LIVE UPDATE MANCANEGARA
Rusia Semprot Polandia yang Minta Izin Jerman Pasok Tank Leopard ke Ukraina, Nekat Siap Dihancurkan
TRIBUN-VIDEO.COM - Rusia telah mengetahui Polandia yang meminta izin Jerman untuk mengirimkan tank Leopard ke Ukraina.
Terkait hal ini, Rusia menegaskan hubungan bilateralnya dengan Jerman di ambang kehancuran.
Juru Bicara Istana Kremlin Rusia, Dmitry Peskov menerangkan, tidak ada hal baik yang akan datang dari pengiriman tank Leopard buatan Jerman ke Ukraina.
Ia lantas mengungkapkan di masa depan hubungan Rusia dan Jerman akan renggang.
"Pengiriman ini tidak akan membawa kebaikan bagi hubungan masa depan antara Berlin dan Moskwa," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Peskov juga menyebut pengiriman tank Leopard ini akan meninggalkan jejak abadi.
Seperti yang diketahui, Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak menerangkan, Polandia telah meminta izin ke Jerman untuk mengirim tank Leopard buatan Jerman ke Ukraina pada Selasa (24/1/2023).
"Jerman telah menerima permintaan persetujuan kami untuk mengirim tank Leopard 2 ke Ukraina," katanya.
Baca: Hari ke-335, Zelensky Pecat Sejumlah Pejabat Diterpa Skandal Korupsi, Leopard Bisa Dipakai Latihan
Polandia telah menyatakan pada awal Januari ini mereka siap mengirimkan 14 tank Leopard ke Ukraina.
Hal ini dalam kerangka koalisi negara-negara internasional.
Kendati begitu, mereka belum merealisasikannya.
Hal tersebut karena menunggu persetujuan dari Jerman terkait pengiriman senjata itu.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock pada Minggu (22/1/2023) mengatakan, Berlin tak akan menghalangi jika Polandia akan mengirim tank Leopard.
"Saya juga menyerukan pihak Jerman untuk bergabung dengan koalisi negara-negara kami yang mendukung Ukraina dengan tank Leopard 2," twit Blaszczak pada Selasa.
Menurutnya, pengiriman tank ke Ukraina penting sebagai bagian dari upaya mendukung terciptanya keamanan di Eropa.
"Ini adalah tujuan kita bersama karena ini adalah masalah keamanan seluruh Eropa," ucap Blaszczak.
Menteri Pertahanan Polandia sebelumnya mengaku telah bertemu dengan rekan-rekannya dari 14 negara.
Hal ini untuk membahas pembentukan koalisi internasional untuk mengirim tank ke Ukraina.
Sebagaimana diketahui, selama berbulan-bulan, Ukraina meminta Barat untuk mengirim tank modern buatan Jerman.
Namun, Jerman terus menahan diri untuk mengirim tank atau memberi izin negara-negara NATO lainnya untuk menyalurkan tank Leopard 2.
Baca: Perang Memanas, Zelensky Ditinggal 3 Petinggi Ukraina, Nyatakan Mundur saat Diterpa Skandal Korupsi
Dalam pertemuan tingkat tinggi di Paris, Kanselir Jerman Olaf Scholz menyampaikan bahwa semua keputusan pengiriman senjata akan diambil dengan koordinasi dengan para sekutunya.
Termasuk Amerika Serikat.
Meski begitu, Jerman terus didesak untuk mengizinkan pengiriman tank Leopard 2 ke Ukraina.
Di internal negara Jerman, desakan itu menjadi sorotan.
Partai Demokrat Sosial Jerman masih terus waspada.
Partai tersebit mewanti-wanti pemerintah apakah keterlibatan militer yang lebih lanjut dapat menyebabkan eskalasi lebih lanjut dari Moskwa.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan bahwa dia mengharapkan keputusan mengenai tank Leopard 2 sesegera mungkin.
Meskipun ia mengaku tetap berhati-hati.
Pistorius menekankan Jerman tidak akan membuat keputusan yang tergesa-gesa.
Hal ini karena pemerintah memiliki banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Termasuk konsekuensi di dalam negeri untuk keamanan penduduk Jerman.
(Tribun-Video.com/ Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polandia Resmi Minta Persetujuan Jerman Kirim Tank ke Ukraina, Ini Respons Rusia"
# Perang # Rusia # Ukraina # Polandia
Videografer: Dyah Ayu Ambarwati
Video Production: Yogi Putra Anggitatama
Sumber: Kompas.com
Tribunnews Update
Kolaborasi Maritim Kapal Rusia Bersandar di Jakarta, Simbol Ketegasan Penguatan Hubungan Militer
Senin, 30 Maret 2026
Mancanegara
Ultimatum Houthi! Serukan 'Perang Jihad Suci' Lanjut Serang AS-Israel hingga Tujuan Iran Tercapai
Senin, 30 Maret 2026
Tribunnews Update
Jutaan Warga AS Kecam Trump dalam Demo 'No Kings', Tak Rela Uang Pajak Dipakai untuk Perangi Iran
Senin, 30 Maret 2026
Mancanegara
Ultimatum Iran! Tentara AS akan Dijadikan Santapan Hiu di Teluk Persia jika Nekat Mulai Perang Darat
Senin, 30 Maret 2026
Tribunnews Update
Trump Terang-terangan Ingin Rebut Pulau Kharg untuk Ambil Alih Minyak Iran: Itu Hal Favorit Saya
Senin, 30 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.