Minggu, 12 April 2026

Terkini Nasional

Sosok Nono, Bocah NTT yang Sabet Juara Dunia Matematika Lewat Abacus World Competition 2022

Rabu, 1 Februari 2023 10:17 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Berikut profil Nono, bocah SD yang jadi juara dunia Matematika.

Sosok Nono belakangan menjadi sorotan atas prestasi membanggakannya di dunia internasional.

Bocah kelas 2 SD asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini memiliki ketertarikan pada Matematika.

Nono adalah juara pertama Abacus World Competition 2022.

Baca: Nono, Bocah NTT yang Menangkan Lomba Matematika Internasional Dapat Penghargaan dari Gubernur

Dikutip dari Pos-Kupang.com, Nono berhasil mengalahkan peserta lainnya yang berjumlah 7.000 orang.

Ia berada di peringkat pertama, sementara di urutan kedua ada perwakilan dari Qatar dan ketiga dari Amerika Serikat (AS).

Berkat prestasinya, Nono bertemu dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, dan diundang ke PT Astra Internasional.

Saat bertemu Nadiem, Nono menolak pemberian laptop dari sang menteri karena dirinya sudah memiliki laptop.

"Selama di Jakarta Nono menolak beberapa hadiah seperti pemberian mobil dari PT Astra Internasional Tbk."

"Selain itu, Nono juga menolak hadiah yang diberikan oleh Mendikbud Nadiem Makarim," ungkap ibu Nono, Nuryati, Senin (30/1/2023).

Lantas, seperti apakah profil Nono?

Baca: Cerita Nono Bocah Jenius Juara Sempoa Dunia, Tolak Hadiah Mobil hingga Laptop, Ini Alasannya

Profil Nono

Nono memiliki nama lengkap Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay.

Nono lahir di Kupang pada 2 April 2015.

Ia berhasil menempati peringkat pertama dari total 7.000 peserta yang mengikuti Abacus World Competition.

Saat ini, ia duduk di bangku kelas 2 SD Inpres Buraen II, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang.

Menurut paman Nono, Metusalak Tnunay, ada empat marga besar yang melekat di nama keponakannya, yaitu marga Keo, Tnunay, Nono, dan Soreninu.

Nono lahir dari pasangan Nuryati Usanak Seran dan Raflim Meo.

Nuryati diketahui berprofesi sebagai guru kontrak di tempat Nono sekolah.

Sementara, sang ayah bekerja sebagai tukang bangunan.

Nono bersama keluarganya tinggal di Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Selatyan, Kupang.

Saat wawancara bersama Pos-Kupang.com, Nono mengungkapkan ia bercita-cita sebagai tentara.

Selain itu, ia juga ingin menciptakan mobil tercepat hingga pesawat.

Cita-cita Nono ini terinspirasi dari idolanya, Elon Musk.

Nono mengaku dirinya kerap melihat Elon Musk di YouTube.

"Saya ingin seperti Elon Musk."

"Saya bercita-cita untuk menjadi tentara dan bisa menciptakan Oto (Mobil) paling tercepat, kereta paling tercepat, dan pesawat," ujar Nono, Kamis (19/1/2023).

Keberhasilannya menjuarai Abacus World Competition tak lepas dari kesenangan Nono belajar Matematika.

Nono mengaku ia sangat senang belajar Matematika dengan metode gampang, asyik, dan menyenangkan (Matematika Gasing).

"Nono merasa senang. Saya belajar Matematika Gasing," katanya.

Diketahui, ia merupakan siswa binaan Yayasan Pendidikan Astra.

Ada kebiasaan yang tak pernah dilupakan Nono setiap sebelum belajar.

Menurut sang ibu, Nuryati, Nono akan selalu membaca Alkitab dan berdoa.

"Nono selalu diajarkan sebelum belajar harus membaca Alkitab dan Berdoa. Itu yang selalu diajarkan," ungkapnya.

Setelah Abacus World Competition, Nono direncanakan akan mengikuti olimpiade tingkat ASEAN pada November 2023 mendatang.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribuntrends.com dengan judul Profil Nono, Bocah SD Tertarik pada Matematika & jadi Juara Dunia, Tolak Hadiah Mobil hingga Laptop

Editor: Danang Risdinato
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved