Selasa, 28 April 2026

Terkini Daerah

Wisata Budaya di Desa Adat Ende Lombok: Desa Wisata yang Junjung Tinggi Eksistensi Budaya

Kamis, 12 Januari 2023 09:26 WIB
Tribun Lombok

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto

TRIBUN-VIDEO.COM - Desa Adat Ende sangat kental dengan kelestarian budaya meski memasuki era modern.

Desa adat di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB ini menjadi tempat wisata budaya.

Penduduk Desa Adat Ende 100 persen beragama Islam dengan mata pencaharian penduduk sebagai petani, peternak, dan perajin kesenian.

Ciri khas rumah warga Desa Adat Ende ini adalah menggunakan kotoran sapi sebagai lantai dan bahan untuk mengepel atau membersihkan rumah.

Ketua Pokdarwis Desa Adat Ende Tantowi Surahman mengungkapkan, penduduk Desa Adat Ende ini terkenal sangat pandai dalam menenun atau dalam bahasa Suku Sasak dikenal dengan nama nyensek.

Nyensek ini juga merupakan prasyarat bagi gadis Suku Sasak Lombok agar ia bisa menikah.

Baca: Tempat Wisata Kuliner Legendaris di Pati, Ada Nasi Gandul Pak Yadiman dengan Cita Rasa Otentik

Aktivitas menenun ini dapat ditemukan di depan teras rumah penduduk.

Desa Adat Ende ini sangat kaya dengan budaya mulai dari alat musik tradisional hingga kesenian tradisional.

Salah satunya adalah alat musik Genggong yang terbuat dari pelepah daun enau dan dimainkan dengan cara ditiup.

Alat musik genggong ini harus dimainkan secara berpasang-pasangan yang terdiri dari suara tinggi (Genggong lanang) dan suara rendah (genggong wadon).

"Teknik memainkannya di sini bukan hanya sekedar ditiup namun ada unsur lain yang dilakukan melalui tarik ulur tali senar dan berpadu dengan perasaan," jelas Tantowi Surahman saat diwawancara TribunLombok.com.

Baca: Ramai Pengunjung, Harga Gazebo di Tempat Wisata Pantai Toronipa Konawe Naik 2 Kali Lipat

Desa Adat Ende merawat tradisi kesenian tradisional Peresean.

Peresean dimainkan dua orang pemuda saling beradu ketangkasan dengan senjata tongkat rotan dan perisai.

Rotan inilah yang digunakan untuk menyerang lawan main sedangkan perisai digunakan untuk menghindari serangan lawan.

"Aturan main dari Peresean ini sebenarnya juga cukup sederhana dimana petarung yang berhasil melukai lawannya terutama jika bocor maka kalah atau dianggap KO," terang Tantowi Surahman.

Setiap petarung atau dalam masyarakat Suku Sasak Lombok menyebutnya sebagai pepadu itu tidak boleh menyerang bagian perut ke bawah.

Setiap pertandingan terdiri atas tiga ronde dan terdapat seorang wasit yang bertugas mengatur jalannya permainan.

Kesenian Peresean inilah yang kemudian ditampilkan pengelola saat pengunjung datang melihat desa wisata ini.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Wisata Budaya di Desa Adat Ende Lombok: Belajar Alat Musik Tradisional Genggong hingga Peresean

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Lalu Yusuf Wibisono
Sumber: Tribun Lombok

Tags
   #wisata   #Lombok   #budaya   #Desa

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved