LIVE UPDATE
Tujuan Tersembunyi Rusia Serukan Gencatan Senjata 36 Jam Selama Moskow Rayakan Natal Ortodoks
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu untuk melakukan gencatan senjata di Ukraina.
Gencatan itu dilakukan karena sebentar lagi umat Kristen Ortodoks di Rusia akan merayakan Natal yang jatuh tanggal 7 Januari.
Dalam pernyataannya, Kremlin menyebut pasukan Rusia harus berhenti menyerang mulai pukul 12.00 tanggal 6 Januari hingga pukul 24.00 tanggal 7 Januari.
Perintah gencatan senjata itu muncul setelah pemimpin Gereja Ortodoks Rusia memohon adanya "gencatan senjata pada hari Natal".
Putin juga meminta pihak Ukraina untuk menyatakan gencatan senjata dan mengizinkan warga Ukraina menghadiri kebaktian Natal.
Sejak Putin melancarkan invasi ke Ukraina bulan Februari 2022, pengaruh Gereja Ortodoks di Ukraina telah berkurang.
Beberapa warga Ukraina bahkan dilaporkan lebih memilih merayakan Natal tanggal 25 Desember.
Natal di Rusia jatuh pada tanggal berbeda lantaran Gereja Ortodoks masih menggunakan kalender Julian.
Baca: Ukraina Sebut Rusia Munafik, Tolak Gencatan Senjata saat Natal Gereja Ortodoks, Angkat Kaki Dulu!
Uskup Agung Kirill membenarkan tindakan Rusia menginvasi Ukraina atas dasar keagamaan dan ideologi.
Namun, menjelang Natal, dia dan Gereja Ortodoks memohon adanya gencatan senjata.
Sejak awal invasi, Kiril mengatakan Rusia adalah "negara yang mencintai perdamaian" dan tidak terlibat dalam "kampanye militer".
Kemudian, pada bulan Juli 2022 kepala gereja ortodoks Rusia Patriark Kirill mengklaim Rusia "diserang" karena adanya rasa iri, dengki, dan jengkel.
Menurut Kirill, serangan itu muncul karena Rusia "berbeda".
Pemimpin Gereja Ortodoks itu juga mengeluarkan sejumlah pernyataan yang mendukung perang di Ukraina.
Ketika Putin memberlakukan kebijakan mobiliasi parsial, terdapat ratusan ribu warga Rusia yang memilih kabur ke luar negeri.
Kemudian, Kirill meminta warga Rusia untuk tidak takut mati.
Baca: Intelijen Ukraina Sebut Vladimir Putin Segera Meninggal Dunia Gegara Idap Penyakit Kanker Parah
Sementara itu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, sebelumnya berkata bahwa Rusia belum menerima usulan genjatan senjata dari Ukraina.
Di sisi lain, media asing menyoroti permintaan genjatan senjata waktu natal.
Media tersebut mengaitkan permintaan damai Rusia dengan narasi pemerintah Moskow terhadap masyarakatnya.
Media asal Inggris ini meihat Rusia berupaya terus menjaga citranya di masyarakatnya sebagai pihak yang baik.
Sedangkan Ukraina dan negara-negara barat sebagai sosok penjahat.
Media tersbeut juga menduga Rusia sedang mencoba memanfaatkan tawaran damai sementara ini untuk memperburuk citra Ukraina.
(Tribun-Video.com/ Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Putin Serukan Gencatan Senjata Selama Natal Ortodoks 6-7 Januari"
# Vladimir Putin # Zelensky # Rusia # Ukraina # pasukan # gencatan senjata # Natal Gereja Ortodoks
Reporter: Maria Nanda Ayu Saputri
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Kompas.com
Tribun Video Update
Rusia Akui Siap Pasok Minyak untuk Indonesia di Bawah Rezim Prabowo-Gibran: Terbuka Jika Dibutuhkan
7 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Bom Gudang Senjata Ukraina di Dubai, Ancam Kiev Jadi Target Sah Jika Cawe-cawe Perang AS-Israel
Rabu, 1 April 2026
Internasional
Pasukan Elit Chechnya Rusia Siap Tempur Bantu 1 Juta Kombatan Teheran Kepung AS di Perang Darat
Rabu, 1 April 2026
Konflik Timur Tengah
Rusia Salahkan AS! Moskow Bereaksi Keras atas Gugurnya 3 TNI yang Diduga Ditembaki Tank Israel
Rabu, 1 April 2026
LIVE UPDATE
Penampakan Kapal Perang dan Kapal Selam Rusia di Tanjung Priok, Bakal Latihan Bareng TNI AL
Rabu, 1 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.