengendus jangan-jangan pada kasus ini terjadi lagi kode senyap alias code of silence. Itu lho, subkultur toksik yang ditandai oleh kecenderungan personel polisi menutup-nutupi kesalahan sejawat mereka. Endusan publik bisa saja keliru," papar Reza.

Lebih lanjut, Reza menyebut dugaan kode senyap itu terlihat sedari awal sampai harus ada penetapan status tersangka terhadap Hasya.

Tetapi ia ingat komitmen yang diberikan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyebut kasus ini eksplisit pada problem solving dan restorative justice.

Yang artinya, menurut Reza, dalam kasus laka lantas, masuk akal jika polisi tidak buru-buru menetukan tersangka dalam kasus ini.

"Termasuk dengan menetapkan seseorang sebagai tersangka, kendati status tersangka juga bukan berarti dia mutlak bersalah," ujarnya.

Lebih lanjut, Reza mengatakan bahwa menjadikan tersangka orang yang sudah meninggal dalam kasus ini adalah pilihan yang kurang bijak.

Ia menegaskan lebih baik status tersangka pada Hasya dibatalkan kemudian diupayakan restorative justice antara keluarga korban dan penabrak.

"Yang terkesan meruncing-runcingkan masalah, itulah yang justru memperlihatkan tabiat penegakan hukum yang kebablasan atau overcriminalization. Overcriminalization di kala kepercayaan publik masih kritis, tentu akan semakin melukai masyarakat," katanya.

"Jadi bagaimana? Sudahlah, batalkan saja status tersangka. Upayakan restorative justice. Habis perkara," tegas Reza. (Tribun-Video.com/WartakotaLive.com)

# Perubahan Warna Mobil Penabrak Hasya # Purnawirawan AKBP Eko Setia Budi Wahono # HASYA

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Danar Pamungkas Sugiyarto
Sumber: Warta Kota

Video TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved