Sabtu, 11 April 2026

LIVE UPDATE MANCANEGARA

Serangan Balas Dendam Pecah, Rusia Gempur Pangkalan Ukraina di Kramatorsk, Tewaskan 600 Tentara Kyiv

Senin, 9 Januari 2023 21:10 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Rusia meluncurkan serangan balas dendam secara besar-besaran ke pangkalan sementara Ukraina di Kramatorsk.

Akibatnya sebanyak 600 prajurit Ukraina tewas.

Hal ini dibeberkan oleh Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia,Letnan Jenderal Igor Konashenkov.

Diungkapkan, serangan roket Rusia skala besar terjadi pada Minggu (7/1/2023).

"Akibat serangan roket besar-besaran di pangkalan sementara unit Ukraina, lebih dari 600 prajurit Ukraina tewas," paparnya.

Konasenkhiv menjelaskan, lebih dari 600 prajurit Ukraina ainnya berada di asrama No 47 di Kramatorsk.

Juru bicara tersebut menerangkan serangan terhadap angkatan bersenjata Ukraina merupakan bagian dari operasi pembalasan.

"Menanggapi serangan ilegal yang dilakukan rezim Kyiv di pangkalan militer semetara Rusia di pemukiman Makiivka, Republik Rakyat Donetsk (DPR) pada menit pertama Januari 2023, komando kelompok gabungan pasukan militer Rusia melakukan operasi pembalasan," bebernya.

Sebagaimana diketahui, Ukraina menyerang ke kamp pasukan Rusia di Makiivka, Donetsk pada malam tahun baru 2023.

Dalam penyerangan itu, pasukan Ukraina menggunakan sistem Himars yang dipasok AS.

Akibatnya, sebanyak 63 tentara Rusia tewas.

Hal ini diungkapkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

Diungkapkan, ada empat rudal yang diluncurkan Ukraina.

Rudal itu memuat hulu ledak berdaya ledak tinggi di titik penempatan sementara.

Sehingga, rudal HIMARS AS menewaskan 63 tentara Rusia.

Namun, jumlah tentara Rusia yang tewas di Makiivka bertambah menjadi 89 orang.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia membeberkan faktor utama dari serangan roket Ukraina.

Disebutkan, tentara Rusia yang menggunakan ponsel secara ilegal.

Kemengan Rusia menekankan, ada aturan tentaranya dilarang menggunakan ponsel di medan perang.

“Sudah jelas bahwa alasan utama dari apa yang terjadi adalah pengaktifan dan penggunaan, bertentangan dengan larangan, ponsel dari personel di zona jangkauan senjata musuh,” kata Kemhan Rusia dalam sebuah pernyataan.

Diungkapkan, penggunaan ponsel itu memudahkan musuh melacak dan menentukan koordinat lokasi tentara untuk serangan misil.

“Faktor ini memungkinkan musuh dapat melacak dan menentukan koordinat lokasi tentara untuk serangan misil,” sambung Kemhan Rusia.

Pernyataan dari Kementerian Pertahanan Rusia itu sendiri terbilang sangat langka ketika mengakui kerugian di Ukraina.

Kritikus Kremlin telah berulang kali menuduh otoritas Rusia meremehkan kerugian di medan perang di Ukraina.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan menambahkan, kerabat dan orang-orang terkasih dari prajurit yang meninggal akan diberikan santunan dari Pemerintah Rusia.

(Tribun-Video.com/ Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Igor Konashenkov: Rusia Lenyapkan 600 Tentara Ukraina dalam Serangan Balasan di Kramatorsk.

# serangan # Ukraina # Kyiv

Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #serangan   #Ukraina   #Kyiv

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved