Terkini Nasional
Wakil Presiden Ma'ruf Amin Bocorkan soal Reshuffle: Presiden Serap Informasi Kinerja para Menteri
TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin ikut angkat bicara soal Reshuffle kabinet.
Menurut Ma'ruf Amin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat kapan saja melakukan reshuffle atau perombakan Kabinet Indonesia Maju.
Orang nomor dua di Indonesia itu pun membocorkan soal kandidat para menteri yang bakal direshuffle.
Sebelum memutuskan mereshuffle para menterinya, pasti Jokowi sudah mengantongi kinerja mereka.
Baca: Isu Reshuffle Kabinet Semakin Menguat, Ketua Umum Partai Koalisi Dipanggil ke Istana Negara
Terpisah Wasekjen Partai NasDem, Hermawi Taslim buka suara terkait isu reshuffle kabinet yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan publik.
Hermawi heran mengapa isu reshuffle kabinet ini selalu ditujukan kepada NasDem.
Wasekjen NasDem ini pun mempertanyakan apa problem dari NasDem sehingga menteri-menterinya yang berada di Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mundur.
Menurut Hermawai isu reshuffle kabinet yang ditujukan kepada NasDem ini sudah terlalu personal.
Baca: Di Tengah Hangatnya Isu Reshuffle, Presiden Jokowi Temui Prabowo di Istana Presiden
Hermawi meyakini, semua partai pasti melakukan evaluasi masing-masing, terlepas dengan ada tidaknya reshuffle kabinet ini.
Begitu pula dengan NasDem yang juga mengevaluasi para kadernya.
Bahkan Herwawi menyebut evaluasi pada kader NasDem ini telah dikirimkan juga kepada Presiden Jokowi.
Namun hasil evaluasi kader NasDem tersebut dikirim secara tertutup.
Wapres Ma'ruf Amin: Reshuffle di Tangan Presiden
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengatakan Presiden Joko Widodo dapat kapan saja melakukan reshuffle atau perombakan Kabinet Indonesia Maju.
Menurut Ma'ruf, menteri yang bakal direshuffle, adalah yang memiliki kinerja kurang baik.
"Kalau soal reshuffle itu adalah hak prerogratif dari presiden dan presiden kapan saja bisa melakukan reshuffle. Kalau dilihat misalnya ada pembantunya menterinya yang tidak form, yang tidak bekerja dengan baik," ujar Ma'ruf di Masjid At-Taqwa, Matraman, Jakarta, Jumat (6/1/2023).
Dirinya mengatakan Jokowi selama ini menyerap semua informasi mengenai kinerja para menteri.
Baca: Jokowi Bertemu Prabowo di Tengah Isu Reshuffle Kabinet, Istana Sebut Hanya Bicarakan Rencana Kerja
Meski begitu, Ma'ruf menegaskan bahwa Jokowi memiliki hak prerogatif untuk mengganti para menterinya.
"Orang bisa lihat dan itu hak prerogratif presiden. Nanti presiden yang memutuskan semua. Nanti masuk semua informasi informasi itu menteri itu kaya gini, menteri ini kaya gini," ucap Ma'ruf.
Ma'ruf mengatakan seluruh keputusan reshuffle ada di tangan Presiden Jokowi.
"Itu nanti di tangan presiden. Tunggu saja. Kalau presiden mau pasti ada reshuffle," pungkas Ma'ruf.
Sebelumnya, Presiden Jokowi memberikan sinyal akan ada reshuffle atau perombakan kabinet Indonesia Maju pada hari ini.
“Besok,” kata Jokowi seusai meninjau Kawasan PT Pertamina, Hulu Rokan, Dumai, Riau, Kamis (5/1/2023) kemarin.
Kendati demikian, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak memastikan apakah reshuffle tersebut jadi dilakukan hari ini.
“Ya besok, bisa Jumat, bisa Senin, bisa Selasa, bisa Rabu," ucapnya.
# Wakil Presiden # Maruf Amin # reshuffle # menteri # Kabinet Indonesia Maju
Baca berita lainnya terkait reshuffle
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bocorkan Soal Reshuffle, Wapres Maruf Amin: Presiden Serap Informasi Kinerja para Menteri
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
PM Jepang Pastikan Pasokan Stabil, Tetap Lepas Cadangan Minyak Meski Ada Gencatan Senjata AS-Iran
Jumat, 10 April 2026
Tribunnews Update
Video Momen Menpar Widiyanti Bingung Jawab DPR saat Dicercar soal Temuan Selisih Data Anggaran
Jumat, 10 April 2026
Internasional
ISRAEL AKAN TERUS SERANG HIZBULLAH! Kini Netanyahu Minta Perundingan Cepat
Jumat, 10 April 2026
Tribun Video Update
Mantan Menteri Luar Negeri Iran Gugur Akibat Serangan Gabungan AS-Israel yang Targetkan Rumahnya
Jumat, 10 April 2026
Tribunnews Update
Iran Ungkap Kondisi Eks Menlu Kamal Kharrazi sebelum Tewas Akibat Serangan AS–Israel di Teheran
Jumat, 10 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.