LIVE UPDATE
AS Beberkan Rusia Kekurangan Pasukan, Wagner Terpaksa Rekrut Napi Ikut Perang, Dibantu Senjata Korut
TRIBUN-VIDEO.COM - Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat menyatakan kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner Group,merekrut narapidana.
Hal ini disebutkan, mereka dilibatkan dalam perang di Ukraina.
Bahkan, dewan tersebut mengungkapkan Rusia menerima senjata dari Korea Utara.
Hal ini dibeberkan, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Kirby.
Ia menerangkan, Rusia kekurangan pasukan.
Kirby mengatakan pemimpin Wagner Group Yevgeny Prigozhin secara pribadi mendatangi penjara-penjara Rusia.
Hal ini untuk merekrut narapidana untuk bertarung di garis depan.
Kirby menyebut Wagner akan membuang mayat orang-orang Rusia ke pertempuran di Bakhmut.
Ia mengungkapkan sekitar seribu tentara bayaran Wagner telah tewas dalam pertempuran beberapa minggu belakangan ini.
Bahkan Kirby meyakini 90 persen dari tentara yang tewas itu sebenarnya adalah narapidana.
“Prigozhin bagaikan hendak begitu saja membuang mayat orang-orang Rusia ke pertempuran di Bakhmut. Faktanya, sekitar seribu tentara bayaran Wagner telah tewas dalam pertempuran beberapa minggu ini saja, dan kami percaya bahwa 90 persen dari tentara yang tewas itu sebenarnya adalah narapidana,” kata Kirby.
Sementara itu, Kirby mengatakan pengaruh Wagner Group sedang berkembang.
Ia menyebut Prigozhin dalam banyak kesempatan telah mengkritisi secara terbuka jenderal-jenderal Angkatan Darat Rusia atas kegagalan strategi mereka di Ukraina.
Para analis mengatakan Kementerian Pertahanan Rusia telah menanggapi kampanye rekrutmen Wagner Group secara negatif.
Sementara itu, pendiri kelompok hak-hak sipil Russia Behind Bars, Olga Romanova, mengatakan ada berbagai alasan para narapidana itu untuk setuju bertempur di medan perang.
Diungkapkan, para napi tidak tertarik pada ideologi, mereka hanya tertarik pada kebebasan.
Menurutnya, mereka ingin bebas melakukan sesuatu sebagaimana yang mereka lakukan ketika menjadi anggota geng.
Mereka ingin bebas dari penjara, dari disiplin yang ditegakkan dan sebagainya.
"Mereka tidak tertarik pada ideologi, mereka hanya tertarik pada kebebasan. Mereka ingin bebas melakukan sesuatu sebagaimana yang mereka lakukan ketika menjadi anggota geng, bebas dari penjara, dari disiplin yang ditegakkan dan sebagainya," ujar Romanova.
Sebagaimana informasi sebelumnya, serangan Rusia ke Ukraina mulai terjadi pada 24 Februari 2022.
Konflik keduanya pecah setelah Zelensky mengungkap ketertarikannya untuk bergabung dengan anggota pakta NATO.
Rencana itu lantas ditentang keras oleh Rusia.
Putin menganggap tindakan yang dilakukan Ukraina berpotensi mengancam keamanan negaranya.
Kekhawatiran ini membuat pemerintah Moskow akhirnya terpaksa menggelar operasi militer di Ukraina.
Hal itu sebagai bentuk pencegahan agar Ukraina tak menjadi benteng anti-Rusia usai bergabung dengan NATO.
Namun, bagi Ukraina dan Barat, operasi militer khusus Rusia dianggap invasi.
Kedua sekutu itu mengatakan invasi Putin hanyalah perampasan tanah imperialis.
(Tribun-Video.com/ VOAIndonesia.com)
Artikel ini telah tayang di VOAIndonesia.com dengan judul Badan Intelijen AS: Kelompok Wagner Rusia Rekrut Narapidana untuk Perang di Ukraina.
# Rusia # Wagner # perang
TRIBUNNEWS UPDATE
Inggris Kecam Iran, Tak Setuju Penarikan Tarif Kapal yang Melintas Selat Hormuz: Langgar Hukum Laut
4 hari lalu
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: Predator Laut Iran Buat Kapal Induk AS Mundur, AS Sulit Kendalikan Hormuz
4 hari lalu
Tribunnews Update
Aktivis Rayakan Gencatan Senjata AS-Iran, Klaim Teheran Menang dalam Aksi Damai dan Dukungan Global
4 hari lalu
Tribunnews Update
Masoud Pezeshkian Kecam Serangan Israel Ke Lebanon, Sebut Gencatan Senjata AS Iran Tak Ada Artinya
4 hari lalu
Tribunnews Update
China Kecam Serangan Israel ke Lebanon hingga Tewaskan 254 Orang, Minta Kedaulatan Beirut Dihormati
4 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.