LIVE UPDATE TRAVEL
Umbul Mantram Kembali Digelar, Rangkaian Grebeg Sudiro 2023 yang Kental akan Budaya Jawa & Tionghoa
TRIBUN-VIDEO.COM - Setelah dua tahun ditiadakan akibat adanya pandemi Covid-19, Grebeg Sudiro kembali digelar.
Berbagai rangkaian acara menarik telah dimulai sejak tanggal 10 Januari 2023 lalu.
Termasuk Umbul Mantram yang kembali digelar setelah pencabutan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Umbul Mantram sendiri digelar kembali pada hari Kamis (12/1/2023) kemarin, bertempat di Kantor Kelurahan Sudiroprajan.
Secara umum, acara ini adalah kirab dan doa bersama yang diikuti masyarakat Kampung Sudiroprajan.
Acara ini kental akan campuran budaya Jawa dan Tionghoa.
Sebab Kampung Sudiroprajan sendiri memang bisa dibilang sebagai pecinan di Kota Solo.
Hanya saja warga etnis Tionghoa setempat sudah berakulturasi dengan masyarakat sekitar dengan etnis Jawa.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa saat melakukan sambutan di Kelurahan Sudiroprajan.
“Sudiroprajan ini bisa dibilang merupakan kawasan pecinan di Kota Solo,” ungkap Teguh Prakosa.
Diketahui acara Umbul Mantram ini memiliki acara utama berupa kirab.
Dalam pelaksanaan Kirab Umbul Mantram, warga Sudiroprajan tampak berbaris untuk kemudian berjalan menyusuri rute yang ditentukan.
Mereka berjalan sembari membawa air suci, obor, hingga jodang atau tandu untuk mengangkat makanan.
Baca: Sampah Sungai Kali Pepe jadi Keluhan Pengunjung Grebeg Sudiro, Gibran Rakabuming Beri Respons
Menariknya, para peserta ini menggunakan pakaian tradisional selama kirab berlangsung.
Tak hanya pakaian tradisional Jawa, namun juga pakaian khas Tionghoa.
Adapun rute kirab ini, melalui situs sejarah Bok Teko.
Rute ini dipilih karena, konon raja Surakarta, Pakubuwana pernah duduk di tempat tersebut, kemudian tutup tekonya jatuh ke sungai.
Saat di Bok Teko, para peserta juga berhenti sejenak untuk melakukan doa.
Rute selanjutnya, melalui kawasan lampion Pasar Gede.
Rombongan kirab pun jadi perhatian masyarakat yang datang.
Dari Pasar Gede, rombongan berjalan kembali ke Kelurahan Sudiroprajan.
Setibanya di sana, rombongan disambut oleh penari bedaya.
Di lokasi tersebut para peserta kembali melakukan doa bersama.
Setelahnya, ada prosesi penyerahan benda pusaka kepada lurah Sudiroprajan. Ada pula ritual menabur benih dan melepas burung serta ayam.
(Tribun-Video.com/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Umbul Mantram di Kota Solo, Acara Tahunan yang Penuh Toleransi",
Video Production: Yogi Putra Anggitatama
Sumber: Kompas.com
Local Experience
Wirun, Desa Penghasil Gamelan Kelas Dunia yang Menggema hingga Mancanegara
Senin, 6 April 2026
Local Experience
Makna Ritual Mahesa Lawung sebagai Simbol Mengubur Nafsu dan Sifat Gelap Manusia di Keraton Surakart
Senin, 6 April 2026
Local Experience
Inilah Syarat Ketat untuk Meraih Gelar Prajurit Keraton Surakarta Harus Memiliki Kecakapan Fisik
Minggu, 5 April 2026
Terkini Daerah
Atap Pintu Gapit Barat Keraton Kasunanan Surakarta Ambrol, Terakhir Diperbaiki Era Pakubuwono XII
Selasa, 31 Maret 2026
Live Update
Angkat Unsur Budaya Jawa, Rizky Menang Lomba Logo Hari Jadi ke-831 Trenggalek, Dibuat dalam 2 Hari
Jumat, 15 Agustus 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.